Home / Berita

Selasa, 8 Maret 2022 - 20:59 WIB

Kejaksaan Tinggi Kalbar Menahan Tersangka Korupsi “AF”

Viewer: 420
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 48 Detik

Pontianak Kalbar,KOMPAS NASIONAL.Com-Hari ini Tim penyidik tindak pidana khusus kejati Kalbar, kembali melakukan penahanan tersangka korupsi ( AF ).Selasa(8/3/2022).

Penyidikan sudah dilakukan beberapa waktu lalu, berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : Print-07/0.1/Fd.1/03/2022 tanggal 08 Maret 2022.

Penyidik telah mengantongi 2 (dua) alat bukti yang cukup, sehingga melakukan penahanan terhadap tersangka dugaan korupsi Dana Pendapatan Bunga dan Pinalty, pada salah satu Bank BUMN di daerah Ketapang Kalimantan Barat atas nama tersangka inisial “ AF ‘’ (Custumer Servis).

Penahanan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor : Print-03/0.1/Fd.1/03/2022 tanggal 08 Maret 2022, terhadap tersangka ‘ AF ’, yang akan ditahan selama 20 (dua puluh) hari kedepan sejak tanggal 08 Maret s/d 27 Maret 2022 dan akan ditahan di Rutan Kelas II A Pontianak.

Baca Juga  Dua Pelaku Ranmor Di Tembak Polisi, Petik Sepeda Motor Di 23 TKP Di Asahan

Bahwa pengungkapan perkara ini merupakan hasil kolaborasi / Kerjasama antara Kejati Kalbar dengan salah satu Bank BUMN, berawal dari informasi Asisten Manajer Pemasaran Mikro (AMPM), pada posisi 31 Januari 2022 pada Bank tersebut dalam keadaan rugi padahal dalam asumsi Bank tersebut seharusnya dalam keadaan laba dan terdapat anomali saldo abnormal di rekening Pendapat Bunga Kredit NP Kupedes-Ph3 AC dan Pendapatan Denda /Pinalty Non Program.

Akibat perbuatan tersangka “ AF “, maka mengakibatkan kerugian Keuangan Negara sekitar Rp. 6.128.096.537,- (Enam Milyar Seratus Duapuluh Delapan Juta Sembilanpuluh Enam Ribu Lima Ratus Tigapuluh Tujuh Rupiah).

Perbuatan tersangka sebagaimana diatur dan diancam Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang ancaman pidananya minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta rupiah  dan paling banyak 1 miliar rupiah.

Baca Juga  Turdes Dan Sapa Masyarakat Batangtura Sirumambe, Bupati Tapsel Ajak Ramai-ramai Ikuti Vaksinasi

Penyidikan ini masih akan terus berlangsung untuk mengungkapkan, apakah ada orang lain yang bekerjasama dengan tersangka dimaksud.

Kejaksaan akan terus tegas dalam penegakan hukum terutama korupsi agar perekonomian Indonesia menjadi lebih baik, terutama Lembaga pengelola keuangan diisi oleh orang-orang, SDM maupun para Bankir yang berintegritas, pantas dan layak untuk ditempatkan disana.

(Hasnan Sutanto/Bernadus Rudis)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Bentuk Posko Check Point, Upaya Kodim Sambas Perangi Covid-19*

Berita

Pembangunan Water Front City, Warga Samosir Gelar Ritual “Pangurason” di Danau Toba

Berita

Kapolresta Pontianak Pimpin Kegiatan Pengamanan Aksi Damai Dari BEM

Berita

Penuhi Tuntutan Bursa Kerja, SMKN 1 Siantar Dirikan PPKS/BKK

Berita

Bangun Taman Burung di Kolam Renang Ampera Sebagai Pusat Rekreasi Impian keluarga
Foto ilustrasi

Berita

Kasus Net89, Harta Reza Paten dan Bekas Bandana Atta Halilintar Disita

Berita

KM Lestari Maju Tenggelam, Ratusan Penumpang, Sementara 12 Orang Ditemukan Tewas

Berita

Gubernur H.Sutarmidji Ingatkan Jangan Sampai Ada Permainan Bansos