Viewer: 845
0 0

Home / Politik

Jumat, 12 Juni 2020 - 09:18 WIB

Mahasiswa Doktor Ilmu Politik UIN Usulkan E-voting Pemilu lewat Gawai

Viewer: 846
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 13 Detik

Kompasnasional | Mahasiswa Program Doktor Pengkajian Islam Bidang Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Saepudin Muhtar mengusulkan pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) dengan pemungutan suara secara elektronik atau electronic voting (e-voting) melalui gawai (gadget).

“Dengan adanya pandemi virus corona atau COVID-19 ini kan semua bertransformasi, semua berbasis daring. Sehingga, dalam proses pemilu pun tidak luput dari daring,” sebut Gus Udin, sapaan akrabnya, saat ditemui di Cibinong Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/6).

Menurutnya, kini masyarakat pada umumnya sudah memiliki gawai, maka pemerintah tinggal menyiapkan fasilitas pendukung yang canggih, sehingga pelaksanaan e-voting bisa berlangsung lebih efisien dari pemilu secara konvensional.

Baca Juga  Peduli Kebutuhan Masyarakat, Joneri Sihite Sumbangkan Mobil Ambulance

Penyandang magister ilmu hukum ini menaksir bahwa pendanaan e-voting ini akan lebih murah jika dibandingkan dengan dana pemilu yang setiap tahunnya disiapkan dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) maupun anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk pemilihan kepala daerah.

“Secara hitung-hitungan lebih murah. Pemerintah tinggal membuat barcode dan penyediaan alat fingerprint yang umumnya sudah tersedia di perkantoran pemerintah,” tutur mahasiswa yang juga aktif pada kajian politik saat mengenyam pendidikan magister ilmu politik di Internasional Islamic University Malaysia (IIUM).

Baca Juga  Maju Lewat Jalur Independen, Fakhrizal Tegaskan Bukan Anti-Parpol

Di samping itu, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Perencana Pembangunan Strategis Kabupaten Bogor itu menyebutkan bahwa penerapan e-voting relatif lebih aman jika dibandingkan dengan pemilu konvensional yang kerap bermasalah pada distribusi kertas suara pascapencoblosan.

“Melalui e-voting akan real time penghitungan suara. Kalau konvensional justru suara mengendap dulu di desa-desa atau kelurahan, rentan kecurangan,” terangnya. (IK/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Foto penampakan Gedung Kejari Medan yang roboh

Berita

Gedung Kejari Medan Roboh Berujung Kontraktor Balikin Duit Rp 1,4 M

Politik

Demo Tolak RUU HIP Digelar Siang Nanti

Politik

Eggi Sudjana tak Penuhi Panggilan Penyidik, Kuasa Hukum Bilang Begini

Politik

Partai Koalisi Pemerintah Disarankan Berlanjut di 2024

Politik

PA 212 Sarankan Prabowo Tak Maju Pilpres 2024, Ini Alasannya

Politik

Fraksi PDIP Sebut Anies Ingkar Janji Izinkan Reklamasi di Ancol

Politik

Demokrat Sudah Pecat 7 Kader Terlibat Kudeta AHY

Politik

Benny Harman Bela Mbak You, Muannas Alaidid Singgung SBY: Tuhan Tidak Suka