Viewer: 704
0 0

Home / Kesehatan

Jumat, 13 November 2020 - 14:43 WIB

Ilmuwan Sebut Covid-19 Bukan Lagi Pandemi, tetapi Sindemi, Apa Itu?

Viewer: 705
0 0
Terakhir Dibaca:58 Detik

Kompasnasional | Sejak mewabah dari China akhir tahun 2019, Covid-19 terus meluas hingga secara resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutnya sebagai pandemi global.

Namun, hampir setahun pandemi Covid-19 ini berlangsung, jumlah orang yang terinfeksi di seluruh dunia sudah mencapai angka 50 juta.

Bahkan, hingga kini lebih dari selusin kandidat vaksin Covid-19 masih dalam tahap pengujian, beberapa telah hampir menyelesaikan fase 3 atau tahap akhir uji klinis.

Baca Juga  6 Daftar Makanan Rawan Tertempel Bakteri Listeria: Jamur Enoki, Ikan Asap, Melon hingga Susu Mentah

Semakin tingginya angka infeksi Covid-19, sejumlah negara juga kembali memberlakukan lockdown setelah mencatat rekor penambahan jumlah kasus.

Kendati berbagai strategi dan kebijakan telah dilakukan, sejumlah ilmuwan dan pakar kesehatan menilai hal itu masih terlalu terbatas untuk menghentikan laju infeksi yang disebabkan virus corona baru, SARS-CoV-2.
Semua intervensi kita berfokus pada memotong jalur penularan virus untuk mengendalikan penyebaran patogen,” kata Richard Horton, pemimpin redaksi jurnal ilmiah The Lancet, seperti dikutip BBC, Kamis (12/11/2020).
Melihat kondisi Covid-19 saat ini, Horton menilai semestinya bukan dianggap sebagai pandemi, melainkan sebagai “sindemi”.

Baca Juga  Sekolah Kembali Dibuka, Ratusan Murid Positif Terinfeksi Corona

Lantas, apa itu sindemi dan bagaimana seharusnya penanganan Covid-19 dilakukan?

Sindemi adalah akronim yang berasal dari kata sinergi dan pandemi. Artinya, penyakit seperti Covid-19 tidak boleh berdiri sendiri. (K/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Riset: 4,7 Juta Warga Jakarta Terpapar Covid-19, Hanya 8,1 Persen yang Terdeteksi

Kesehatan

Dirontgen: Paru Penyintas Covid-19 Lebih Jelek dari Perokok

Kesehatan

Bermula 8 Siswa SMK Batuk dan Anosmia, Terbongkar 179 Siswa Positif Covid-19

Berita

Lions Club Golden Estate Menyalurkan APD dan Sembako Melalui Polres Batu Bara Untuk Masyarakat dan Tim Medis
Gubernur Papua dievakuasi ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Batik Air dan langsung dibawa ke RSPAD Jakarta

Berita

Gubernur Papua dievakuasi ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Batik Air dan langsung dibawa ke RSPAD Jakarta

Arsip

Bayi Usia 0 – 59 Bulan Wajib Imunisasi

Kesehatan

Enggak Nyangka, Nasi Merah yang Dianggap Selalu Sehat, Ternyata Jauh Lebih Beracun Daripada Nasi Putih! Begini Alasannya

Kesehatan

27 Warga Cipayung Jaktim Positif, Diduga Sepelekan Corona