Home / Berita

Jumat, 23 Mei 2025 - 11:06 WIB

Ketua MA: Hakim Tak Bisa Jadi Malaikat, tapi Jangan Jadi Setan Semua

Pembinaan Administrasi dan Teknis Yudisial Bagi Hakim di MA

Pembinaan Administrasi dan Teknis Yudisial Bagi Hakim di MA

Viewer: 463
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 36 Detik

Jakarta, JejakNasional – Mahkamah Agung (MA) RI menggelar pembinaan administrasi dan teknis yudisial bagi hakim di lingkungan peradilan umum se-Jakarta. Sunarto mengingatkan para hakim untuk bisa meningkatkan kepercayaan publik.

Dalam pembinaan ini, Ketua MA RI Sunarto menyampaikan kepada para Hakim peserta bahwa dia memahami menjadi seorang hakim bukan tugas mudah. Dia mengatakan menjadi Hakim juga bukan berarti dinilai sebagai ‘malaikat’.

“Memang kita semua, Hakim, tidak bisa dipikir menjadi malaikat semua. Hakim juga manusia,” kata Sunarto saat memberikan pengarahan dalam acara pembinaan, di kantor MA RI, Jakarta Pusat, Jumat (23/5/2025).

Namun, dia juga menjelaskan meski tidak bisa dinilai sebagai ‘malaikat’, bukan berarti para Hakim berlagak layaknya ‘setan’. Dia menyebut sebagai manusia biasa, Hakim tetaplah menjadi tempat berbuat salah dan dosa.

Baca Juga  DPO Judi Mellenium Zone Adalah RH Bos Pemasok Terbesar Obat Kuat Antar Negara

“Tapi hakim jangan jadi setan semua. Manusia adalah pertarungan antara malaikat dan setan. Lebih kuat yang mana? Lebih condong ke malaikat atau condong ke setan?,” tutur Sunarto.

“Sekali-kali berbuat salah. Ya memang manusia tempat berbuat salah. Tapi salah jangan dibudayakan, jangan menjadi kebutuhan,” lanjutanya.

Dia mengatakan jika seorang Hakim terbiasa melakukan kemaksiatan hingga kesalahan, hidupnya tidak akan tenang. Dia pun meminta agar para Hakim bisa memilih hidup berbuat baik ketika mengemban amanah sebagai ‘wakil Tuhan’ di dunia.

“Tapi kalau memilih jabatan hakim, maka pilihlah jalur kemaslahatan dan kebaikan. Kalau saudara tidak memilih itu, pilihannya cuma dua, disanksi oleh Mahkamah Agung atau diambil oleh penegak hukum, pilihannya itu. Karena hakim adalah wakil tuhan di dunia,” ujarnya.

Baca Juga  Debt Collector Mandi Darah Ditusuk Usai Tarik Motor Pelaku

Terlebih, dia juga menjelaskan bahwa di era digital seperti sekarang, para Hakim harus sadar layaknya hidup dalam sebuah akuarium. Dia mengatakan setiap gerak-gerik para Hakim ini akan dengan mudah diketahui.

“Bapak ibu hidup seperti di akuarium, ibarat ikan hidup di akuarium. Gerakannya kemana, turun naik, tampak ibu bapak sekalian. Di era digital ini, hati-hati. Transaksi ketahuan, masuk ke tempat-tempat hiburan, ke hotel, ketahuan. Apakah ini masih tetap akan dilaksanakan? tolong sadari bapak ibu sekalian,” ucap dia.

(YA/JJN)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Tim Supervisi Pilkada Polda Kalteng Cek KPU Dan Bawaslu

Berita

SBSI 1992 Mengusulkan Selain Mendapat Mendapat bantuan Kartu Prakerja Dari Pemerintah Juga Mendesak Pemerintah Supaya Melonggarkan Pencairan Dana JHT

Berita

Babinsa Jelai Hulu Hadiri Acara Lomba Desa Tingkat Provinsi

Asahan

Jansen Hutasoit Terpilih Menjadi Ketua POBSI Asahan

Berita

LIONS CLUB GOLDEN ESTATE GELAR DONOR DARAH AMAL THALASEMIA

Berita

Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana, Kodim 1014/Pbn Gelar Simulasi Penanganan Banjir*

Arsip

Narkotika Berbahaya Itu Tembakau Super Cap Gorila

Arsip

THR Untuk PNS, DPRD dan Honorer Solo Cair Pekan Depan