Home / Berita

Jumat, 15 Januari 2021 - 11:11 WIB

Keberadaan Waterfront Di Kota Pontianak Wajah Baru Pinggir Sungai Kapuas

Viewer: 645
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 26 Detik

Wali Kota Edi Kamtono Tinjau Promenade Tambelan Sampit

Pontianak Kalbar Kompas Nasional – Promenade di Kelurahan Tambelan Sampit Kecamatan Pontianak Timur diserahkan pemerintah pusat kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak.

Penyerahan itu dituangkan dalam berita acara serah terima aset.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau waterfront di lokasi tersebut untuk melakukan pengecekan fisik pekerjaan promenade Tambelan Sampit.

Dari hasil peninjauannya di lapangan, Edi menilai secara umum keseluruhan pekerjaan fisik pembangunan sudah bisa difungsikan.

Namun ada beberapa kerusakan yang harus diperbaiki, seperti ada bagian pagar yang lepas, lantai batu alam yang lepas dan beberapa lampu yang tidak menyala.

Baca Juga  Agincourt Resources Dukung Bebas Tuberkulosis dan Canangkan program ENTAS-TB

“Semua ini akan segera diperbaiki,” katanya saat meninjau promenade di Tambelan Sampit, Jumat (15/1/2021).

Ia menambahkan, pihaknya akan menata ulang kawasan ini menjadi potensi wisata budaya dengan waterfront yang ada di pinggir Sungai Kapuas. Penataan sepanjang pinggiran Sungai Kapuas dinilainya memiliki nilai plus untuk mengangkat potensi wisata di Kota Pontianak.

“Karena viewnya indah, termasuk kehidupan masyarakat yang berada di sepanjang pinggir Sungai Kapuas,” ucap Edi.

Dirinya berpendapat, penataan beserta peningkatan infrastruktur di kawasan waterfront menjadi motor penggerak meningkatkan perekonomian warga sekitar.

Saat ini pihaknya tengah membangun waterfront mulai dari Kapuas Indah hingga Pelabuhan Senghie.

Baca Juga  Sekda Harap MTQ di Angkola Selatan Jadi Ajang Persatuan dan Kesatuan

Pembangunan itu ditargetkan rampung pada tahun 2022. Dengan dibangunnya waterfront tersebut, dia yakin akan merubah wajah kawasan pinggir Sungai Kapuas menjadi daya tarik untuk dikunjungi.

“Serta lebih rapi dan tertata,” ujarnya.

Sementara untuk konsep pariwisata yang ideal diterapkan di Kota Pontianak, kata Edi, disesuaikan dengan kondisi eksisting masing-masing kawasan.

Misalnya konsep kawasan sentra ruang terbuka, seperti Taman Alun Kapuas, Makam Batu Layang, Masjid Jami dan lainnya.

Selanjutnya konsep pelabuhan, konsep pemukiman dan konsep perdagangan, masing-masing mempunyai ciri khas.

“Tapi yang jelas semuanya saling terkoneksi sehingga masyarakat bisa menikmatinya,” imbuhnya.

(Hasnan.s)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Koptan ‘Maju’ Padangsidimpuan Panen Perdana Bawang Merah

Berita

Teken Prasasti, Bupati Sintang Resmikan Museum Poesaka Ningrat Istana Al-Mukarramah Kesultanan Sintang

Berita

Zega Pimpin PAC PP Sibolga Selatan Serahkan Bantuan Korban Ledakan

Berita

Forkopimda Prov Kalbar Gelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan Satgas Penanganan Covid-19 di Wilayah Perbatasan dan PPKM Skala Mikro*

Berita

Bawa 5 Penumpang, 1 Lagi Kapal Tenggelam di Danau Toba

Berita

Pastikan Pelayanan Masyarakat, Usman Sidik Inspeksi di 5 Kecamatan

Berita

AstraZeneca Teken Kesepakatan Vaksin Corona dengan Sejumlah Negara Eropa

Berita

Gubernur Kalbar Mengikuti Rakorwasin Pemerintah Tahun 2021 Bersama Presiden RI Secara Virtual