Home / Berita / Nasional / Reviews

Rabu, 17 Januari 2018 - 11:03 WIB

Idrus Marham Mengaku Tak Pernah Diajak Ngobrol Soal Menteri

Viewer: 668
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 55 Detik

KompasNasional.com,  Jakarta – Sekjen Golkar Idrus Marham telah tiba di Istana Kepresidenan. Pagi ini, Idrus akan dilantik menjadi Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa oleh Presiden Joko Widodo.

Kepada awak media, Idrus mengaku kaget ditunjuk menjadi Menteri Sosial. Sebab, kata dia, tidak pernah mendiskusikan posisi menteri dengan Presiden Joko Widodo.

“Ya sebagai partai pendukung pemerintah, kami lebih sering berkomunikasi soal program. Beliau tidak pernah bicara tentang menteri dan ini sesuai komitmen Partai Golkar bahwa kami mendukung pemerintah tanpa syarat,” ujar Idrus ketika tiba di kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 08.19, Rabu, 17 Januari 2018.

Idrus melanjutkan dirinya belum bisa menyatakan apa yang akan ia lakukan sebagai Mensos nanti. Alasannya, menurut dia, tidak etis menyampaikan misi kerja ketika dirinya sendiri belum resmi dilantik.

Ditanya apakah Idrus akan meninggalkan posisinya sebagai Sekjen Golkar setelah menjabat sebagai Menteri Sosial, ia menjawab hal itu bukan kewenangannya untuk menentukan. Dia menyerahkan keputusan soal posisinya di Dewan Pengurus Pusat Golkar kepada Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. “Pak Airlangga yang punya hak, berdasarkan hasil Munaslub Golkar,” ujarnya.

Baca Juga  Update Covid-19 di Kabupaten Samosir (15/07/2021) Tambah 30 Kasus Baru, 18 Sembuh, Kumulatif Konfirmasi Positif Menjadi 757 Kasus

dipinang Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Sosial yang baru, Idrus sudah lama berkarir sebagai politisi Golkar. Beberapa waktu lalu, misalnya, pria kelahiran Pinrang di Sulawesi itu sempat menjadi Pelaksana Tugas Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Setya Novanto yang menjadi terdakwa kasus korupsi e-KTP. Ia tak lama menjabat posisi itu karena kemudian digantikan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Idrus juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal atas pilihan mantan Ketua Umum Aburizal Bakrie. Posisi itu lumayan lama ia pegang, dari tahun 2009 hingga 2017 alias sampai akhir masa kepemimpinan Setya Novanto. Di sisi lain, ia juga menjadi Sekjen Pertama Golkar yang berasal dari sipil, bukan militer.

Baca Juga  Sofyan Djalil Tegaskan BPN Tidak Akan Menarik Sertifikat Fisik

Di luar kepengurusan Partai Golkar, ia sempat menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat selama satu periode (1997-1999) dan tiga periode menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Periode tersebut adalah 1999-2004, 2004-2009, dan 2009-2014. Pada periode awal 2009-2014, Idrus masuk menjadi anggota Panitia Khusus Angket Century yang diragukan kapasitasnya.

Penunjukkan Idrus Marham juga membuktikan kabar yang sebelumnya beredar bahwa posisi Mensos akan kembali diisi orang yang memiliki kaitan dengan Nahdlatul Ulama. Dulu, Idrus aktif di sejumlah organisasi muslim yang berafiliasi dengan NU seperti Pelajar Islam Indonesia, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, serta Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Ia pun dikenal dekat dengan para kiai.

[TC/TR]

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Wabup Wahyudi Menghadiri Sertijab Camat Silat Hilir

Berita

Bukber Dengan Menteri Sandi, Wali Kota Edi Kamtono Paparkan Potensi Wisata

Berita

Wagub Kalbar dan Wabub Mempawah Doa Bersama Hadapi Covid-19 Cepat Berlalu

Berita

PERSONIL SAT POL AIR MELAKSANAKAN PATROLI DIALOGIS TERHADAP NELAYAN*

Berita

Minim Pengawasan di Halsel Banyak Galian C Ilegal

Arsip

Kebenaran Kritik SBY dan Kontroversi Dana Haji
Foto: Perbedaan state immunity dan diplomatic imunity. (Darmawan Yusuf Mahasiswa Doktor Ilmu Hukum, FH-USU, Medan.)

Berita

PERBEDAAN STATE IMMUNITY DAN DIPLOMATIC IMMUNITY

Berita

Pasar Mitra Tani Kecamatan Belimbing Gelar Pangan Murah Berkualitas *