Viewer: 674
0 0

Home / Nasional

Rabu, 10 Juni 2020 - 06:48 WIB

IKA UPI: Indonesia Butuh Kurikulum Era Pandemi

Viewer: 675
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 43 Detik

Kompasnasional | INDONESIA membutuhkan cara baru dalam tata kelola pendidikan selama masa pandemi dan pascapandemi. Pandemi tak boleh menghalangi hak-hak anak untuk mendapatkan pendidikan secara memadai.
Oleh karenanya, Indonesia wajib memiliki kurikulum baru yang relevan dengan situasi kenormalan baru (new normal). Setelah pandemi berlalu, sekadar menormalkan praksis sekolah tidaklah cukup. Yang diperlukan adalah transformasi, yaitu “desain besar” untuk mengubah sistem pendidikan secara mendasar.
“Mari kita jujur! Sebelum pandemi saja kita merasakan ketertinggalan dibandingkan dengan beberapa negara lain yang maju. Apalagi sekarang kita di tengah pandemi. Karena itu, maka pembelajaran jarak jauh menjadi topik utama. Kita sedang beradaptasi dengan budaya baru dalam pembelajaran,” ungkap Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (IKA UPI) Enggartiasto Lukita dalam rilis yang diterima galamedianews.
Berbicara saat membuka webinar “Pendidikan Bermutu di Musim Pandemi: Tantangan dan Harapan” yang digagas IKA UPI Komisariat Provinsi Maluku, Selasa (9/6/2020), Enggar menilai Kurikulum 2013 yang begitu padat tidak mungkin itu diterapkan selama masa pandemi. Karena itu, perlu konstruksi kurikulum yang relevan dengan situasi pandemi maupun pascapandemi.
Artinya, Indonesia membutuhkan kurikulum era pandemi yang adaptif dengan perubahan global tersebut.
“Ini tantangan kita semua. Dalam menerapkan pembelajaran jarak jauh ini, baku mutu, standar, tidak ada yang seragam. Ini diserahkan kepada kreativitas masing-masing guru dan sekolah,” katanya.
“Akan terjadi kesenjangan dari satu guru dengan satu guru lain, sekolah satu dengan sekolah lain, satu kota dengan kota lain, satu provinsi dengan provinsi lain yang memang tidak dipersiapkan untuk itu. Sehingga, saya berharap dari berbagai webinar ini akan ada yang lebih. Ada seuatu yang bisa dihasilkan untuk menata ulang pendidikan kita ke depan,” imbuh Enggar.
Sementara itu, Ketua IKA UPI Bidang Pembinaan Profesi Unifah Rosyidi mengungkapkan, pandemi Covid-19 membawa dampak luar biasa pada dunia pendidikan. Hal ini terjadi karena pada dasarnya pendidikan tidak mengakomodasi situasi ini.
Apalagi terjadi disparitas mencolok antara satu sekolah dengan sekolah lain atau satu daerah dengan daerah lain. Pada saat yang sama, hanya sedikit guru yang siap melakukan pembelajaran online secara mandiri. Kepemilikan siswa terhadap perangkat komunikasi juga terbatas. Belum lagi orang tua yang belum terbiasa dengan pembelajaran online. (RP/Red)

Baca Juga  Peringatan Dini BMKG Selasa, 6 Juli 2021, Potensi Cuaca Ekstrem Hujan Lebat di 13 Wilayah
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

KPK Geledah Rumah James Riady Terkait Dugaan Suap Perizinan Meikarta

Nasional

Agama Komjen Listyo Disoalkan, Sultan Priok Meradang: Emang Kenapa Kapolri Nonmuslim?

Berita

Menterengnya Pengusaha Travel Pamer Mobil Mewah dari Hasil Penipuan 12 Ribu Jemaah

Berita

Polisi Semarang Gagalkan Peredaran 80 Ribu Pil Koplo
Foto ilustrasi vaksin booster astrazeneca

Berita

5 Jadwal dan Lokasi Vaksinasi di Medan Pekan Ini

Berita

Korban Meninggal Dunia Akibat Ledakan Sumur Minyak di Aceh Capai 21 Orang

Arsip

Presiden Jokowi Minta Pramuka Jadi Gerakan Keren dan Mutakhir
Foto ilustrasi

Berita

Kasus Net89, Harta Reza Paten dan Bekas Bandana Atta Halilintar Disita