Home / Berita / Kriminal / Nasional / Reviews

Sabtu, 10 Maret 2018 - 12:06 WIB

KPK Tangkap Muchtar Efendi Tersangka Kasus Pidana Pencucian Uang

Muchtar Effendi---ANTARA/M Agung Rajasa

Muchtar Effendi---ANTARA/M Agung Rajasa

Viewer: 682
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 48 Detik

KompasNasioanal.com, Jakarta || Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan Muchtar Effendi sebagai tersangka. Kali ini, teman dekat Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) M Akil Mochtar ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“KPK menemukan dugaan ME melakukan tindak pidana pencucian uang,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 9 Maret 2018.

Dari putusan perkara Akil Mochtar dan putusan mantan Bupati Empat Lawang Budi Antoni Al Jufri dan istrinya Suzanna, serta putusan mantan Wali Kota Palembang Romi Herton dan istrinya Masitoh, Muchtar disebut telah menerima uang dari sejumlah pihak terkait sengketa pilkada di MK.

Dalam putusan itu, Muchtar menerima titipan uang untuk Akil Mochtar senilai Rp10 miliar dan USD500 ribu dari Budi Antoni dan Suzanna terkait sengketa Pilkada Empat Lawang di MK. Sementara dari Romi Herton dan Masitoh, Muchtar diduga telah menerima titipan uang sebesar total Rp20 miliar secara bertahap terkait sengketa Pilkada Palembang di MK.

Baca Juga  Polda Kalbar Berhasil Meringkus 638 Tersangka Tindak Kejahatan Jalanan

Dari total Rp35 miliar yang diterimanya ini, Muchtar diduga menyerahkan sebesar Rp17,5 miliar kepada Akil Mochtar untuk kepentingan pribadi, kemudian kepada CV Ratu Samagat sebesar Rp3,8 miliar. Sementara sisanya sebesar Rp13,5 miliar diduga dikelola Muchtar atas sepengetahuan dan persetujuan Akil Mochtar untuk membeli sejumlah aset.

“Tersangka ME diduga telah membelanjakan sejumlah Rp13,5 miliar tersebut berupa tanah dan bangunan, puluhan kendaraan roda empat dan belasan kendaraan roda dua yang diatasnamakan orang lain,” ucap Basaria.

Atas perbuatannya, Muchtar disangkakan melanggar Pasal 3 dan atau Pasal 4 Undang-undang nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga  4 Tersangka Narkoba Ditangkap Main Judi, di Kompleks Perumahan PT BSP

Muchtar Effendi disebut sebagai gatekeeper dalam kasus pencucian uang yang menjerat mantan Ketua MK Akil Mochtar. Terlebih, Muchtar Effendi merupakan orang dekat Akil Mochtar.

Tak hanya itu, KPK pernah menyita 25 mobil yang berkaitan dengan Muchtar Effendi. Dia diduga sebagai perantara suap untuk Akil Mochtar dan berperan aktif menyamarkan asal-usul harta kekayaan yang diperoleh dari tindak pidana korupsi.

Sampai akhirnya, KPK menetapkan Muchtar Effendi sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi Maret 2017. Muchtar Effendi diduga bersama-sama Akil Mochtar menerima hadiah atau janji untuk mempengaruhi putusan sengketa Pilkada.(Metrotvnews/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Edukasi Tentang Penyakit Mulut dan Kuku oleh Satgas Ops II Aman Nusa Polda Kalbar

Berita

Liverpool Tantang AS Roma di Semifinal Liga Champions Eropa

Berita

Kawanan Gajah Liar Masih Berkeliaran di Desa Koto Garo, Masyarakat minta BKSDA Turunkan Tim Kembali

Berita

Babinsa Koramil 07/Sintang Cek Kebakaran 2 Blok Ruko di Komplek Pasar Sui Durian

Kriminal

Tim Tabur Kejati Sumut tangkap buronan korupsi DPO Kejari Deli Serdang

Berita

Berduan di Kamar Kos Habis Nyabu Rafles & Novita Diciduk Polisi

Berita

Aparat gabungan Gelar Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan Di Batang.

Berita

Syekh Ali Jaber Wafat, Mahfud MD: Beliau Penyambung Aspirasi Umat dan Pemerintah