Home / Berita

Sabtu, 23 Januari 2021 - 22:29 WIB

Otak manusia memiliki sel saraf lebih banyak daripada jumlah bintang di galaksi ‘

Viewer: 558
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 57 Detik

Kompasnasional l Meskipun banyak kemajuan telah dicapai dalam beberapa tahun terakhir, otak tetap merupakan organ yang misterius dan kompleks, penuh dengan rahasia yang menanti untuk dibuka.

Dari sekian banyak penelitian tentang otak, hanya segelintir orang yang memiliki pengetahuan tentangnya seperti Facundo Manes. Ia telah menjadikan otak sebagai subjek studi yang ia teliti.

Manes, yang lahir di Argentina, meraih gelar doktor di bidang sains dari University of Cambridge, gelar tertinggi diberikan untuk penelitian terkemuka di bidang ilmiah.

Ia telah menerbitkan sejumlah buku dan memandu program televisi yang bertujuan memberi pengetahuan kepada publik tentang perekembangan ilmiah terbaru dalam ilmu saraf.
Dalam buku tersebut, keduanya membongkar isu-isu kontemporer seperti dampak teknologi baru pada otak, neuroetika, dan peran sains sebagai mediator dalam masalah sosial.

Otak menarik karena, di antara kualitas-kualitas lainnya, adalah satu-satunya organ tubuh yang mencoba menjelaskan dirinya sendiri.

Baca Juga  OJK Ungkap Pihak yang Bakal Ganti Rugi di Kasus Pembobolan RDN

Kita bisa menyadari semua yang kita lakukan berkat otak, mulai dari bernapas, membaca wawancara ini hingga menanyakan pertanyaan filosofis.

Otak adalah struktur paling kompleks dan penuh teka-teki di alam semesta. Organ itu juga berisi lebih banyak neuron (sel saraf) daripada jumlah bintang di galaksi.

Sebarapa banyak yang kita ketahui tentangnya?
Selama beberapa dekade terakhir, kita telah belajar lebih banyak tentang otak daripada semua sejarah manusia.

Sekadar menyebutkan beberapa penemuan: penelitian menunjukkan bahwa ingatan, bertentangan dengan persepsi umum, bukanlah kotak tempat kita menyimpan ingatan, tetapi itu adalah ingatan terakhir kita.

Kita tahu sekarang bahwa neuron terus menerus diciptakan sepanjang hidup kita, bahkan di masa dewasa.

Penelitian lain membuat kita memiliki pemahaman yang lebih baik tentang empati, area penting dalam otak yang berkaitan dengan bahasa, mekanisme emosi otak, dan sirkuit saraf yang terlibat dalam melihat dan menafsirkan dunia di sekitar kita.

Baca Juga  Pangdam XII/TPR dan Forkopimda Hadiri Penyerahan Santunan Untuk Ahli Waris Korban Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ-182*

Kemajuan signifikan telah dibuat dalam deteksi dini penyakit kejiwaan dan neurologis, dan kita memperdalam pengetahuan kita tentang proses pembelajaran.

Pengetahuan kita tentang otak berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup baik individu maupun masyarakat secara keseluruhan.

Sepanjang hidup kita, otak kita terus-menerus berubah. Maka dari itu, otak adalah organ yang fleksibel dan adaptif.

Neuroplastisitas, kapasitas sistem saraf untuk memodifikasi atau beradaptasi terhadap perubahan, memungkinkan neuron untuk mengatur ulang sendiri dengan membentuk koneksi baru dan menyesuaikan aktivitasnya sebagai respons terhadap perubahan lingkungan.

Dengan kata lain, pengalaman kita mengubah otak kita secara permanen.

Ini adalah salah satu mekanisme utama yang membuat spesies kita berevolusi dan beradaptasi dari waktu ke waktu. (BBCC/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Jalin Silaturahmi, Kapolres Ketapang Kunjungi Tokoh Agama Kecamatan Matan Hilir Utara

Berita

Polda,KPU Dan Bawaslu,Siap Amankan Pemilu 2020,Ikuti vicon Wakapolri

Berita

Aipda Widi Suryadi Pimpin Pelaksanaan Apel Pagi.

Berita

SUANDI DAN H. UMARDANI JUAL GALIAN C ILEGAL, PT. BNS JADI PENAMPUNG, MELANGGAR PASAL 480 KUHP.

Berita

Tinjau Terminal Barang Internasional Dan Program BSPS di Kapuas Hulu 

Berita

Hari Bhayangkara ke-75, Polda Kalbar Gelar Upacara Ziarah Di TMP Dharma Patria Jaya

Berita

DPRD Nias Selatan laksanakan sidang paripurna Ranperda Jalan Saonigeho KM 3 Teluk Dalam

Berita

Bupati Kapuas Hulu Sis Menghadiri Musdat Dayak Kantuk