Home / Internasional

Jumat, 9 Juli 2021 - 12:47 WIB

Ini Alasan Sebenarnya China Tekan Ekspor Australia

Viewer: 440
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 55 Detik

Kompasnasional l Seorang pejabat China secara terbuka akhirnya mengakui alasan mengapa Beijing mengenakan tarif yang tinggi atas barang-barang impor asal Australia. Hal itu sebagai sanksi ekonomi bagi Negeri Kanguru tersebut dengan menegaskan bahwa Australia tidak bisa mengambil keuntungan dari China sambil “mencoreng” muka Negeri Panda itu.

Langkah China menerapkan tarif tinggi telah memukul sejumlah industri Australia. China antara lain memberlakukan tarif yang besar pada ekspor jelai dan anggur Australia, sambil menerapkan pula hambatan untuk beberapa produk lain dari negara itu seperti kayu, lobster dan batu bara.

Sebelumnya, China tidak pernah membingkai keputusan tersebut sebagai tindakan balasan politik. Misalnya, Beijing bersikeras mengenakan tarif tinggi atas anggur Australia karena dumping dengan harga yang tidak adil. Atau, produk Australia lainnya diblokir di Bea Cukai dengan alasan adanya masalah dengan biosekuriti atau pelabelan.

Baca Juga  Lira Turki Anjlok, Menantu Erdogan Mundur dari Jabatan Menteri Keuangan

Sementara, para pejabat Australia sejak lama mencemooh klaim-klaim tersebut dan menyebutkan bahwa Beijing sengaja melakukan “penyangkalan yang masuk akal” untuk kebijakan sanksi ekonominya atas Australia.

Namun, pada Selasa (6/7) malam Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian akhirnya menanggalkan kepura-puraan tersebut. Ketika ditanya tentang penurunan ekspor pertanian Australia ke China, Zhao menegaskan bahwa Beijing memang sengaja mengincar barang-barang asal Australia.

“Saling menghormati adalah fondasi dan pelindung kerja sama praktis antarnegara,” katanya seperti dikutip dari ABC News, Kamis (8/7/2021). “Kami tidak akan membiarkan negara mana pun untuk menuai keuntungan dari bisnis dengan China sambil menuduh dan mencoreng China tanpa dasar dan merusak kepentingan inti China berdasarkan ideologi.”

Zhao juga menyatakan bahwa Australia sedang dihukum karena mencoba menyerang China atas nama Amerika Serikat. “Ketika negara tertentu bertindak sebagai cakar kucing bagi orang lain, rakyatlah yang membayar kebijakan pemerintah yang salah arah,” katanya.

Baca Juga  Putri Sulung Obama Terpergok Hisap Ganja di Konser Musik

Bendahara Federal Josh Frydenberg tidak secara langsung mengomentari pernyataan Zhao, tetapi mengatakan Australia sedang berurusan dengan China yang “lebih tegas”. Dia juga menunjukkan bahwa Australia masih meraup pendapatan dalam jumlah besar dari ekspor bijih besi ke China.

“Mereka tidak merahasiakan fakta bahwa beberapa ekspor kami tidak sampai ke China – jelai, anggur, batu bara kami,” katanya kepada wartawan di Canberra.

“Tapi apa yang membuat jalan ke China karena mereka paling membutuhkannya adalah bijih besi kita, dan harga bijih besi berada pada rekor tertinggi. Dan itu memberikan pendapatan yang signifikan. Tetapi kami tidak akan mengutamakan kepentingan ekonomi. Kami akan mengutamakan kepentingan nasional yang lebih luas,” katanya.(SN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Demi Konten, Anak 3 Tahun Dipaksa Makan Terus untuk Capai Bobot 50 Kilogram

Internasional

Dua Jurnalis Myanmar Divonis Dua Tahun Penjara karena Liput Demo Anti Kudeta

Arsip

Diplomat Cantik Indonesia Berani Kecam Para Pemimpin Negara Pasifik

Internasional

Penyidik HAM PBB Sebut Pangeran Mohammed bin Salman Tersangka Utama Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi

Internasional

Korut Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Malaysia

Arsip

Polisi Kesulitan Korek Motif Sang Pembunuh Imam Masjid New York

Internasional

Inggris Minta Maaf Dokumen Rahasia Tertinggal di Halte Bus

Internasional

Gak Kaleng-kaleng, China Ikhlas Kucurkan Banyak Uang buat Bangun Lab Kesehatan di 11 Negara Islam