Viewer: 543
0 0

Home / Internasional

Senin, 4 Januari 2021 - 17:55 WIB

Karyawan Mercedes Benz Hancurkan 50 Unit Mobil di Pabrik Lantaran Kesal Dipecat

Viewer: 544
0 0
Terakhir Dibaca:47 Detik

Kompasnasional l Seorang mantan pekerja Mercedes Benz berusia 38 tahun mengamuk, dan menghancurkan lebih dari 50 unit van. Kejadian tersebut, terjadi di pabrik perakitan yang berada di Vitoria, Spanyol.

Melansir Carscoops, sang mantan karyawan pabrikan asal Jerman ini melakukan aksinya menghancurkan puluhan mobil dengan mencuri alat berat yang biasa digunakan untuk perbaikan jalan. Ia berkendara sejauh 21 kilometer ke pabrik di ibu kota wilayah Basque.

Baca Juga  Arab Saudi Eksekusi Mati TKI Tuti Tursilawati

Sesampainya di pabrik, sang mantan pekerja ini menerebos gerbang pabrik, merusak banyak Mercedes Benz V-Class. Tidak hanya itu, pria ini juga akhirnya masuk ke pabrik dan diduga berencana untuk merusak jalur perakitan.

Insiden tersebut, ditenggarai karena aksi protes oleh pekerja pabrik, yang mengatakan skema shift baru yang diterapkan Mercedes-Benz ini akan mengakibatkan PHK sebanyak 10 hingga 15 persen karyawan.

Baca Juga  Anti Gempa, Seorang Arsitek Beijing Ciptakan Gedung Cetak 3D

Sementara itu, menurut laporan Noticias de Gipuzkoa, bahwa para pekerja Mercedes Benz berkumpul pada 18 Desember untuk memprotes PHK tersebut, dengan alasan perusahaan bisa mencari alternatif sebelum memberhentikan karyawannya. (L6/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Mahathir Ajak Pengusaha RI Investasi di Malaysia

Internasional

Demo Krisis Air Bersih di Iran Ricuh, Satu Polisi Tewas

Internasional

Arab Saudi Bebaskan Dua Aktivis Perempuan

Berita

Assad Ancam Bakal Usir Paksa AS dan Sekutunya dengan Militer

Internasional

Gempa M 5,8 Guncang Selandia Baru

Internasional

Hadiri Acara Amal, Wali Kota Gdansk di Polandia Ditikam

Internasional

Insiden 200 Turis Inggris Kabur dari Resor Ski di Swiss Saat Karantina

Internasional

Dunia Dihantam Resesi, di China Malah Muncul 68 Miliader Baru