Home / Internasional

Rabu, 24 Maret 2021 - 14:44 WIB

Korea Utara Kembali Luncurkan Rudal, Jadi Provokasi Pertama untuk Pemerintahan Joe Biden

Viewer: 709
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 59 Detik

Kompasnasional l Korea Utara melakukan uji tembak beberapa rudal hanya beberapa hari setelah kunjungan pejabat tinggi pertahanan dan diplomatik Amerika Serikat ke negara yang dipimpin Kim Jong-un itu. Tembakan rudal ini pun jadi merupakan provokasi terbuka pertama Pyongyang kepada pemerintahan Biden.

Dua rudal tersebut ditembakkan pada Minggu 21 Maret, kata seorang pejabat AS, sejalan dengan praktik Pyongyang di masa lalu yang menggunakan uji coba misilnya untuk memprovokasi Washington dan Seoul.

Meskipun pejabat tersebut tidak akan menjelaskan rudal tersebut, Washington Post menyebut misil tersebut merupakan misil jarak pendek, seperti dilansir laman Channel News Asia, Rabu (24/3/2021).

Peluncuran itu dilakukan setelah intelijen memperingatkan bahwa Pyongyang mungkin sedang mempersiapkan tindakan semacam itu. Pejabat itu mengatakan AS mendeteksi peluncuran saat itu terjadi.

Militer Korea Selatan mengatakan, dua rudal jelajah ditembakkan di lepas pantai barat Korea Utara pada Minggu.

Baca Juga  Piala Dunia 2022: Jadwal Lengkap, Hasil, Klasemen, dan Top Skor

Seoul telah mendeteksi tanda-tanda tes akan segera terjadi dan memantaunya secara real time, kata Kepala Staf Gabungan (JCS) kepada wartawan pada hari Rabu.

JCS melaporkan uji coba senjata canggih Korea Utara seperti senjata nuklir dan rudal balistik hampir secara real time tetapi bukan uji senjata tingkat rendah dan jarak pendek.

Para pengamat menganggapnya sebagai tantangan sederhana bagi pemerintahan baru Presiden Joe Biden sama seperti upaya pembukaan untuk terlibat dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dalam pembicaraan tentang denuklirisasi.

Menanggapi hal tersebut, Biden meremehkan aktivitas terbaru yang dilakukan Korea Utara dengan mengatakan “tidak banyak yang berubah.”

“Tidak, menurut Departemen Pertahanan, urusannya seperti biasa. Tidak ada perubahan baru dalam apa yang mereka lakukan,” katanya, sekembalinya dari kunjungan ke Ohio, ketika ditanya apakah tes itu mengandung provokasi.

Peluncuran itu dilakukan hanya beberapa hari setelah Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin mengunjungi Jepang dan Korea Selatan untuk membahas masalah aliansi dan keamanan mereka di kawasan itu, dengan Korea Utara yang bersenjata nuklir dipandang sebagai ancaman utama.

Baca Juga  Sebanyak 6.616 Jamaah Haji Indonesia Sudah Berada di Mekah,8 Dikakabrkan Meninggal Dunia

Mereka juga mengikuti latihan gabungan pada 8-17 Maret oleh pasukan pertahanan AS dan Korea Selatan.

Sementara Blinken dan Austin berada di Seoul pada 18 Maret, wakil menteri luar negeri pertama Korea Utara Choe Son Hui menuduh Amerika Serikat “teori gila ‘ancaman dari Korea Utara’ dan retorika tak berdasar tentang ‘denuklirisasi lengkap'”.

Peluncuran semacam itu, terutama rudal balistik berkemampuan nuklir, biasanya disertai dengan pengumuman sombong dari Pyongyang dan serangan keras dari Seoul.

Pakar Korea Utara Martyn Williams dari Stimson Center menyebut keheningan itu sebagai suatu hal yang menimbulkan “penasaran”. (L6/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Sempat Hilang, Park Won-soon Wali Kota Seoul Ditemukan Tewas, sempat Dituduh Pelecehan Seksual

Arsip

Ingin Ledakkan Gedung Putih, Madonna Akan Diperiksa Secret Service

Internasional

Hadiri Acara Amal, Wali Kota Gdansk di Polandia Ditikam

Berita

Iran penjarakan mata-mata yang bocorkan program nuklir ke AS dan Eropa
Pegawai Apple Store Dilaporkan Mencuri Foto Pelanggan Perempuan-kompasnasional

Arsip

Pegawai Apple Store Dilaporkan Mencuri Foto Pelanggan Perempuan

Berita

DJM 1 Kali Lagi Provinsi Papua Dilantik

Berita

Kesepakatan dengan AS Gagal, Iran Kembali Buka Instalasi Nuklir
Foto ilustrasi bom meledak

Berita

Bom Meledak di Gereja Kongo, 10 Tewas-39 Luka