Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Nasional / Reviews

Sabtu, 18 Juni 2016 - 10:15 WIB

Ibu Saeni Sanggup “Tipu” Jokowi Presiden Negara Republik Indonesia

Viewer: 632
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 25 Detik

Presiden Jokowi ikut prihatin terhadap nasib pemilik warteg di Serang Banten, Ibu Saeni (53) yang semppat dirazia Satpol PP. Jokowi pun memberikan bantuan Rp 10 juta kepada Ibu Saeni untuk melunasi utang-utangnya. Uang tersebut diantarkan oleh dua orang suruhan Jokowi.

Ternyata, setelah ditelusuri, Bu Saeni bukan warga miskin. Dia adalah pengusaha warteg. Ibu Saeni memiliki 3 warteg yang tersebar di beberapa tempat di Serang.

Berdasarkan penelusuran Ketua Umum Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) DPW Banten Novis Sugiawan, warung makan atau Warung Tegal (warteg) milik Saeni berjumlah tiga buah di Kota Serang yakni di Kampung Cikepuh, Kampung Tanggul, dan Kampung Kaliwadas.

“Malam ini (Jumat, 17/6) saya bersama tokoh masyarakat mengunjungi salah satu warung makan Ibu Saeni yang sedang menjadi berita nasional, dan berimbas kepada isu pencabutan perda syariah,” katanya kepada RMOL, Sabtu (18/6).

Informasi yang didapat dari suami Saeni bernama Alex serta fakta di lapangan diketahui bahwa harga sewa tempat warteg sebesar Rp 7,5 juta hingga Rp 15 juta per tahun.

Baca Juga  Wali Kota Pontianak Edi Kamtono Temui Keluarga Korban Pesawat Srwijaya Air Sj-182 Sampaikan Bela Sungkawa

“Untuk ukuran usaha seperti ini tergolong usaha menengah karena beliau mampu mengelola dengan baik. Dan tidak bisa juga dikatakan usaha kecil seperti yang diberitakan. Jadi saya ingin meluruskan bahwa Ibu Saeni bukan orang susah seperti yang diberitakan,” ujar Novis.

Dia menambahkan, dari pengakuan Alex diketahui bahwa dana yang terkumpul hasil penggalangan dana untuk Saeni tidak seperti yang diberitakan sebesar Rp 200 jutaan lebih, melainkan diterima hanya Rp 172 juta. Kabarnya, sisa dana itu untuk membantu warung-warung lain yang juga kena razia Satpol PP.

“Saya agak mikir di sini, benarkah uangnya untuk membantu yang lain. Atau dinikmati oleh segelintir orang,” jelas Novis.

12 Juni lalu, warteg milik Saeni yang berada di Jalan Cikepuh, Pasar Rau, Kota Serang dirazia oleh Satpol PP karena berjualan pada siang hari. Aksi ibu asal Tegal, Jawa Tengah yang menangis histeris saat petugas membawa dagangannya menjadi perbincangan di media sosial.

Netizen pun ramai menggalang dana untuk membantu Saeni yang idenya dipelopori akun Twitter @dwikaputra. Sumbangan netizen terkumpul hingga Rp 265.534.758, tak ketinggalan Presiden Joko Widodo ikut memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 10 juta yang diwakilkan oleh dua utusan.

Baca Juga  Biddokkes Polda Kalbar Adakan Rapid Test Antigen Covid-19 Gratis

encananya dari jumlah bantuan yang didapat akan digunakan Saeni untuk biaya kuliah anak bungsunya di IAIN Sultan Maulana Hasanudin, Serang, Banten. Sisanya akan dipergunakan untuk membeli bangunan agar tidak menyewa tempat kontrakan.

Saeni mengakui tidak mengetahui jika Pemkot Serang melarang warung nasi buka pada siang hari dan hanya diperbolehkan buka mulai pukul 16.00 WIB hingga 04.00 WIB.

Sesuai Perda Kota Serang 20/2010, Satpol PP Kota Serang berhak melakukan penertiban dan memberikan sanksi berupa pidana paling lama tiga bulan dan denda Rp 50 juta jika ada warung makan yang membandel.

Sebelumnya, Ibu Saeni mengaku menerima uang Rp 10 juta dari Presiden Jokowi. Uang itu diantarkan melalui dua orang yang mengaku suruhan Presiden Jokowi.

“Ada bantuan dari Pak Jokowi tadi orang suruhannya yang berikan langsung ke sini,” kata Ibu Saeni, Minggu (12/6) (pjkst|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Kota Pontianak Zona Oranye, Edi Pastikan Belajar Tatap Muka Tetap Berlanjut

Berita

Bersama Masyarakat Anggota Koramil Tebas, Laksanakan Kerja Bakti Masal Di Wilayah Binaan.

Berita

Kunjungan Kapolda Kalbar ke Polres Sanggau

Berita

Baru Satu Hari Serah Terima, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643 Amankan Ribuan Botol Miras*

Berita

Wabup Samosir Buka Sosialisasi Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

Berita

SINERGI TINGKATKAN PROGRAM KEMANDIRIAN, KANWIL KUMHAM SUMSEL LAKUKAN STUDI TIRU DI LAPAS KELAS I SURABAYA

Berita

Panitia pemilihan Anggota BPD Desa Damai Kecamatan Ulu Idanotae Kabupaten Nias Selatan diduga mengangkangi cara perekrutan dan verifikasi berkas calon anggota BPD

Berita

Danrem 121/Abw Brigjen TNI Dr.Ronny, S.Ap.,M.M., sambut kedatangan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) di kab. Sintang.