Home / Berita

Kamis, 23 April 2026 - 11:00 WIB

Kepala BGN Beri Penjelasan soal MBG Butuh 19 Ribu Ekor Sapi Per Hari

Kepala BGN, Dadan Hidayana

Kepala BGN, Dadan Hidayana

Viewer: 56
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 40 Detik

Jakarta, JejakNasional – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengklarifikasi perihal pernyataannya terkait kebutuhan 19.000 ekor sapi per hari dalam program makan bergizi gratis (MBG). Dadan mengatakan angka tersebut hanya pengandaian bukan kondisi rill harian.

“Ini hanya pengandaian. Jadi, satu SPPG, kalau dia masak daging sapi maka dia butuh satu ekor. Kalau misalnya SPPG hari ini mau masak daging sapi. Kalau seluruh SPPG kita perintahkan nanti tanggal sekian kita mau masak sapi, itu tinggal dijumlahkan berapa jumlah SPPG kalikan satu ekor sapi,” kata Dadan dalam keterangannya dilansir situs resmi BGN, Kamis (23/4/2026).

Dadan menyebut perhitungan itu berdasarkan asumsi jika seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara serentak memasak menu berbahan daging sapi. Kata Dadan, kebutuhan daging sapi di satu SPPG bisa mencapai sekitar 350 hingga 382 kilogram dalam satu kali proses memasak.

Baca Juga  Pelajar Tewas Dibacok di Deli Serdang Usai Kalah Saat Tawuran

“Menunya itu ada telur, ada ayam, ada sapi, ada ikan. Misalnya, kalau ini masak daging sapi, maka butuh 350 kilogram sekali masaknya berarti satu ekor sapi. Ini lah pentingnya makan bergizi agar tangkapan rasionya bagus. Jadi, satu kali masak daging sapi butuh 382 (kg), itu artinya satu ekor sapi, dagingnya saja,” papar Dadan.

Kendati demikian, kata Dadan, BGN tidak pernah menerapkan kebijakan menu seragam secara nasional. Hal ini, katanya, dilakukan untuk menghindari lonjakan kebutuhan bahan pangan yang dapat berdampak pada harga di pasar.

Dadan juga mengungkit menu yang disajikan dalam MBG saat peringatan ulang tahun Presiden Prabowo Subianto pada 17 Oktober lalu. Saat itu, menu yang disajikan berupa nasi goreng dan telur untuk sekitar 36 juta penerima manfaat.

Baca Juga  Usai dilantik Jadi Kadis Lingkup Samosir, Edison Pasaribu: Kami Akan Sosialisasikan program Bank Sampah

“Hari itu butuh 36 juta butir telur atau sekitar 2.200 ton. Dampaknya harga telur sempat naik Rp3.000,” ungkapnya.

Atas hal itu, ujar Dadan, BGN memilih fleksibel dalam penyusunan menu MBG, dengan menyesuaikan potensi sumber daya lokal dan preferensi masyarakat di masing-masing daerah.

“Karena kita ingin memberdayakan potensi sumber daya lokal dan juga kesukaan masyarakat lokal. Supaya juga tekanan terhadap konsumsinya tidak terlalu tinggi. Jadi kalau kita perintahkan menu nasional, pasti tekanannya tinggi, pasti harga naik,” ujarnya.

(YA/JJN)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

3592 data terverifikasi, Bagi Pelaku Usaha Kecil Agara Mulai Terialisasi

Berita

Wali Kota : Jangan Beda-bedakan Warga dalam Pelayanan Publik

Berita

Bupati resmikan Masjid Jami’ Al Hidayah di Desa Parsalakan, Kecamatan Angkola Barat,TAPSEL

Berita

Gubernur Kalbar Langsung Meninjau Sekolah Tatap Muka Di SMAN 3 Kota Pontianak

Berita

BUPATI ASIP BERSAMA NAHDHATUL ULAMA (NU) WUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

Berita

Pemko Psp Gelar Rakorbang Ke ll Tahun 2020

Berita

Imbauan Kapolri ke Masyarakat Hadapi Lonjakan Covid-19: Tak Panik, Disiplin Prokes dan Lakukan Vaksinasi

Berita

Bupati Taput Sampaikan Belasungkawa kepada Warga yang keluarganya Turut Korban Longsor Sumedang.