Home / Berita

Rabu, 25 Agustus 2021 - 04:50 WIB

Pejabat Kepala Desa Loleomekar Diduga Sunat BLT Dana Desa

Viewer: 649
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 30 Detik
Ilustrasi (Internet)

Halsel – Kompas Nasional | Pejabat Kepala Desa (Kades) Desa Loleomekar, Kecamatan Kasiruta Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Anis Iskandar Alam diduga sunat anggaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Tahun 2021 sebesar 18 Juta.

Dari hasil penelusuran media ini bahwa pemerintah Desa Loleomekar di bawah kepemimpinan Pejabat Kepala Desa Anis Iskandar Alam telah melakukan pencairan BLT Tahap I dan II tahun 2021 sebesar Rp 42 Juta yang diperuntukan bagi 20 kepala kelurga.

Sementara dari 20 kepala keluarga penerima BLT seharusnya pemerintah desa telah menyalurkan 7 bulan kepada 20 kepala keluarga dengan total anggaran sebesar Rp 42 Juta, namun realisasi pembagian hanya disalurkan 4 bulan dengan pagu anggaran sebesar Rp 23 Juta.

Baca Juga  Benda Jatuh Di Sumenep Sampah Antariksa Milik Amerika

Kepada media ini, dari pengakuan warga bahwa dari total pagu anggaran BLT yang dicairkan dari buku rekening desa sebesar RP 42 Juta hanya dibagikan Rp 23 Juta berarti sisa anggaran BLT yang belum tersalurkan sebesar Rp 18 Juta.

“Namun saat pembagian BLT pemerintah Desa menyampaikan baru pencairan Tahap I jadi baru bisa dibagikan 4 bulan,” tutur salah seorang warga penerima BLT bebrapa waktu lalu.

Terpisah Karateker Kades Loleo Mekar, Anis Iskandar Alam saat dikonfirmasi membenarkan bahwa anggaran BLT Desa Loleo Mekar telah dicairkan 7 bulan, namun dirinya mengakui bahwa pembagian baru disalurkan 4 bulan.

“Jadi kemarin Bendahara Desa melakukan pencairan di rekening itu, memang tujuh bulan, kenapa sampai saya pending tiga bulan karena ada nama-nama penerima tidak ada di tempat,” ungkapnya.

Baca Juga  KAPOLDA KUNJUNGI POLRES TOBA

Selain tidak berada di tempat, Anis pejabat yang baru dilantik dua bulan lebih itu mengakui bahwa dirinya masih bingung dengan pembagian BLT di Desa Loleo Mekar kerena tidak mengantongi data nama – nama penerima bantuan sosial lannya.

“Jangan sampai ada yang dapat bantuan ganda Jadi saya pending 3 bulan karena data yang di desa itu masih rancu, sebab data penerima PKH itu belum ada di saya,” pungkas Anis.

(FIK)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

600 Polisi Myanmar Membelot Melawan Junta Militer: Kami Bersama Rakyat

Berita

JEMBATAN KAPUAS 3 PONTIANAK MASUK DAFTAR PROYEK PRIORITAS

Berita

Pimpinan Pondok Pesantren Al Yusufiyah Doakan Gusmuhaimin Menjadi Presiden Tahun 2024

Arsip

Muhammad Ali jadi nama jalan di Kota New York

Berita

Perdana ! SMK Negeri 1 Siantar Gelar Ujian Akhir Sekolah Berbasis CBT

Berita

Pemko P.Sidimpuan Raih Penghargaan Kategori Pratama KLA 2021

Berita

PANGDAM XII/Tpr Tanjungpura Tinjau Langsung Posko PPKM Di Kabupaten Sambas

Berita

Bupati Taput Melantik beberapa Pejabat Pemkab dan Serahkan sejumlah SK CPNS