Viewer: 775
0 0

Home / Politik

Jumat, 12 Juni 2020 - 09:18 WIB

Mahasiswa Doktor Ilmu Politik UIN Usulkan E-voting Pemilu lewat Gawai

Viewer: 776
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 13 Detik

Kompasnasional | Mahasiswa Program Doktor Pengkajian Islam Bidang Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Saepudin Muhtar mengusulkan pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) dengan pemungutan suara secara elektronik atau electronic voting (e-voting) melalui gawai (gadget).

“Dengan adanya pandemi virus corona atau COVID-19 ini kan semua bertransformasi, semua berbasis daring. Sehingga, dalam proses pemilu pun tidak luput dari daring,” sebut Gus Udin, sapaan akrabnya, saat ditemui di Cibinong Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/6).

Menurutnya, kini masyarakat pada umumnya sudah memiliki gawai, maka pemerintah tinggal menyiapkan fasilitas pendukung yang canggih, sehingga pelaksanaan e-voting bisa berlangsung lebih efisien dari pemilu secara konvensional.

Baca Juga  Peduli Kemanusian Asner Anjangsana ke Rumah Roida Siregar Penderita Kanker Payudara Stadium 4

Penyandang magister ilmu hukum ini menaksir bahwa pendanaan e-voting ini akan lebih murah jika dibandingkan dengan dana pemilu yang setiap tahunnya disiapkan dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) maupun anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk pemilihan kepala daerah.

“Secara hitung-hitungan lebih murah. Pemerintah tinggal membuat barcode dan penyediaan alat fingerprint yang umumnya sudah tersedia di perkantoran pemerintah,” tutur mahasiswa yang juga aktif pada kajian politik saat mengenyam pendidikan magister ilmu politik di Internasional Islamic University Malaysia (IIUM).

Baca Juga  Dear Mas AHY, Anda Harus Belajar Nggak Dibantuin Bapak, Lihat Nih Contoh Nyata, Kaesang..

Di samping itu, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Perencana Pembangunan Strategis Kabupaten Bogor itu menyebutkan bahwa penerapan e-voting relatif lebih aman jika dibandingkan dengan pemilu konvensional yang kerap bermasalah pada distribusi kertas suara pascapencoblosan.

“Melalui e-voting akan real time penghitungan suara. Kalau konvensional justru suara mengendap dulu di desa-desa atau kelurahan, rentan kecurangan,” terangnya. (IK/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Politik

PA 212 Minta Jokowi Diberhentikan PBB: Jangan Menjadikan Presiden Sasaran Amarah

Politik

Temui Langsung Surya Paloh, Jokowi Disebut Memohon agar Adik Iparnya Tak Direkomendasikan di Pilkada

Politik

Tanggapi Fadli Zon, Irma Suryani: Bukannya Menyantuni Malah Bikin Puisi Basi

Politik

Filosofi Kopi Moeldoko, Sentil Isu Kudeta Demokrat?

Politik

Hamzah Haz Khawatir PPP Hilang di Pemilu 2024

Politik

Minta Megawati Tindak Ribka Tjiptaning, Muannas: Kalau Tidak, Biar Kita Proses Hukum

Berita

Pilkada 2020 Simalungun Paslon Radiapoh-Zonny Unggul Sementara

Politik

PDIP Pecat Akhyar Nasution: Khianati Partai, Keburu Nafsu, dan Ambisi Kekuasaan