Home / Berita

Rabu, 9 Juni 2021 - 16:03 WIB

Manfaatkan Lahan Kosong, Personel Armed Hasilkan 800 Kg Ikan Lele

Viewer: 389
0 0
Terakhir Dibaca:49 Detik

Kompas Nasional.com.Landak, Rabu (9/6/21) – Dengan memanfaatkan lahan kosong, personel Yonarmed 16/Komposit, Ngabang, Landak, mengembangkan budidaya ikan lele yang dilakukan personel dari Baterai (Kompi).

Budidaya ikan lele dilakukan personel Baterai selepas jam kerja,” demikian disampaikan Danyonarmed 16/Kmp Letkol Arm Arm Yoga Permana.

Ia menambahkan, sebelumnya personel mendapat pembekalan dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Landak, dimana benih ikan lele tersebut dipelihara selama kurang lebih 4 bulan dan selalu dilakukan penyortiran untuk mengantisipasi saling makan, karena ikan ini termasuk ikan kanibal.

Baca Juga  Lindungi Masyarakat Perbatasan, Satgas Yonif Mekanis 643 Gelar Serbuan Vaksinasi Covid-19

Penyortiran dilakukan setiap bulannya, untuk memisahkan yang sudah besar dengan yang masih kecil agar tidak saling makan,” kata Danyon.

Dikatakan juga, untuk ukuran kolam 5M x 10M ditanami 6.000 ekor benih lele dengan harapan yang hidup 5.000 ekor mengabiskan sekitar 400 Kg pakan ikan.

Baca Juga  Dorong Percepatan Pembangunan Pontianak Utara

Dengan tidak melupakan tugas pokok, disini mereka dilatih untuk mandiri baik berkebun atau beternak, dengan harapan begitu memasuki purna tugas nantinya sudah ada bekal kegiatan di hari tua,” tandasnya.

(Korda Kalbar Abd. Rahman).

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Hargai Tenaga Medis, Mari Kurangi Beban Mereka Dengan Protokol Kesehatan

Berita

POLRES MELAWI LAKUKAN PENERTIPAN LALULINTAS DAN PROTKES*

Berita

Babinsa Karimunting Sertu Sugiyanto Terima Penghargaan Dari Dandim 1202/Singkawang

Berita

Cegah Penyebaran Covid-19, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Lakukan Sosialisasi Dan Pembagian Masker Di Jalan Lintas Batas.

Berita

“Di situ pak Situmorang dan bupati cerita sebelumnya yang ngerjakan proyek jembatan di batubara Johan namanya, tapi kerjanya nggak beres. Kebetulan pak Situmorang mengaku perusahaannya ahli dibidang konstruksi jembatan,” sebut Ayen. Hingga akhirnya, OK Arya menyerahkan draft proyek Dinas PUPR Batubara kepada Ayen untuk diberikan kepada Maringan Situmorang. “Di Desember bupati ada kasih draft proyek untuk diserahkan ke Situmorang. Disitu ada ditandai tulisan ‘situ’. Karena saat itu saya mau olahraga, saya foto saja, kalau nggak salah dua atau tiga lembar. Setelah itu saya print lalu dikasih ke Situmorang. Saya tak terlalu perhatikan proyek-proyek apa saja,” jelasnya. Disinggung, mengapa mau menjadi tempat penitipan uang dari rekanan Pemkab Batubara untuk diserahkan kepada OK Arya, Ayen mengaku khilaf. “Saya khilaf. Semua demi menjaga hubungan bisnis karena keduanya sering beli mobil sama saya. Apalagi sebelumnya mereka ada nitip uang Rp 1 miliar, tapi nggak ada masalah. Tapi yang terakhir ini saya justru jadi terlibat,” sebutnya. KPK menangkap dua orang kontraktor, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar beserta Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain, Kepala Dinas PUPR Helman Herdadi dan pemilik Ada Jadi Mobil, Sujendi Tarsono alias Ayen pada 13 September 2017 dari sejumlah lokasi berbeda di Medan dan Batubara. Penangkapan kelimanya dilakukan terkait kasus penyuapan senilai Rp 4,1 miliar. Total uang suap tersebut diberikan Maringan dan Syaiful, diduga sebagai persenan untuk OK Arya setelah mendapatkan sejumlah proyek yang dananya tertampung pada APBD Batubara Tahun Anggaran (TA) 2017.(*)

Berita

Warga Patuhi Larangan Malam Tahun Baru

Berita

Pemuda se-Jabodetabek Deklarasi Dukung Jokowi-Maruf Amin

Berita

Tumbuhkan Semangat Gotong Royong Babinsa Pelimpaan Bersama Warga Timbun Jalan Berlobang