Viewer: 703
0 0

Home / Internasional

Sabtu, 12 September 2020 - 20:10 WIB

Negosiasi Damai, Afghanistan Dialog dengan Taliban

Viewer: 704
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 29 Detik

Kompasnasional | Pemerintah Afghanistan bertemu dengan perwakilan Taliban di Doha, Qatar pada Sabtu (12/9) ini untuk membahas negosiasi perdamaian. Pemimpin proses perdamaian, Abdullah Abdullah, menyerukan gencatan senjata.
Abdullah juga menyoroti jumlah korban jiwa akibat perang yang sedang berlangsung. Setidaknya sebanyak 12 ribu warga sipil tewas dan 15 ribu lainnya terluka sejak Amerika Serikat dan Taliban meneken kesepakatan pada Februari lalu.

“Kita harus menggunakan kesempatan yang luar biasa ini untuk berdamai. Kita harus menghentikan kekerasan dan menyetujui gencatan senjata secepat mungkin. Kita ingin gencatan senjata kemanusiaan,” kata Abdullah saat pembukaan.

Menurut Pompeo, kedua pihak harus menyempurnakan sikap bagaimana memajukan negara dengan tujuan mengurangi kekerasan. Juga memberikan apa yang dituntut oleh rakyat Afganistan.

Baca Juga  Biadab! Ini Video Muslim Palestina Sholat Ditendang Polisi Israel, Tiga Tewas

“Afganistan yang berdamai dengan pemerintah adalah cerminan negara yang tidak berperang,” kata Pompeo

Sebagaimana dilansir AFP, dialog berlangsung dalam ruang konferensi hotel yang sangat besar. Kursi yang ditempati delegasi diletakkan berjauhan untuk menerapkan social distancing.

Namun, kesepakatan perdamaian yang komprehensif memakan waktu bertahun-tahun. Terlebih akan bergantung pada kesediaan dua belah pihak untuk menyamakan visi mereka yang selama ini berbeda.

Taliban sendiri menolak untuk mengakui pemerintahan Presiden Ashraf Ghani. Mereka akan mendesak pemerintahan untuk kembali menjadikan Afganistan sebagai kesatuan negara Islam.

Sementara, pemerintahan yang dipimpin Ghani akan mempertahankan kedudukan mereka yang didukung negara Barat. Terlebih negara Barat telah mendukung banyak hak, salah satunya hak kebebasan bagi perempuan.

Baca Juga  Prancis menggelontorkan stimulus 100 miliar euro untuk mendongkrak kembali ekonomi

Warga Ibu Kota Kabul, Obaidullah, ragu dengan perdamaian yang sedang dibicarakan berlangsung dengan cepat. Terlebih perang berlangsung sangat lama, dari janggutnya hitam hingga beruban.

“Saya skeptis dengan pembicaraan ini karena kedua pihak sama-sama ingin menerapkan sistem dan semua kegiatan mereka,” kata Obaidullah.

Secara diam-diam, Qatar telan menjadi pemandu proses perdamaian yang sulit. Pada 2013 mereka mengundang Taliban untuk membuka kantor politik dan membantu menengahi kesepakatan penarikan pasukan antara Washington dan Taliban pada Februari lalu.(CNNI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Pemerintah Tunggu Rekomendasi Polri-BIN soal Kaca Antipeluru di DPR

Berita

Presiden Palestina Bertemu Raja Yordania Bahas Kondisi Yerusalem

Internasional

Erdogan Tegaskan Turki Butuh Israel

Internasional

WHO dan UNESCO Tegaskan Peran Jurnalis Dukung Vaksinasi Covid-19

Internasional

Kim Jong-un Ibaratkan K-Pop Seperti ‘Kanker Ganas’

Arsip

Rambut John Lennon laku dilelang 400 juta Rupiah
Foto ini didistribusikan oleh pemerintah Korea

Berita

Rudal Korut Terbang di Atas Wilayah Jepang

Berita

Israel Akan Kirim Pesawat Antariksa ke Bulan pada 2019, Ternyata Ini Tujuannya