KompasNasional.com – Bandara Mutiara Sis Al Jufri Kota Palu ditutup sementra dari pukul 19.26 WITA hingga 29 September 2018 pukul 19.20 WITA. Bandara di Kota Palu ditutup kerana terdampak gempa berkekuatan 7,4 magnitudo mengguncang Donggala dan Palu.
Landasan pacu (runway) bandara tersebut retak sepanjang 500 meter. Hal itu diungkapkan oleh Menkopolhukm Wiranto saat konferensi pers di kantor Kemenkopolhukam, Sabtu (29/9) dini hari.
“Runway 2.500 meter ternyata ada 500 meter retak. Perlu dicek besok sehingga enggak mungkin didadarati dengan pesawat Boing 737 dan sebagainya,”kata Wiranto.
Namun di saat keadaan bencana alam seperti ini, kata Wiranto, keberadaan bandara sangat diperlukan untuk mengirimkan bantuan logistik bagi para korban gempa.
“Kita harapkan sisa 2.000 meter bisa pakai pesawat hercules. Dari hercules itu kita bisa mempercepat bantuan, obat, makanan, alat kesehatan. Besok pagi akan dilakukan pengecekan terakhir oleh Menhub,” terang Wiranto.
Sebelumnya, berdasarkan notam (Notice To Airmen) nomor H07377/18 yang dikeluarkan oleh AirNav Indonesia, Bandara Mutiara Sis Al Jufri yang terletak di Palu ditutup sementara.
“Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri Palu ditutup dari 28 September 2018 pukul 19.26 WITA sampai dengan estimasi 29 September 2018 pukul 19.20 WITA karena terdampak gempa bumi,” ujar AirNav Indonesia dalam keterangan resmi yang diterima kumparan.
Donggala sudah diguncang beberapa kali gempa sejak pukul 13.25 WIB. Kekuatannya bervariasi, mulai 5,3 magnintudo, 6 magnitudo, 5,0 magnitudo hingga puncaknya sebesar 7,4 magnitudo sekitar pukul 17.02 WIB.
Gempa 7,4 magnitudo berpusat di 27 kilometer timur laut Kabupaten Donggala. Sementara kedalaman gempa berada di 10 km di bawah permukaan laut.(Kumparan/TR)






