Home / Arsip / Arsip 2016 / Nasional / Reviews

Senin, 20 Juni 2016 - 09:54 WIB

Gerindra: Jokowi Sok Jagoan Bikin Negara Cekak

Viewer: 538
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 22 Detik

Fraksi Gerindra seakan memperoleh amunisi baru untuk menyerang Presiden Joko Widodo saat keuangan negara tahun ini mengalami defisit besar.

Para anak buat Prabowo Subianto yang duduk di DPR menyebut, defisit itu bukti nyata kesalahan Jokowi yang terlalu pede dan tak mau dinasehati. Akhirnya, pemerintah sendiri yang repot karena pemasukan negara cekak.

Di awal penyusunan APBN 2016, pemerintah Jokowi memang begitu optimistis. APBN melonjak menjadi Rp 2.095 triliun.

Namun, seiring dengan anjloknya harga minyak dunia, lesunya ekonomi nasional, dan seretnya penerimaan pajak, pemerintah melakukan revisi besar.

Dalam rancangan APBN-P 2016, pemerintah memotong anggaran di 61 kementerian/lembaga yang totalnya mencapai Rp 50 triliun. Pemerintah juga berencana menambah utang baru untuk menutup devisit di APBN.

Baca Juga  Selfie di Pesawat, Keluarga Ini Tak Sadar Ada Penampakan Cantik di Belakangnya

Gerindra mengaku sudah memprediksi bakal terjadinya peristiwa ini sejak masa kampanye dulu. Sebab, Jokowi terlihat terlalu muluk-muluk dalam membuat penganggaran.

“Saat kampanye, kami bilang bahwa janji Jokowi nggak masuk akal. Tapi, kami tidak mendapatkan dukungan. Jokowi dengan pede selalu bilang, uangnya ada. Sekarang, kita melihat buktinya seperti ini,” sindir Wakil Ketua Fraksi Gerindra Desmond J Mahesa, tadi malam (Minggu, 19/6/2016).

Saat penyusunan asumsi APBN 2016, kata Desmond, Gerindra sudah menolak angka wah yang diajukan Jokowi. Namun, saat itu suara Gerindra tidak didengar. Dengan pede, pemerintah tetap keukeuh angka Rp 2 ribu triliun bisa dicapai.

Baca Juga  Komisi IX: Percepatan Vaksinasi Covid-19 Tidak Boleh Lewat Vaksin Berbayar

Dengan kondisi sekarang, sambung Desmond, fraksinya masih mikir-mikir untuk menyetujui pemotongan anggaran. Tapi, kalau kenyataannya negara tidak punya uang, mau tidak mau pihaknya juga setuju dengan pemotongan itu.

“Persoalan ini terjadi lantaran kegagalan pemerintah mencapai target penerimaan negara. Ini upaya rasionalisasi terhadap uang yang ada, bukan prestasi. Pemerintah jangan sok jagoan, mengesankan diri sedang melakukan penghematan,” demikian Desmon (pjkst|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Foto Kabareskrim Polri - Komjen Agus Andrianto

Berita

Kabareskrim Agus Andrianto Bantah Terima Uang dari Tambang Ilegal

Arsip

Kiamat Akibat Pergeseran Bumi Bakal Terjadi 29 Juli 2016?

Arsip

Diduga Dedi Telap Rp 200 Juta Uang Haram Jatah Oknum Poldasu, Apakah Benar ?

Arsip

Strategi Arab Saudi Bangun Usai Dihantam Harga Minyak

Nasional

Udin dan Gobel Tewas, Pak Guru sama Jaka Cs Dicari Pasukan Khusus TNI

Berita

Menjelang Reshuffle, Jokowi Dua Hari Rapat Internal
Guru Dasrul: Biarpun Sudah Pukul Saya, Dia Tetap Anakku-kompasnasional

Arsip

Guru Dasrul: Biarpun Sudah Pukul Saya, Dia Tetap Anakku

Arsip

TNI Yakin Bisa Bebaskan 10 WNI Dari Tangan Abu Sayyaf