Home / Berita

Rabu, 28 Juli 2021 - 15:44 WIB

Pemprov Kalbar Ajukan Pemasangan Pemancar Komunikasi Untuk 256 Desa

Viewer: 620
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 33 Detik

Sutarmidji Katakan Internet Menjadi Kebutuhan Bagi Desa Desa di Kalbar

PONTIANAK KALBAR,KOMPAS NASIONAL.COM- Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., menjadi Narasumber dalam program Indonesia Townhall Metro TV bersama Menteri Komunikasi dan Informatika, Johny G Plate, Anggota Komisi I DPR RI, Dave Laksono, dan Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Jamalul Izza, yang disiarkan langsung oleh Metro TV, Selasa malam (27/7/2021).

Dalam kegiatan yang mengangkat tema “Menuju Indonesia Digital 2024” ini, Gubernur Kalbar mengungkapkan bahwa Provinsi Kalimantan Barat memiliki 170 desa di daerah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal).

Meskipun demikian, hampir seluruh desa memiliki menara BTS (Base Transceiver Station), namun dengan kekuatan sinyal masih lemah.

Baca Juga  PJ Danramil Sayan Beserta LO Kodim 1205/Sintang Dampingi Bupati Melawi Tinjau Perbatasan Kalbar - Kalteng.

“Dari 170 desa di daerah 3T, tersisa 25 desa yang belum ada sinyal. Insyaallah, tahun depan bisa diselesaikan semuanya.

Permasalahannya yaitu ada spot yang kuat sinyal dan ada juga spot yang sinyalnya lemah,” ungkap H. Sutarmidji.

Gubernur berharap dengan adanya program BAKTI dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, daerah 3T yang tidak ada pemancar komunikasi di Provinsi Kalbar bisa memiliki alat pemancar komunikasi.

“Pemprov Kalbar mengajukan pemasangan pemancar komunikasi di 256 desa.

Kami berharap dapat terakomodir semua, sehingga daerah-daerah di Kalbar bisa mengikuti jejak daerah yang ada di Pulau Jawa.

Wilayah Kalbar ini lebih luas daripada Pulau Jawa dan Bali, sehingga sangat sulit untuk berinteraksi antardesa. Kalimantan Barat memiliki 2.031 desa, serta 5 kabupaten yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia.

Baca Juga  Wali Kota Pontianak Persilahkan Main Meriam Karbit,Festival di Tiadakan

Kemudian tidak kalah pentingnya adalah Pemerintah Pusat dapat menyederhanakan regulasi yang ditetapkan dalam perizinan dan pengimplementasian pembangunan berbasis telekomunikasi, pada prinsipnya masyarakat siap dan bersemangat untuk membantu pemerintah, bahkan ada yang siap memberikan lahannya untuk digunakan sebagai tempat pembangungan pemancar/BTS,” tutur orang nomor satu di Kalbar.

Kualitas sinyal telekomunikasi yang ada di Kalbar yaitu sinyal kuat di daerah 3T sebanyak 23%, 15% tidak ada sinyal, dan sebanyak 62% kualitas sinyal lemah.

Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Temui Menteri Pertanian, Bupati Samosir Minta Dukungan Program Pengembangan Pertanian di Kabupaten Samosir

Berita

Kapolres Tapsel, “Kita Harus Solid Dalam Mengemban Tugas Yang Diberikan Negara

Berita

LANTAMAL XII PONTIANAK BERSAMA KELOMPOK SADAR WISATA LAKUKAN PENINGKATAN KAWASAN WISATA KOTA SINGKAWANG.

Berita

Polresta Kota Pontianak Gelar Upacara Korp Raport Kenaikan Pangkat Anggota

Berita

Berita Psp. Jumlah PAUD Di Kota Psp Jauh Berkurang Selama Pandemi Covid-19

Berita

PRAJURIT KOREM 121/ABW SINTANG BERIKAN LATIHAN PBB KEPADA PARA CPNS

Berita

Edi Kamtono : Jadikan Nilai-nilai Kepahlawanan Sebagai Inspirasi

Berita

Dapat Bantuan Ambulance Dari PT Telkom, Wali Kota Harap Bermanfaat Bagi Masyarakat