kompasnasional.com | SERGAI – Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir H Soekirman kembali meninjau dan menyerahkan bantuan kepada korban banjir di posko pengungsian Musholla Syuhada Dusun XIV Desa Suka Damai Kecamatan Sei Bamban, Rabu (20/9/2017).
Bantuan diserahkan secara langsung oleh H Soekirman kepada perwakilan korban bencana banjir, yang rencananya akan disalurkan kepada 782 Kepala Keluarga (KK) yang berada di Desa Suka Damai Sebanyak 3186 jiwa atau 714 KK, Desa Sei Buluh 27 KK, Desa Bakaran Batu 11 KK serta Desa Sei Belutu 30 KK.
Selain Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sergai PT Bank Sumut dan Kementerian Agama Sergai juga turut menyerahkan bantuannya kepada korban banjir yang disaksikan langsung Bupati Soekirman. Bantuan yang diserahkan berupa sembako, lauk-pauk serta air mineral.
Dalam perbincangannya dengan masyarakat yang berada diposko pengungsian darurat H Soekirman mengingatkan kembali kepada masyarakat, terkhusus masyarakat Sergai untuk selalu meningkatkan kewaspadaan pada beberapa bulan ke depan.
“Tingkatkan kewaspadaan kita, simpan surat berharga seperti KTP, KK, Buku Nikah, Akte Kelahiran dan surat berharga lainnya di tempat yang mudah terjangkau jika terjadi bencana,” ungkap Soekirman.
Bupati juga menghimbau kepada pemerintahan desa dan kecamatan untuk membentuk posko, dapur umum dan sarana lainnya.
Kepada pengungsi H Soekirman menghimbau untuk menerapkan budaya gotong royong dalam menghadapi permasalahan yang tengah di hadapi.
“Untuk meringankan musibah, kita perlu bergotong-royong dan bahu-membahu dalam menghadapi persoalan ini, bagaikan rewang, mengerjakan segala sesuatu bersama,” tambahnya.
Banjir yang melanda Sergai, terkhusus Kecamatan Sei Bamban membuat H Soekirman didampingi Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah, Camat Sei Bamban, perwakilan Dinas Kesehatan Sergai turun langsung melihat dan mengecekkeadaan masyarakat, demi menentukan tindakan apa yang harus dilakukan.
Dalam perjalanan H Soekirman menemukan beberapa hal penting yang harus terlebih dahulu dilakukan seperti membangun posko-posko pengungsian, bahan makanan dan perlengkapan makan, posko pengobatan serta Tim Gabungan Penanggulangan Bencana (Tagana), yang harus segera dibangun dan disiagakan (Konser Manik)



