Home / Berita

Jumat, 23 Mei 2025 - 11:06 WIB

Ketua MA: Hakim Tak Bisa Jadi Malaikat, tapi Jangan Jadi Setan Semua

Pembinaan Administrasi dan Teknis Yudisial Bagi Hakim di MA

Pembinaan Administrasi dan Teknis Yudisial Bagi Hakim di MA

Viewer: 470
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 36 Detik

Jakarta, JejakNasional – Mahkamah Agung (MA) RI menggelar pembinaan administrasi dan teknis yudisial bagi hakim di lingkungan peradilan umum se-Jakarta. Sunarto mengingatkan para hakim untuk bisa meningkatkan kepercayaan publik.

Dalam pembinaan ini, Ketua MA RI Sunarto menyampaikan kepada para Hakim peserta bahwa dia memahami menjadi seorang hakim bukan tugas mudah. Dia mengatakan menjadi Hakim juga bukan berarti dinilai sebagai ‘malaikat’.

“Memang kita semua, Hakim, tidak bisa dipikir menjadi malaikat semua. Hakim juga manusia,” kata Sunarto saat memberikan pengarahan dalam acara pembinaan, di kantor MA RI, Jakarta Pusat, Jumat (23/5/2025).

Namun, dia juga menjelaskan meski tidak bisa dinilai sebagai ‘malaikat’, bukan berarti para Hakim berlagak layaknya ‘setan’. Dia menyebut sebagai manusia biasa, Hakim tetaplah menjadi tempat berbuat salah dan dosa.

Baca Juga  Penuhi Janji, Kapolri Jenguk Sinta Aulia Anak yang Sakit Tumor Kaki

“Tapi hakim jangan jadi setan semua. Manusia adalah pertarungan antara malaikat dan setan. Lebih kuat yang mana? Lebih condong ke malaikat atau condong ke setan?,” tutur Sunarto.

“Sekali-kali berbuat salah. Ya memang manusia tempat berbuat salah. Tapi salah jangan dibudayakan, jangan menjadi kebutuhan,” lanjutanya.

Dia mengatakan jika seorang Hakim terbiasa melakukan kemaksiatan hingga kesalahan, hidupnya tidak akan tenang. Dia pun meminta agar para Hakim bisa memilih hidup berbuat baik ketika mengemban amanah sebagai ‘wakil Tuhan’ di dunia.

“Tapi kalau memilih jabatan hakim, maka pilihlah jalur kemaslahatan dan kebaikan. Kalau saudara tidak memilih itu, pilihannya cuma dua, disanksi oleh Mahkamah Agung atau diambil oleh penegak hukum, pilihannya itu. Karena hakim adalah wakil tuhan di dunia,” ujarnya.

Baca Juga  Kaesang Urus 3 Surat ke Pengadilan untuk Maju pada Pilkada Jateng

Terlebih, dia juga menjelaskan bahwa di era digital seperti sekarang, para Hakim harus sadar layaknya hidup dalam sebuah akuarium. Dia mengatakan setiap gerak-gerik para Hakim ini akan dengan mudah diketahui.

“Bapak ibu hidup seperti di akuarium, ibarat ikan hidup di akuarium. Gerakannya kemana, turun naik, tampak ibu bapak sekalian. Di era digital ini, hati-hati. Transaksi ketahuan, masuk ke tempat-tempat hiburan, ke hotel, ketahuan. Apakah ini masih tetap akan dilaksanakan? tolong sadari bapak ibu sekalian,” ucap dia.

(YA/JJN)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Bupati Taput Meresmikan Desa Wisata Kampung Nenas, Kampung Ikan dan Kampung Ulos Kabupaten Tapanuli Utara

Berita

Kapolres Ketapang Pimpin Anev Kinerja Untuk Dukung Percepatan Vaksinasi

Berita

Nyaru Jadi Kajari, Pria di Surabaya 2 Bulan Nginap di Hotel Ogah Bayar

Berita

Gubernur Kalbar Terima Audiensi Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalbar

Berita

Polres Pematangsiantar: “Kue dan Nasi Tumpeng” Suprise HUT Ke-75 Brimob

Berita

Selain Hasto Kristiyanto, Tiga Staf DPP PDIP Turut Dipanggil KPK

Arsip

Perempuan Anggota Parpol Indehoi dengan Sopir Selingkuhan di Mobil, Buktinya Tisu Bersperma

Berita

Wujudkan Kenyamanan Beribadah Warga Perbatasan, Satgas Yonif