Pontianak Kalbar | KOMPAS Nasional– Dewan kerajinan Nasional Daewrah Prov Kalbar saat ini sedang menginisiasi gerakan “ Bangga Buatan Kalbar” melalui langkah upaya menjadikan produk kerajinan kalbar sebagai produk berdaya saing dan menjadi trend gaya hidup terutama di Kalbar, hal tersebut di sampaiakan ketua Dekranasda Prov Kalbar, Ny.Hj. Lis Masyani Sutarmidji dalam acara webinar “dialog KJRI Kuching bersama UMKM Kalimantan Barat dan Usahawan Indonesia di Sarawak.
Lismaryani menambahkan, salah satu pelaksanaan program kerja pokok dekranasda kalbar adalah mengembangkan sumber potensi industri kerajinan yang dapat dijadikan sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan memperomosikan hasil produk kerajinan serta melestraikan dan mengembangkan warisan sejarah budaya, yang berkaitan dengan seni kerajinan sebagai bagian budaya bangsa.
Mengingat saat pandemi saat sekarang ini, dimana ruang gerakpara perajin sangat terbatas hal ini berimbas pada kondisi ekonomi perajin secara indivu.
Namun disamping itu, akses promosi on line dibuka seluas-luasnya ditambah keseriusan pemerintah dan dekranas dengan gerakan banga buatan Indonesia dan upaya-upaya kerjasama dengan Marketplace, termasuk yang terakhir kerjasama dekranas dan dharma pertiwi untuk membuat ruang khusus produk dekranas seluruh Indonesia di Marketplace LA DA RA yang merupakan marketplace yang di inisiasi oleh Dharma pertiwi.
Hal ini dilakukan dekranas sebagai upaya membangun ekosistem digital ekonomi berbasis pasar domestic dalam rangka mendukung peran Indonesia di pasar global dengan mengedepankan hasil kerja sendiri, semogga ini dapat lebih membantu meningkatkan kesejahteraan pemilik UMKM di seluruh Indonesia dengan terbukanya akses kunci perekonomian menghadapi era digital industry 4.0, ujar Ketua Dekranasda Kalbar.
Lismaryani berharap melalui webinar ini, lahirnya terobosan-terobosan baru dan strategi marketing yang efektif bagi produk unggulan masyarakat diperbatasan khususnya dan kalbar pada umumnya, “ mari kita peduli dan bersinergi positif dengan semangat, bangga buatan Indonesia dan bangga buatan kalbar, yang menjiwai setiap gerak langkah kita buat perajin dan kerajinan kalbar, yang salah satunya adalah pemberdayaan warga Indonesia yang tinggal di serawak,” ajaknya.
(Hasnan Sutanto)







