Home / Berita

Jumat, 18 Maret 2022 - 09:30 WIB

Mutu Pendidikan di Kota Pematangsiantar Diambang Kehancuran

Viewer: 488
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 36 Detik

Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Sejak dulu Kota Pematangsiantar di kenal dengan Kota Pendidikan, tapi untuk sekarang ini semua itu tinggal mimpi karena dunia pendidikan di Kota Pematangsiantar sudah anjlok atau diambang kehancuran. Hal ini di katakan Armaya Siregar selaku pemerhati pendidikan di kota Pematangsiantar saat bincang-bincang dengan beberapa awak media Kamis,(17/3/22).

Menurut analisis Armaya, anjloknya mutu pendidikan khususnya di dinas pendidikan (Disdik) Kota Pematangsiantar dikarenakan kebanyakan kepala sekolah SDN dan SMPN diduduki kepala sekolah pelaksana tugas (Plt). 

“Bagaimana mau maju pendidikan kita ini, kebanyakan kepala sekolah kita didominasi Plt , mana bisa seorang Plt membuat sebuah kebijakan, ini lah salah satu penghalang kemajuan pendidikan di kota kita ini jadi kalau mau cepat maju pendidikan di Siantar ini didepenitifkan lah semua kepseknya”.kata Armaya.

Baca Juga  Dandim 1203/Ktp Puji Sinergitas Dan keseriusan Babinsa Jajaran Kodim 1203/Ktp Dalam Mensukseskan PPKM Mikro Di Wilayah.

Juga kata Armaya, Belum lagi kita dikejutkan dengan kebijakan Plt.Wali Kota Pematangsiantar yang langsung mengganti Plt Kepala dinas (Kadis) Pendidikan Rosmayana dengan Kadis Pariwisata Kusdianto yang menjadi Plt Kadis Pendidikan.

Juga menurut Armaya, Anjloknya pendidikan di kota Pematangsiantar dibubuhi dengan adanya kebijakan regruping sekolah dasar negeri (SDN) baru-baru ini yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan kota Pematangsiantar.

“terkait dilakukan  regruping SDN dikota Pematangsiantar membuat dunia pendidikan kota Siantar semakin anjlok (hancur) karena melakukan regruping tidak ada nilai plusnya” ungkap Armaya

Armaya mengamati kerugian dari dampak regruping adalah cara guru mengajar dikelas tidak maksimal. Kalau ingin mau memajukan suatu pendidikan guru harus sebanding dengan siswa yakni “jumlah siswa per rombel harus sebanyak 15 orang dan paling banyak 25 orang, baru dikatakan sebanding dengan guru. Jadi guru bisa mengetahui kebutuhan siswa. jelasnya.

Baca Juga  Sambut HUT ke-77 RI, Satgas TMMD latih upacara bendera kepada SDN 11 Sepan Padang

“Jadi kalau ada siswa dalam satu rombel 30 orang bisa dikatakan tidak efisien lagi, karena guru tersebut tidak bisa melihat satu per satu kebutuhan peserta didik tersebut. bukan hanya itu saja, dalam cara belajar mengajar pun tidak maksimal lagi, jadi untuk saat ini kita menunggu dan beharap program dari Plt.wali kota untuk kemajuan pendidikan di kota pematangsiantar”.tutupnya.

Toni Tambunan.

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Semester I 2016, Semen Baturaja Raup Laba Rp 130,81 Miliar

Berita

Kapolda Kalbar Pimpin Langsung Apel Kesiapan Penanggulangan Karhutla

Berita

Wabup Wahyudi Menghadiri Monitoring dan Evaluasi PPKM Berbasis Desa di Kecamatan Suhaid

Berita

Pererat Tali Silaturahmi dengan Masyarakat Perbatasan, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Lakukan Anjangsana ke Rumah Warga.*

Berita

Wali Kota Diminta Evaluasi atas Pelayanan Puskemas di Medan yang Dikeluhkan Pasien BPJS

Berita

Jalin Komunikasi dengan Komponen Bangsa, Pangdam XII/Tpr Terima Silaturahmi BPW KKSS Kalbar*

Arsip

433 Warga Garut Mengungsi Akibat Banjir Bandang

Berita

Pemko P.Sidempuan Bersama KPKNL Rapat Bahas Penilaian dan Pelelangan BMD