Home / Berita

Jumat, 15 Januari 2021 - 11:11 WIB

Keberadaan Waterfront Di Kota Pontianak Wajah Baru Pinggir Sungai Kapuas

Viewer: 557
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 26 Detik

Wali Kota Edi Kamtono Tinjau Promenade Tambelan Sampit

Pontianak Kalbar Kompas Nasional – Promenade di Kelurahan Tambelan Sampit Kecamatan Pontianak Timur diserahkan pemerintah pusat kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak.

Penyerahan itu dituangkan dalam berita acara serah terima aset.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau waterfront di lokasi tersebut untuk melakukan pengecekan fisik pekerjaan promenade Tambelan Sampit.

Dari hasil peninjauannya di lapangan, Edi menilai secara umum keseluruhan pekerjaan fisik pembangunan sudah bisa difungsikan.

Namun ada beberapa kerusakan yang harus diperbaiki, seperti ada bagian pagar yang lepas, lantai batu alam yang lepas dan beberapa lampu yang tidak menyala.

Baca Juga  Pasokan Listrik Andal, Usaha Pelaku UMKM di Pontianak Pasca Pandemi Terus Meningkat 

“Semua ini akan segera diperbaiki,” katanya saat meninjau promenade di Tambelan Sampit, Jumat (15/1/2021).

Ia menambahkan, pihaknya akan menata ulang kawasan ini menjadi potensi wisata budaya dengan waterfront yang ada di pinggir Sungai Kapuas. Penataan sepanjang pinggiran Sungai Kapuas dinilainya memiliki nilai plus untuk mengangkat potensi wisata di Kota Pontianak.

“Karena viewnya indah, termasuk kehidupan masyarakat yang berada di sepanjang pinggir Sungai Kapuas,” ucap Edi.

Dirinya berpendapat, penataan beserta peningkatan infrastruktur di kawasan waterfront menjadi motor penggerak meningkatkan perekonomian warga sekitar.

Saat ini pihaknya tengah membangun waterfront mulai dari Kapuas Indah hingga Pelabuhan Senghie.

Baca Juga  Tingkatkan Militansi Prajurit, Kasdam XII/Tpr Pimpin Acara Tradisi Penerimaan Warga Baru

Pembangunan itu ditargetkan rampung pada tahun 2022. Dengan dibangunnya waterfront tersebut, dia yakin akan merubah wajah kawasan pinggir Sungai Kapuas menjadi daya tarik untuk dikunjungi.

“Serta lebih rapi dan tertata,” ujarnya.

Sementara untuk konsep pariwisata yang ideal diterapkan di Kota Pontianak, kata Edi, disesuaikan dengan kondisi eksisting masing-masing kawasan.

Misalnya konsep kawasan sentra ruang terbuka, seperti Taman Alun Kapuas, Makam Batu Layang, Masjid Jami dan lainnya.

Selanjutnya konsep pelabuhan, konsep pemukiman dan konsep perdagangan, masing-masing mempunyai ciri khas.

“Tapi yang jelas semuanya saling terkoneksi sehingga masyarakat bisa menikmatinya,” imbuhnya.

(Hasnan.s)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Walikota Siantar Hadiri Apel Operasi Lilin Toba 2020 di Mapolres 

Berita

Pria 40 Tahun Tega Cabuli Bocah Tetangga

Berita

Wujudkan Program Seratus Hari Kerja, Bupati Samosir Menyerahkan Secara Simbolis Bantuan Pupuk Organik Gratis di Upacara Hari Kesadaran Nasional

Berita

Kasus Perizinan Meikarta, KPK Panggil Asisten Perekonomian Pemprov Jabar

Berita

Pimpin Anev Kinerja Jajaran, Penekanan Kapolres Ketapang Percepat Vaksinasi Serta Ajak Personilnya Niatkan Tugas Sebagai Ibadah

Berita

Polda Kalbar Gandeng Pemprov Kalbar Gelar Pesona Festival Temajuk 

Berita

Hakim Nyatakan Gugatan Praperadilan Habib Rizieq Gugur

Berita

Bupati Tapsel Bangga Santri Ponpes Al Azhar Bi’ibadih Raih Juara di STQH