Home / Berita / Korupsi

Rabu, 10 Januari 2018 - 15:08 WIB

KPK Juga Tetapkan Dokter RS Permata Hijau yang Tangani Setnov sebagai Tersangka

Viewer: 626
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 47 Detik

KompasNasional.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak hanya menetapkan Pengacara Setya Novanto (Setnov), Fredrich Yunadi sebagai tersangka. Lembaga pimpinan Agus Rahardjo Cs juga menetapkan seorang Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau sebagai tersangka.

Sebagaimana hal itu terungkap berdasarkan keterangan dari kuasa hukum Fredrich Yunadi, Supriyanto Refa.‎ Kata Supriyanto, Fredrich ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Dokter RS Medika Permata Hijau, Jakarta, Bimanesh Sutarjo.

“Jadi dia (Fredrich) bersama-sama dengan Dokter Bimanesh melakukan tindak pidana mencegah, merintangi, dan menggagalkan penyidikan tindak pidana korupsi,” kata Supriyanto saat dikonfirmasi awak media, Rabu (10/1/2018).

‎Keduanya ditetapkan tersangka terkait dugaan merintangi atau menghalang-halangi proses penyidikan perkara e-KTP yang menjerat mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto.

‎Keduanya terancam melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga  Personil Polres Tapteng Ciduk Dua Pria Saat Transaksi Narkoba

Sebelumnya, KPK sendiri memang sedang membuka penyelidikan baru dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP, tahun anggaran 2011-2013. Penyelidikan baru tersebut terkait adanya dugaan perbuatan merintangi ‎atau menghalang-halangi proses penyidikan.

“Lidik (Penyelidikan) dugaan perbuatan menghalang-halangi atau merintangi penanganan perkara e-KTP di Pasal 21 Undang-Undang Tipikor,” ungkap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, beberapa waktu lalu.

Febri pun mengakui sudah ada tersangka dalam dugaan tindak pidana mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan korupsi e-KTP‎, untuk tersangka Setya Novanto. ‎ Sebab, penyelidikan tersebut sudah naik ke tahap penyidikan.

“Ya kalau proses lanjutan dari penyelidikan sudah dilakukan. Informasinya sudah penyidikan,” terang Febri.‎

Baca Juga  Bupati Samosir Salurkan Bantuan Sosial Kepada Anak Yatim Piatu

Sekadar informasi, mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto‎ sempat dicari dan diburu oleh KPK. Sebab, ada dugaan Setnov melarikan diri saat akan dilakukan upaya jemput paksa di kediamannya di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Upaya jemput paksa itu dilakukan setelah Setnov mangkir dalam tiga kali panggilan pemeriksaan penyidik KPK. Keesokan hari setelah upaya jemput paksa KPK gagal, ‎Setnov muncul melakukan wawancara langsung dengan salah satu televisi nasional.

Tak berselang lama, Setnov mengalami kecelakaan tunggal bersama dua orang lainnya di daerah Jakarta Selatan. Dua orang lainnya yang berada dalam mobil bersama Setnov yakni, Ajudan pribadinya, Reza, dan seorang pengemudi mobil yang juga kontributor TV swasta, Hilman Mattauch.[OZC/TR]

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Yessi Siahaan Asal Kota Siantar Wakili Sumut Ketingkat Nasional Dalam Ajang Pemilihan Duta Pendidikan

Berita

HUT ke-65 Pemprov Kalbar, Wako Edi Kamtono Sebut Banyak Kemajuan di Kalbar

Berita

Terima Suap Rp 14,2 M, Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Ayahnya Ditahan KPK

Berita

Edi Sebut Pembangunan RS Pontianak Utara Sudah 57 Persen

Berita

ITWASUM POLRI KUNJUNGI POLRES TOBA DALAM RANGKA OPS KETUPAT 2022

Berita

Wawako P.Sidempuan Bertindak Pembina Upacara Hardiknas 2022

Berita

Peringatan HUT Sumut Ke-70,Tengku Erry Nuradi Sampaikan Pembangunan Sumut Terapkan Sistem Elektronik

Berita

MASUK KE TOBA HARUS MELEWATI TIM GUGUS TUGAS