
TIDORE – Kompasnasional.com | Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, H. Sarbin Sehe didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tidore Kepulauan pada hari Kamis (22/07/2021) melaksanakan pemantauan penyembelihan hewan kurban di sejumlah titik di Kota Tidore Kepulauan.
Kegiatan tersebut dimaksudkan dalam upaya pengendalian salah satu peribadatan Hari Raya Idhul Adha 1442H/2021M dalam hal ini penyembelihan hewan kurban terkait penerapan SE Menag RI No 15,16 dan 17 Tahun 2021 khususnya No 16 tentang petunjuk teknis penyembelihan hewan kurban di masa pandemi.
Adapun tiga titik pemantauan di antaranya Masjid Arrahmah Kelurahan Tomagoba, Masjid Nurul Yaqin Kelurahan Gurabati dan MAN 1 Kota Tidore Kepulauan.
Dari pengamatan yang dilaksanakan, Kota Tidore Kepulauan belum memiliki tempat penyembelihan hewan resmi, sehingga masyarakat melakukan penyembelihan hewan kurban di tempat yang ditentukan masing-masing penyelenggara kurban.
Sementara di tiga titik penyembelihan kurban tersebut, terlihat ada sedikit kerumunan, namun seluruh panitia yang terlibat rata-rata menggunakan masker dan selalu tersedia tempat cuci tangan di lokasi.
Cara pembagian atau distribusi daging kurban pun tidak terlihat adanya kerumunan, karena panitia membagikan ke rumah-rumah yang berhak menerima secara langsung.
Kepada media ini, Kakanwil Malut H. Sarbin Sehe menjelaskan bahwa sesuai pantauan yang dilaksanakan, pada Masjid Arrahman Kel. Tomagoba yang menyembelih empat ekor sapi, secara umum telah melaksanakan juknis sesuai Surat Edaran Menteri Agama.
Begitu juga dengan Masjid Nurul Yaqin Kel. Gurabati yang menyembelih lima ekor sapi, baik petugas maupun pengunjung sangat dibatasi, menggunakan masker serta distribusi daging kurban diantar langsung ke rumah penerima oleh petugas.
Adapun di MAN 1 Tidore, Kakanwil menjelaskan ada empat ekor sapi yang dikurbankan di tahun ini, dimana tiga ekor disalurkan kepada masyarakat sementara satu ekor di sembelih di lokasi madrasah untuk dibagikan kepada seluruh civitas pada madrasah tersebut.
Selain itu, Dirinya pun mengungkapkan rasa syukurnya dimana pada saat pandemi masyarakat tetap melaksanakan berbagi melalui ibadah hewan kurban dan mendoakan semoga kurban yang dilaksanakan dapat diterima Allah SWT sebagai wujud dari ketaqwaan hamba kepada Sang Khaliq.
Kakanwil juga mengharapkan pada hari raya Idhul Adha kali ini agar kita semua mampu “menyembelih” ego-ego dalam diri salah satunya ego tidak percaya akan covid dan tidak mau menjelaskan protokol kesehatan dalam aktivitas keseharian, dimana prokes adalah upaya melindungi diri dan orang lain terhindar dari pandemi covid-19.
(Fik)








