Home / Berita

Jumat, 8 Oktober 2021 - 21:54 WIB

Hindari Kerumunan Siswa Pulang Sekolah, Cabdisdik Siantar : Kami Akan hubungi kepsek serta evaluasi sekolah tersebut

Viewer: 381
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 56 Detik

Kompas Nasional l  PEMATANGSIANTAR-Saat sekolah di izinkan menggelar pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM), Pemerintah daerah masing-masing selalu ditekankan memfasilitasi kesiapan protokol kesehatan untuk keselamatan dan keamanan siswa. Mulai dari semua guru telah divaksin Covid-19, anak dipantau mulai dari rumah ke sekolah hingga kembali ke rumah lagi dalam kondisi aman.

Seharusnya, pihak sekolah pun harus mewanti-wanti untuk mewaspadai potensi kerumunan siswa. Terutama meninggalkan halaman sekolah saat jam pulang. 

Amatan awak media di beberapa titik lokasi di Kota Pematangsiantar, jarak satu sekolah dengan sekolah lain sangat dekat. Sehingga, ketika jam pembelajaran berakhir, seluruh siswa bersamaan bertemu hingga menimbulkan kerumunan. Salah satunya, di persimpangan Jalan Singosari dan Jalan Bali. Terdapat SMA, SMK Teladan dan SMK Negeri 1 Pematangsiantar. 

Baca Juga  Militer Myanmar Kaget Banyak Orang Protes Kudeta

Ketika di konfirmasi hal tersebut pada Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara melalui cabang dinas (Cabdis) di Siantar, sangat menyayangi kejadian tersebut. Pasalnya, sebelum pelaksanaan PTM terbatas dimulai, seluruh satuan Pendidikan dibawah naungan Dinas Pendidikan Sumatra Utara sudah melakukan simulasi. Salah satunya, mewaspadai potensi kerumunan siswa ketika meninggalkan sekolah masing-masing. 

“Kami Akan hubungi kepsek serta evaluasi sekolah tersebut. Soalnya, kami sudah tegaskan untuk menugaskan di titik tadi. Mengantisipasi siswa sebelum dan setelah belajar agar dilarang berkerumun untuk mencegah terjadinya penyebaran virus Corona,” tegas Kasi SMA dan PK  Drs. Hamonangan Aruan ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (8/10/21). 

Dia meminta sekolah-sekolah untuk mengatur jam pulang supaya tidak terjadi kerumunan. Dengan catatan siswa harus pulang langsung ke rumah tanpa harus mampir kesana kemari. 

Baca Juga  Kecewa karna dirinya diwakili untuk menyampaikan kata sambutan pada acara pesta pernikahan, Kades Koendrafo tidak mau menanda tangani surat dari warganya

Aruan juga menekankan pada tiap-tiap sekolah supaya mampu menerapkan mekanisme pengaturan para pelajar ketika jam pulang. Skema pelaksanaan PTM terbatas yang sudah ditetapkan diminta benar-benar diterapkan untuk mencegah kerumunan.

“Kami akan melakukan evaluasi dan bertindak secepatnya. Upaya kami mungkin terhadap jadwal jam belajar mengajar siswa dan guru antar sekolah di lokasi yang sama, akan dibuat berbeda agar tidak terjadi kerumunan massa usai jam pembelajaran. Atau bisa jadi, sekolah dibuat selang-seling,”tukasnya.

“Sebab PTM digelar masih dalam kondisi pandemi virus Corona. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi penyebaran kasus virus Corona di sekolah sebagai kluster baru,” kata Aruan. 

Aruan akan menegaskan lagi pada seluruh sekolah untuk aktif memperhatikan protokol kesehatan (prokes) yang baik serta pengawasan yang ketat. SOP yang telah disusun pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan di masa pandemi, tidak boleh lengah.

Toni Tambunan.

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Jejak Paman Birin: Lolos OTT, Gugat Status Tersangka, Menang Lawan KPK

Berita

Edi Kamtono : Selamat Hari Guru Nasional,Guru Berperan Dongkrak IPM

Berita

TIDAK MEMILIKI TPA SAMPAH, MASYARAKAT TERPAKSA MEMBUANG SAMPAH KE BANTARAN SUNGAI MELAWI.

Berita

Satgas Pamtas RI-MLY Yonif 645/GTY berikan layanan vaksinasi untuk Anak-Anak SDN di Perbatasan 

Berita

Masyarakat Nagori Buntu Turunan “Marharoan Bolon” Perbaiki Jalan

Berita

Personel Subdenpom XII/2-1 Sampit bersihkan Lingkungan sekitar

Berita

Serah Terima Jabatan Waka Polres Kapuas Hulu

Berita

Kubu Raya Masuk PPKM Level 2