Viewer: 1437
0 0
Viewer: 1438
0 0

Home / Berita

Senin, 21 Desember 2020 - 08:43 WIB

Limbah Tambang Kusubibi Ancam Kesehatan Warga

Viewer: 1439
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 34 Detik

HALSEL – KOMPAS NASIONAL | Tambang rakyat di Desa Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat, Halsel, maluku Utara (Malut) jadi ancaman bagi warga Kususbibi, pasalnya cemaran cianida dan merkuri mengancam keselamatan warga Desa Kusubibi

Dari data yang diterima Kompasnasional.com bahwa Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia (APRI) Kabupaten Halmahera Selatan mencatat bahwa ada 15 pengusaha yang mengelola hasil tambang dengan menggunakan tong, Sementara dari masing-masing pengusaha memiliki lebih dari 1 tong, sedangkan total tong yang tersebar di area pertambangan sekitar 30 tong yang beroprasi

Sedangkan pengelolan emas dengan menggunakan tong sangat berdampak pada pencemaran lingkungan, selain berdapak pada pencemaran lingkungan, pengelolaan’nya menggunakan campuran cianida, merkuri atau bahan kimia berbahaya lainya yang dapat mengancam Jiwa manusia.

Sementara itu, dari pengakuan warga bahwa sudah hampir dua bulan warga sudah tidak lagi mengonsumsi air yang bersumber dari PDAM. Sebab warga takut air yang di konsumsi telah tercemari limbah tambang.

Baca Juga  Traffic Light di Medan Merah Serentak Saat Detik-detik Proklamasi HUT RI

“Sudah hampir dua bulan warga Desa Kusubibi tidak lagi mengonsumsi air yang bersumber dari PDAM, Sebab kami khawatir air yang dikonsumsi sudah tercemari limbah berbahaya,” Ungkap Hi Sadek, warga Desa Kusubibi, Minggu (21/12)

Hi Sadek yang juga merupakan Ketua adat togale Desa Kusubibi ini mengatakan bahwa saluran pipa PDAM sudah terlewati limbah tambang sehingga warga takut untuk mengonsumsi air yang bersumber dari PDAM

“Kami takut jangan sampai pipa itu ada yang bocor sehingga tecampur limbah,” ucapnya

Baca Juga  Pemkab Mempawah Sambut Baik Kedatangan Komisi I DPRD Provinsi Kalbar

Untuk itu, warga Desa kusubibi memilih mengonsumsi air sungai yang jauh dari lokasi tambang dengan menggunakan kendaraan roda dua

“Untuk skarang warga peroleh air minum dari sungai yang jauh dari area tambang dengan menggunakan motor,” Tandasnya

Selain itu, kata Hi Sadek bahwa jarak pemukiman warga dengan tempat pengambilan air bersih itu 1 km, maka sebagian warga yang tak memiliki kendaraan terpaksa harus membeli air per gelon dengan harga 10.000

Maka dengan adanya Keluhan ini, Dirinya juga berharap semoga ada perhatian dari pemerintah daerah “semoga ada perhatian dari pemerintah daerah, sebelum semuanya terlambat,” Harapnya

(Hafik)

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Pasha Soal Sewa Rumah Rp 1 M: Informasi Ngaco, Cuma Rp 60 Juta/Bulan

Berita

KPK Geledah Rumah James Riady Terkait Dugaan Suap Perizinan Meikarta

Berita

Fahri Hamzah desak pengesahan Provinsi Pulau Sumbawa

Berita

Pelantikan Pengurus Persatuan Orang Melayu Di Kantor Camat Pontianak Timur

Berita

Memeriahkan Hari Bhayangkara yang ke-76, Polres Kayong Utara Gelar Turnamen Volly Kapolres Cup

Berita

GUBERNUR KALBAR BERSAMA KEPALA BPKP KALBAR TANDA TANGANI NOTA KESEPAKATAN

Berita

Tour De Aruk G310K, Pangdam XII/Tpr Pimpin Gowes Menuju Tapal Batas RI-Malaysia*

Berita

Rapat Paripurna di DPRD Samosir Terkait Pembahasan dan Persetujuan atas Ranperda APBD 2021