Sutarmidji Mendorong Kabupaten Sintang Siap Menjadi Ibukota Provinsi Kapuas Raya
SINTANG KALBAR,KOMPAS NASIONAL.COM- Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., memberikan arahan dan sambutan pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Kabupaten Sintang Tahun 2021 – 2026 secara virtual dengan didampingi Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Barat, Ir. Sukaliman, M.T., di Ruang Analisis Data Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (16/7/2021).
Dalam arahannya, Gubernur berharap semua yang telah direncanakan harus sesuai dengan data yang valid. Jangan sampai musrenbang disusun dengan data yang tidak valid sehingga capaiannya semu.
“Saya selalu bekerja dengan data dan saya melihat bagaimana data bergerak ditunjang oleh hal-hal yang lain, tanpa itu mustahil ada terobosan-terobosan”, ujar Gubernur Kalbar.
Ketika menjadi Gubernur, volume APBD sekitar Rp 5,4 – Rp 5,6 triliun dan tahun 2021 bisa mencapai Rp 7 triliun.
Tetapi karena ada beberapa pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang turun seperti Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
PAD yang turun dari BBNKB dikarenakan tidak banyak masyarakat yang membeli mobil baru. Maka, kemungkinan perubahan anggaran Pemprov Kalbar hanya Rp 6,4 triliun.
APBD Pemprov Kalbar masih diatas Rp 6,4 triliun dan Kabupaten Sintang mendapatkan sekitar Rp 5,5 miliar untuk perbaikan beberapa jalan, jelas H. Sutarmidji.
“Saya mengajak Pemerintah Kabupaten Sintang untuk menyulap Sintang menjadi kota.
Karena cepat atau lambat Sintang pasti akan menjadi ibukota Provinsi Kapuas Raya.
Jika keputusan pemekaran provinsi ada di tangan Gubernur, pasti sudah diputuskan. Namun, keputusan tersebut ada pada pemerintah pusat, maka selalu kita dorong agar wajah kota Sintang berubah dan harus dapat dinikmati oleh masyarakat.
Untuk itu alokasikan anggaran untuk membuat trotoar-trotoar atau waterfront seperti di Kabupaten Sanggau, sehingga masyarakat senang”, harap Gubernur.
“Wilayah Sintang yang luas dan tidak ada status desa sangat tertinggal menunjukkan perkembangan ekonomi Kabupaten Sintang sangat bagus.
Saya yakin dibawah kepemimpinan Pak Jarot dan Pak Sudiyanto akan berbuat semaksimal mungkin demi kemajuan Sintang.
Saya sangat berharap Sintang dapat disulap untuk siap menjadi calon ibukota Provinsi Kapuas Raya”, timpal Gubernur.
.
“Lahan sebesar 32 hektar untuk area Komplek Kantor Provinsi yang berlokasi di dekat Kantor Arpusda Kab. Sintang jangan digunakan untuk keperluan lain, karena saya sudah menyampaikan desain Kantor Gubernur Provinsi Kapuas Raya dan Kantor DPRD Provinsi Kapuas Raya kepada pemerintah pusat sudah ada.
Jika tidak ada pandemi Covid-19, mungkin semuanya sudah siap”, ungkap orang nomor satu di Kalimantan Barat.
.
Jika kondisi pandemi Covid-19 sudah landai, Gubernur ingin meninjau langsung kondisi lokasi yang akan dijadikan wajah Ibukota Sintang.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat siap untuk berkontribusi dan diharapkan Kabupaten Sintang semakin maju, papar Gubernur.
.
“Ingatkan perusahaan perkebunan dan pertambangan untuk berkontribusi melalui Corporate Social Responsibility (CSR) agar pemerintah tidak letih membangun jalan.
Kemudian, saya akan terus berupaya agar PLN dapat memasok aliran listrik kepada desa yang belum memiliki aliran listrik. Hal ini diharapkan secepatnya dapat terwujud. Tetapi, untuk Kabupaten Sintang tidak banyak desa yang belum memiliki aliran listrik.
Target percepatan dalam 5 tahun di Kabupaten Sintang adalah seluruh desa sudah dialiri listrik.
Untuk air bersih, saya sependapat untuk ditingkatkan hingga di atas 50 %.
Silakan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi mengenai hal apa saja yang akan dilaksanakan di Kabupaten Sintang, sepanjang ada program yang sesuai, Pemprov Kalbar akan masukan di program tersebut.
Mudah-mudahan Kabupaten Sintang bisa kita sulap menjadi Ibukota Provinsi Kapuas Raya”, tutup Gubernur.
Hasnan Sutanto





