Home / Internasional

Rabu, 9 September 2020 - 15:01 WIB

Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua

Viewer: 476
0 0
Terakhir Dibaca:56 Detik

Kompasnasional | Dua anggota tentara Myanmar untuk pertama kalinya menceritakan peristiwa pembantaian kelompok minoritas Muslim di negara itu, Rohingya
. Dengan nada monoton, keduanya mengakui terkait eksekusi, penguburan massal, pemusnahan desa dan pemerkosaan.

Pada bulan Agustus 2017, Batalyon Infanteri Ringan 353 dan 565 Myanmar melakukan “operasi pembersihan” di daerah-daerah di Kota Buthidaung dan Maungdaw.

“Tembak semua yang Anda lihat dan yang Anda dengar,” kata Myo Win Tun mengungkapkan perintah yang diterimanya pada bulan Agustus 2017 seperti dilansir dari New York Times, Rabu (9/9/2020).

Baca Juga  Portugal Tinggalkan Piala Dunia Dengan Kepala Tegak

Ia pun turut serta dalam pembantaian 30 Muslim Rohingya dan mengubur mereka di kuburan massal dekat menara sel dan pangkalan militer.

Dalam pengakuannya, Myo Win Tun mengatakan, ia menguburkan 8 wanita, 7 anak dan 15 pria dalam 1 kuburan.

Saat mereka mengobrak-abrik desa-desa di sekitar Taung Bazar, Myo Win Tun(33) ia tidak mengetahui persis berapa banyak Rohingya yang dia dan batalionnya bunuh. Apakah itu 60 atau 70, mungkin juga lebih.

Baca Juga  Panggung Dunia Bakal Berbeda Tanpa Donald Trump

“Kami tanpa pandang bulu menembak semua orang,” katanya dalam kesaksian di video tersebut.

“Kami menembak pria Muslim di dahi dan menendang mayatnya ke dalam lubang,” jelasnya.(SN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Bom Bunuh Diri di Baghdad, 14 Tewas dan 20 Lainnya Terluka-kompasnasional

Arsip

Bom Bunuh Diri di Baghdad, 14 Tewas dan 20 Lainnya Terluka

Internasional

Aparat Rusia Tangkap 3.000 Orang dalam Protes Pembebasan Alexei Navalny

Berita

Idealnya Sosok Kabareskrim Polri

Berita

Relawan DJM, Masyarakat Papua Harus Menolak Partai Yang Bersebrangan dengan Progam Jokowi

Internasional

Militer Taiwan Gelar Ikatan Sipil Sesama Jenis Pertama

Internasional

Jelang Pemakzulan, Pelosi Minta Militer Jauhkan Trump dari Kode Senjata Nuklir

Berita

Hadapi Serangan Grup Anonymous, Israel Siapkan 400 Hacker

Berita

Tiga Aturan Baru BWF Dinilai Memberatkan Pemain Bulu Tangkis