Viewer: 850
0 0

Home / Berita

Kamis, 10 September 2020 - 19:59 WIB

Luar Biasa Kota Pontianak Raih Peringkat Pertama Kualitas Udara Terbersih

Viewer: 851
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 11 Detik

Penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
 
 
KOMPAS NASIONAL | Pontianak Kalbar – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menempatkan Kota Pontianak pada peringkat pertama dalam pelaksanaan evaluasi kualitas udara perkotaan tahun 2019 kategori kota besar.

Penghargaan yang ditandatangani Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, MR Karliansyah diserahkan pada pertengahan tahun 2020.

 
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan dengan disematkannya Kota Pontianak peringkat pertama hasil evaluasi kualitas udara perkotaan, menjadi salah satu motivasi untuk terus berupaya menjaga kualitas udara di kota ini.

Ia menilai penghargaan dalam bentuk sertifikat itu sebagai wujud apresiasi dari KLHK kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dalam menjaga kualitas udara tetap bersih dan sehat.

Namun diakuinya masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan.

Seperti masih ada sebagian masyarakat yang kurang sadar dan mengerti tentang arti penghijauan dan keberadaan pohon dalam menjaga kualitas udara tetap bersih, katanya di ruang kerjanya, Kamis (10/9).

Baca Juga  LAN Siap Bersinergi Bantu Pemprov Kalbar Dan BNN Berantas Narkoba

 
Upaya dalam menjaga kualitas udara di Kota Pontianak diantaranya dengan melakukan pengawasan terhadap industri agar tetap mengikuti aturan serta tidak mencemari lingkungan.

Kemudian juga terhadap gas buang yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor yang dapat mengurangi kualitas udara dan menimbulkan polusi udara.

Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak secara berkala melakukan uji emisi gas buang terhadap kendaraan bermotor sebagai upaya menjaga kualitas udara ujar Edi.

 
Selain itu,
Pemkot Pontianak juga telah mencanangkan Jumat Bersepeda ke kantor bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup kerjanya.

Tujuannya agar penggunaan kendaraan bermotor berkurang sehingga polusi udara yang ditimbulkan dari asap kendaraan bisa diminimalisir.

Menanam pohon juga sebagai upaya dalam menjaga kualitas udara tetap bersih dan sehat.

Bahkan Edi menargetkan tahun 2022 mendatang, 95 persen lahan terbuka sudah ditanami pepohonan.

Mulai di badan jalan, ruang publik dan areal lainnya.

Dengan demikian ruang terbuka hijau akan semakin luas.

Sehingga bisa berdampak secara signifikan terhadap peningkatan kualitas udara, ungkapnya.

Baca Juga  Ketua PKK Pusat Kunjungi Kampung Ulos Huta Raja dan Ingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan

 
Diakuinya, penilaian dari KLHK pada 2019 yang menyatakan udara Kota Pontianak masuk kategori bersih dan sehat, hal ini dikarenakan pada 2019 lalu hingga 2020 tidak terjadi musim kemarau panjang.

Hal itu pula yang menyebabkan tidak terjadi kebakaran lahan dan tentunya tidak ada asap yang memasuki wilayah Kota Pontianak.

Kendati demikian, tatkala memasuki musim kemarau, apabila terjadi kebakaran lahan, bisa mempengaruhi kualitas udara di Pontianak.

Karena Pontianak mendapat asap kiriman yang menyebabkan kualitas udara di Kota Pontianak menurun, ucap Edi.

 
Dia mengimbau masyarakat di Kota Pontianak agar tidak membakar sampah sembarangan terutama pada bahan yang mudah menimbulkan pencemaran.

Limbah rumah tangga dan industri yang ada di Kota Pontianak diharapkan tetap terjaga.

Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan kita dengan mengurangi pencemaran udara agar tetap nyaman, bersih dan sehat, pungkasnya.

Hasnan sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Masyarakat Desa Lubuk Agung Datangi Kantor Desa, Persoalan dengan PT RBU

Berita

Walikota Psp Berita Psp. Hadiri Pembekalan Pemberangkatan KKL UGNP

Berita

Bupati Samosir: Mari Bersinergi, Mengontrol, dan Memberitakan secara Berimbang Kinerja Bupati/Wakil Bupati Samosir

Berita

Suratman Sudjud Resmi Mendaftar Sebagai Calon Rektor Unkhair

Berita

Pukat Trowl dan Bom Ikan Merajalela, Ketua KTNA Tapteng Minta APH Bertindak

Berita

Sambut HUT ke-64 Tahun,Pemprov Kalbar,Ziarah Ke Makam Pahlawan

Arsip

Maret 2017, Beli Gas Elpiji 3 Kg Bersubsidi Harus Pakai Kartu Sejahtera Kemensos

Berita

Duduk Perkara KPK Geledah Kantor BI, Diduga Dana CSR Masuk Kantong Pribadi