Home / Berita

Minggu, 11 April 2021 - 11:50 WIB

Ketum IAI Silaturahmi dengan Wali Kota Pontianak

Viewer: 438
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 54 Detik

Ketut Rana Wiarcha
Mengapresiasi Karya Arsitek Edi Kamtono

PONTIANAK KALBAR | KOMPAS Nasional- Ketua Umum (Ketum) Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Ketut Rana Wiarcha mengapresiasi beberapa karya arsitek Edi Rusdi Kamtono yang juga menjabat sebagai Wali Kota Pontianak.

Hampir sebagian besar infrastruktur di Kota Pontianak mendapat sentuhan arsitektur hasil tangan dingin Edi Kamtono yang dikenal dengan slogan ‘Arsitek Bangun Kota’ kala dirinya mencalonkan sebagai Wali Kota Pontianak bersama Bahasan.

Ketut mendukung kebijakan Edi yang mengemas pembangunan kota dengan nuansa arsitektur.

Hal itu diungkapkannya saat kunjungan silaturahmi di kediaman dinas Wali Kota Edi Kamtono, Jumat (9/4/2021) malam.

Kedatangannya untuk bersilaturahmi dengan Wali Kota Pontianak yang kebetulan berlatar belakang pendidikan arsitektur.

“Kami ngobrol-ngobrol soal arsitektur bagaimana arsitektur menjadi bagian yang terpikirkan untuk pembangunan sebuah kota,” ujarnya.

Menurutnya, arsitektur tidak hanya semata-mata berkaitan dengan bangunan, akan tetapi bagaimana suasana yang terlahir dari kehadiran arsitektur dalam setiap kota.

Ia menilai, sebuah kota harus memiliki identitasnya.

Sebuah kota tanpa identitas akan jauh ketinggalan dengan kota di manapun di dunia.

“Tetapi tidak ada satu kota pun di dunia yang mempunyai sungai sepanjang ini seperti Pontianak, nah ini menjadi identitas kota,” tuturnya.

Sementara untuk menentukan konsep arsitektur sebuah kota, Ketut bilang, mesti dilakukan penelitian yang dilanjutkan dengan eksekusi untuk mengimplementasikannya.

Baca Juga  GAPKI Inisiasi Vaksinasi Serentak, Untuk Mempawah Ditargetkan Sasar 4500 Warga

Dan ikutan untuk mengeksekusi hasil penelitian itu tentu berkaitan dengan finansialnya.

“Intinya, kalau dalam sebuah kota tidak ada komunitas-komunitas kreatif, cukup berat untuk bisa percepatan proses pembangunan di sebuah kota,” sebutnya.

Kota-kota yang berada di depan air atau waterfront city seperti halnya Pontianak, mempunyai air di sungai yang sifatnya bergerak dinamis. Kedinamisan air sungai itu jangan sampai berlebihan yang akan mengakibatkan banjir.

“Air bergerak itu merupakan dinamika yang luar biasa dari kota apapun di dunia yang mengandalkan air sebagai waterfrontnya,” ungkapnya.

Kota-kota di dunia yang menjadikan sungai sebagai bagian dari wajah kota, mempunyai konsep penataan yang disesuaikan dengan keberadaan sungai.

“Kota Venesia di Italia atau negeri-negeri lain yang berhadapan dengan air itu dinamikanya luar biasa,” jelasnya.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerangkan, kedatangan Ketum IAI Ketut Rana Wiarcha didampingi Sekretaris Jenderal IAI Ariko Andikabina beserta pengurus IAI Kalbar dan Fakultas Teknik Arsitektur Untan ke kediamannya dalam rangka silaturahmi sekaligus diskusi ringan soal perkembangan arsitektur di Indonesia termasuk salah satunya Kota Pontianak.

Perbincangan dan diskusi mengenai potensi-potensi apa yang bisa dikembangkan dan identitas kota seperti apa yang bisa diandalkan termasuk waterfront. “Kita sudah membangun waterfront beserta promenadenya.

Baca Juga  Pimpinan dan Komisi ll DPRD Samosir Rapat Tentang Penyaluran Pupuk

Kita ingin menjadikan sungai sebagai wajah terdepan Kota Pontianak,” ungkap arsitek alumni Universitas 11 Maret Surakarta ini.

Selanjutnya, kata Edi, akan dilakukan penataan infrastruktur yang berkualitas dan representatif seperti penataan trotoar, penghijauan dan lain sebagainya. Ia menilai kota yang nyaman apabila suasananya sejuk, teduh, asri dan segar, aksesibilitasnya mudah, bersih dan masyarakatnya toleran.

Kalau sudah demikian, siapapun yang bermukim maupun berkunjung ke Pontianak diyakininya akan merasakan kenyamanan dan kebahagiaan.

“Yang pada akhirnya berdampak pada meningkatnya indeks kebahagiaan di Kota Pontianak,” imbuhnya.

Ia juga mengajak komunitas-komunitas kreatif di Kota Pontianak untuk ikut berpartisipasi dalam membangun kota.

Sebab dalam sebuah kota yang maju, tidak terlepas dari keterlibatan anak-anak muda dan masyarakat yang memiliki kreativitas dengan berinisiatif meningkatkan kualitas lingkungannya, menata kawasannya dan menjaga lingkungannya.

“Jadi dengan kreativitas terutama anak-anak muda, suatu kota akan lebih hidup dan dinamis,” terang mantan Ketua IAI Kalbar ini.

Sejauh ini keterlibatan para arsitek dalam pembangunan Kota Pontianak memang sudah lama berjalan. Namun ia menilai masih belum optimal.

“Kita berencana menjalin kerjasama yang dituangkan dalam MoU antara Fakultas Arsitektur Untan dan teman-teman di IAI,” pungkasnya.

Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

ACT Datangi Walikota P.Sidimpuan, “Bantu 150 Pelaku Usaha Mikro”

Berita

HASIL EVALUASI PAD SINTANG ADA HAMBATAN

Berita

Disdik Kota Pematangsiantar : Gunakan Dana BOS Untuk Gaji Guru Honorer, Tidak Dibatasi!

Berita

Pawas Kasubbag Progar Bagren Polres Tapsel Pimpin Operasi Yustisi Rangka Penerapan Perbup Tapsel No 49 Tahun 2020

Berita

Evaluasi Program Food Estate di Humbahas Yang Dilaksanakan Badan Pengawas Keuangan & Pembangunan ( BPKP )

Berita

Bantu Sesama, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Berikan Bantuan Santunan Dan Paket Sembako Kepada Warga Disabilitas Di Perbatasan.*

Berita

JR Saragih Akhirnya Penuhi Panggilan Gakkumdu

Berita

VAKSIN SINOVAC COVID-19 TIBA DI TOBA