Home / Asahan / Berita / Daerah

Minggu, 17 November 2019 - 22:22 WIB

SISWA-SISWI SD SANG BINTANG BELAJAR BERSAMA AGROLIFE SCIENCE UNA

Viewer: 855
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 53 Detik
Kisaran, Pagi yang cerah di langit Kisaran, Sejumlah anak-anak usia 7-11 tahun berpakaian pramuka memasuki halaman Kampus Universitas Asahan (UNA). Mereka adalah siswa-siswi SD Sang Bintang (SDSB) Kisaran yang berkunjung ke Agrolife Science. Rombongan SDSB Kisaran datang dengan jumlah 58 anak didik dengan 8 guru pendamping, keceriaan mereka menambah semangat dosen dan staf pegawai UNA untuk melakukan rutinitas di kantor.
Kedatangan mereka disambut oleh Abang-kakak mahasiswa yang tergabung dalam UKM Agrolife-science. “Ini merupakan salah satu program kami untuk belajar berbagi dengan masyarakat tanpa memandang usia” tandas Sang ketua Muhammad Iqbal. “selain itu kami berkesempatan untuk belajar bersosialisasi dan memahami anak berkebutuhan khusus (ABK) karena sebagian dari mereka adalah siswa ABK” tutur sang wakil ketua Azwar Danil Nasution.
Kunjungan siswa-siswi SD Sang Bintang ditangani secara profesional oleh Iqbal dan teamnya, dengan cekatan Iqbal dan Daniel menempatkan para anggota UKM di pos Iptek masing-masing, Siska dan Mirna di pos hidroponik. Rizal, Agung, Adit dan Romadhona di pos mikrobiologi. Dian dan Fadhia di teknologi plasma ozone. Serta Iqbal dan Danil di pos kultur jaringan, selain itu mereka dapat dukungan penuh dari alumni, Hilda, Robi dan Syahri yang membantu kegiatan mereka berjalan dengan baik.
Anak-anak begitu antusias bertanya tentang teknologi di masing-masing pos. mulai dari hidroponik sampai budidaya anggrek secara kultur jaringan, Selain itu anak-anak melihat langsung kegiatan hidroponik, kultur jaringan, perakitan ozon dan juga melihat langsung sample mikroba dengan menggunakan mikroskop “awak tertawa lepas ketika ada anak yang pendek tapi sangat ngotot untuk melihat bakteri dengan mikroskop, ya kami sediakan kursi” ujar Romadhona sambil gelak lepas.
Kegiatan Mahasiswa yang positif tersebut mendapat apresiasi dari ketua UPT Pusat Inovasi dan Riset Terapan, Asep Rodiansah, S.P. M.Si, “Mahasiswa yang tergabung dalam UKM Agrolife-science  sangat kritis dan visional, mereka menyadari bahwa anak-anak SD adalah tunas bangsa sebagai penerus pembangunan pertanian”, menurut Asep, perlu diarahkan pada sebuah mental yang mencintai lingkungannya. Karena itu diperlukan prilaku positif dari bagaimana pola atau cara berfikir mereka sejak usia dini.
Pola pikir sejak kecil harus diajarkan nilai-nilai kebaikan, keberanian untuk bertindak, juga kebijaksanaan memilih sesuatu, sehingga diharapkan mampu membentuk karakter yang baik” katanya. Bermuara dari itu, mari kita ajarkan anak-anak sejak dini mengenal dunia pertanian sebagai bentuk kecintaan terhadap alam dan lingkungan sekitar.
Perwakilan guru pembimbing dari SDSB Kisaran, Mahdayani Syahyuni Batubara S.Pd. mengaku senang murid-muridnya  dapat mengikuti kegiatan mengenal dunia pertanian di Fakultasn Pertanian UNA khususnya Agrolife Science. Menurutnya, banyak kegiatan yang bisa ditindaklanjuti di sekolah nanti. “Banyak ilmu yang bisa kami ambil dari sini, tidak hanya pertanian, ada Fisika, Kimia yang jelas juga Biologi sehingga bisa kami lakukan di sekolah maupun di rumah,” katanya.
Disamping itu pendiri Sekolah Sang Bintang Agustina, SE.,SH.,MH ketika dihubungi wartawan mengatakan Dalam mengahadapi era teknologi industri 4.0, anak-anak harus disiapkan dari usia dini baik dalam kesiapan mental maupun kesiapan kognitifnya. Salah satu model pembelajaran yang diterapkan adalah problem solving, sehingga anak-anak nantinya siap menghadapi era teknologi industri kedepannya,”katanya.
Hal tersebut diamini oleh Dosen ahli fisika plasma Teknik Mesin sekaligus anggota UPT Pusat Inovasi dan Riset Terapan UNA Intan Zahar, S.Si., M.Si,. “kita harus mengenalkan aplikasi ilmu fisika kepada anak-anak, karena semakin dini mereka dikenalkan kepada fisika terapan maka akan semakin berkembang pola fikir mereka dimasa yang akan datang yang akan merubah paradigma generasi muda akan pentingnya belajar ilmu fisika” ujarnya ketika diwawancara sambil mengarahkan mahasiswa menerangkan teknologi plasma kepada para siswa SD.(timred)
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Baca Juga  Strategi Pemkab Samosir Dalam Mengatasi  Kekurangan 31.000 Ton Dari 45.000 Usulan Pupuk Bersubsidi

Share :

Baca Juga

Berita

Hendak Pindahkan Stop Kontak, Sawi Tewas Tersengat Listrik

Berita

Babinsa Matan Hilir Selan, Jajaran Kodim 1203/Ktp, Hadiri Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Silacak.

Berita

Patroli Pencegahan Balap Liar dan Penggunaan Knalpot Brong

Berita

PELANTIKAN BUPATI/WAKIL BUPATI HUMBAHAS DITUNDA

Arsip

Wanna Cry Ransomware Disebar Acak

Berita

Operasi Pekat II, Satresnarkoba Polres Melawi Ringkus Pelaku Pengedar Narkotika

Daerah

Kembali Satgas Pamtas RI-MLY Yonif 645/GTY Terima Senjata Api Rakitan dari Warga Perbatasan

Berita

Reses ke-3 DPRD Samosir di Simanindo