Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Sejak dulu Kota Pematangsiantar di kenal dengan Kota Pendidikan, tapi untuk sekarang ini semua itu tinggal mimpi karena dunia pendidikan di Kota Pematangsiantar sudah anjlok atau diambang kehancuran. Hal ini di katakan Armaya Siregar selaku pemerhati pendidikan di kota Pematangsiantar saat bincang-bincang dengan beberapa awak media Kamis,(17/3/22).
Menurut analisis Armaya, anjloknya mutu pendidikan khususnya di dinas pendidikan (Disdik) Kota Pematangsiantar dikarenakan kebanyakan kepala sekolah SDN dan SMPN diduduki kepala sekolah pelaksana tugas (Plt).
“Bagaimana mau maju pendidikan kita ini, kebanyakan kepala sekolah kita didominasi Plt , mana bisa seorang Plt membuat sebuah kebijakan, ini lah salah satu penghalang kemajuan pendidikan di kota kita ini jadi kalau mau cepat maju pendidikan di Siantar ini didepenitifkan lah semua kepseknya”.kata Armaya.
Juga kata Armaya, Belum lagi kita dikejutkan dengan kebijakan Plt.Wali Kota Pematangsiantar yang langsung mengganti Plt Kepala dinas (Kadis) Pendidikan Rosmayana dengan Kadis Pariwisata Kusdianto yang menjadi Plt Kadis Pendidikan.
Juga menurut Armaya, Anjloknya pendidikan di kota Pematangsiantar dibubuhi dengan adanya kebijakan regruping sekolah dasar negeri (SDN) baru-baru ini yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan kota Pematangsiantar.
“terkait dilakukan regruping SDN dikota Pematangsiantar membuat dunia pendidikan kota Siantar semakin anjlok (hancur) karena melakukan regruping tidak ada nilai plusnya” ungkap Armaya
Armaya mengamati kerugian dari dampak regruping adalah cara guru mengajar dikelas tidak maksimal. Kalau ingin mau memajukan suatu pendidikan guru harus sebanding dengan siswa yakni “jumlah siswa per rombel harus sebanyak 15 orang dan paling banyak 25 orang, baru dikatakan sebanding dengan guru. Jadi guru bisa mengetahui kebutuhan siswa. jelasnya.
“Jadi kalau ada siswa dalam satu rombel 30 orang bisa dikatakan tidak efisien lagi, karena guru tersebut tidak bisa melihat satu per satu kebutuhan peserta didik tersebut. bukan hanya itu saja, dalam cara belajar mengajar pun tidak maksimal lagi, jadi untuk saat ini kita menunggu dan beharap program dari Plt.wali kota untuk kemajuan pendidikan di kota pematangsiantar”.tutupnya.
Toni Tambunan.






