Home / Berita

Rabu, 23 Februari 2022 - 00:53 WIB

Akselerasi Sertifikasi Perkebunan Sawit

Viewer: 361
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 4 Detik

Pontianak Kalbar,KOMPAS NASIONAL.Com – Mewakili Gubernur Kalimantan Barat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Junaidi, M.M., memberikan Keynote Speech pada acara Seminar Percepatan Pelaksanaan Sertifikasi Sawit Berkelanjutan di Provinsi Kalimantan Barat secara virtual di Ruang Audio Visual Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Selasa (22/2/2022).

Saat membacakan sambutan Gubernur Kalimantan Barat, Asisten II Sekda Prov Kalbar menyampaikan statistik perkebunan tahun 2021 mencatat luasan perkebunan sawit di wilayah Kalbar meningkat tipis dari tahun 2020, yakni dari 1.905.108 Ha menjadi 1.910.293 Ha dan 697.182 Ha (37%) diantaranya dimiliki oleh petani (plasma/swadaya).

Sejalan dengan komitmen global akan pentingnya pembangunan berkelanjutan untuk pengentasan kemiskinan, dan keselamatan dunia, pemerintah telah menerbitkan sejumlah regulasi, baik undang-undang, Perpres hingga peraturan menteri.

“Di sub sektor perkebunan, khususnya sawit, pemerintah telah menerbitkan Perpres No 44 Tahun 2020 dan Permentan 38 Tahun 2020, dimana keduanya memberikan arahan kebijakan yang tegas bahwa pembangunan kelapa sawit berkelanjutan merupakan mandatori/keharusan.

Baca Juga  Gelorakan Semangat Olahraga, Prajurit dan PNS Kodam XII/Tpr Peringati HAORNAS ke-39

Hal tersebut tidak hanya berlaku bagi pelaku usaha (perusahaan) perkebunan, namun juga bagi para pekebun atau petani sawit mandiri/swadaya,” jelas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Kalbar.

Hanya 69 dari 373 perusahaan sawit yang mendapat konsesi IUP di Kalbar yang menjalankan praktik pembangunan perkebunan sawit berkelanjutan dan telah mendapatkan pengakuan dari lembaga sertifikasi profesional berupa sertifikat ISPO/RSPO, tetapi hanya baru di sebagian area konsesi inti, belum menyentuh area kebun sawit mandiri/swadaya yang menjadi pemasok TBS ke PKS-nya.

“Di tengah kondisi keuangan pusat dan daerah yang terbatas karena COVID-19, kami mendorong agar para pemilik IUP tidak hanya terfokus kepada mengejar dan mendapatkan sertifikat ISPO/RSPO untuk areal intinya. Namun, juga turut serta membantu memberikan pendampingan kepada manajemen koperasi dan para pekebun sawit swadaya di sekitarnya.

Baca Juga  Edi Kamtono Dorong Kembangkan Homestay Dan Pondok Wisata Di Tengah Pandemi

Kami sepenuhnya mendukung upaya bersama untuk melakukan percepatan sertifikasi pembangunan kelapa sawit berkelanjutan dengan cara-cara yang luar biasa di Kalbar,” ungkap Drs. Junaidi, M.M.

Kemudian, Asisten II Sekda Prov Kalbar meminta jajaran pemerintah pusat, pemprov, pemkab, pimpinan korporasi, para CSO, Asosiasi Petani, akademisi, dan multipihak lainnya, berkomitmen mengakselerasi pelaksanaan sertifikasi kebun sawit korporasi, plasma, maupun kebun sawit rakyat, sesuai kewenangannya.

Sebagai informasi, Narasumber Seminar Percepatan Pelaksanaan Sertifikasi Sawit Berkelanjutan di Kalimantan Barat yaitu:

  1. Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalbar, Ir. Muhammad Munsif, M.M.
  2. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalbar, Ir. Adi Yani, M.H.
  3. Ketua DPRD Kabupaten Sanggau, Jumadi, S.Sos.
  4. Ketua DPW APKASINDO Kalbar, Indra Rustandi.
  5. Pekebun, H. Mochtarudin.
  6. Ketua Cabang GAPKI Kalbar, Purwati Munawir.

(Hasnan Sutanto)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Plt. Wali Kota Pematangsiantar Ikuti Zoom Meeting Vaksinasi Massal Serentak Dipimpin Oleh Kapolri

Berita

Video Oknum Kades Peluk Mesra PNS di Room Karaoke Viral, Ternyata Si Cewek Istri Kadus

Berita

Kejari Samosir Eksekusi Uang Pengganti Korupsi APBDes Rp383 Juta

Berita

Prabowo Resmi Luncurkan Badan Pengelola Investasi Danantara

Berita

SEKDA KALBAR TERIMA AUDIENSI HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI)

Berita

Warga Patuhi Larangan Malam Tahun Baru

Berita

Tanamkan Iman Sejak Dini, Komandan Koramil 03/Tebas Ajarkan Agama Kepada Generasi Penerus

Berita

Forum Komunikasi Wartawan Melawi ( FKWM) Mendatangi Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi*