Pontianak Kalbar,KOMPAS NASIONAL. Com – Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., menghadiri Upacara pada Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Liong Kapuas 2022, dalam rangka Pengamanan Imlek 2573 dan Cap Go Meh Tahun 2022 di Lapangan Upacara Kantor Polda Kalbar, Senin (31/1/2022).
Turut hadir dalam upacara tersebut yakni Kapolda Kalbar Irjen Pol. Drs. Suryanbodo Asmoro yang sekaligus bertindak sebagai inspektur upacara, didampingi Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Sulaiman Agusto, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, S.H., Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, S.H., Danlanud Supadio Marsma TNI Deni Hasoloan Simanjuntak serta beberapa jajaran Instansi terkait lainnya.
Usai memimpin apel, Kapolda Kalbar Irjen Pol. Drs. Suryanbodo Asmoro mengungkapkan Gelar apel kali ini dalam rangka menyamakan persepsi bahwa secara umum bahwa covid-19 di Kalbar ini masih ada.
“Tentunya ini memerlukan batasan – batasan terhadap perayaan budayanya, tetapi untuk peribadahannya tetap kita jalankan seperti biasa,” kata Suryanbodo Asmoro.
Ia menjelaskan, ada 8 titik sentra yang menjadi fokus perhatian yang berada di dua Kota di Kalbar yaitu Kota Pontianak dan Kota Singkawang.
“Nantinya akan ada beberapa penempatan pos-pos baik di Kota Singkawang dan Pontianak. Kemudian, kami juga telah sepakat dengan Pangdam baik yang ada di pos maupun mobile serta akan ada patroli gabungan antara TNI, Polri, Satpol PP, dan juga beberapa instansi terkait lainnya guna mendukung optimalisasi personel baik yang ada di pos maupun mobile berdasarkan surat edaran yang diterbitkan oleh Bapak Gubernur,” terang Kapolda Kalbar.
Sementara itu, hal yang sama juga disampaikan Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji, S.H. M.Hum., “Kami menyarankan agar untuk perayaan kebudayaan Imlek maupun Cap Go Meh sementara ini tidak kita izinkan, namun untuk peribadatan tetap dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Jadi, Untuk perayaan kebudayaan Imlek maupun Cap Go Meh sementara ini tidak kita izinkan karena dipastikan menimbulkan kerumunan, namun untuk peribadatan tetap dijalankan seperti biasanya namun harus tetap menerapkan protokol kesehatan,” jelas Gubernur Kalbar.
Gubernur juga menambahkan bahwa beberapa hari ini baik di Kota Pontianak maupun Singkawang untuk angka keterjangkitan Covid-19 meningkat.
“Biasanya di Kota Pontianak itu kosong, namun sekarang sudah 10.
Di Singkawang juga mengalami peningkatan, bahkan ada yang dirawat.
Saya awalnya sangat senang bahwa angka BOR Rumah Sakit Soedarso itu 1,7% namun sekarang meningkat menjadi 4%lebih.
Mudah – mudahan semua ini bisa dipahami oleh saudara – saudara kita yang sedang menjalani perayaan,” tutupnya.
(Hasnan Sutanto).





