Home / Arsip / Arsip 2016 / Nasional / Reviews

Senin, 20 Juni 2016 - 09:54 WIB

Gerindra: Jokowi Sok Jagoan Bikin Negara Cekak

Viewer: 525
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 22 Detik

Fraksi Gerindra seakan memperoleh amunisi baru untuk menyerang Presiden Joko Widodo saat keuangan negara tahun ini mengalami defisit besar.

Para anak buat Prabowo Subianto yang duduk di DPR menyebut, defisit itu bukti nyata kesalahan Jokowi yang terlalu pede dan tak mau dinasehati. Akhirnya, pemerintah sendiri yang repot karena pemasukan negara cekak.

Di awal penyusunan APBN 2016, pemerintah Jokowi memang begitu optimistis. APBN melonjak menjadi Rp 2.095 triliun.

Namun, seiring dengan anjloknya harga minyak dunia, lesunya ekonomi nasional, dan seretnya penerimaan pajak, pemerintah melakukan revisi besar.

Dalam rancangan APBN-P 2016, pemerintah memotong anggaran di 61 kementerian/lembaga yang totalnya mencapai Rp 50 triliun. Pemerintah juga berencana menambah utang baru untuk menutup devisit di APBN.

Baca Juga  Terkait Penggerebekan ‘Golden Game’ Polisi Dihadang Massa Bayaran

Gerindra mengaku sudah memprediksi bakal terjadinya peristiwa ini sejak masa kampanye dulu. Sebab, Jokowi terlihat terlalu muluk-muluk dalam membuat penganggaran.

“Saat kampanye, kami bilang bahwa janji Jokowi nggak masuk akal. Tapi, kami tidak mendapatkan dukungan. Jokowi dengan pede selalu bilang, uangnya ada. Sekarang, kita melihat buktinya seperti ini,” sindir Wakil Ketua Fraksi Gerindra Desmond J Mahesa, tadi malam (Minggu, 19/6/2016).

Saat penyusunan asumsi APBN 2016, kata Desmond, Gerindra sudah menolak angka wah yang diajukan Jokowi. Namun, saat itu suara Gerindra tidak didengar. Dengan pede, pemerintah tetap keukeuh angka Rp 2 ribu triliun bisa dicapai.

Baca Juga  5 Lukisan 'Tak Jelas' Ini Dijual Miliaran, Bahkan Hingga Triliunan Rupiah!

Dengan kondisi sekarang, sambung Desmond, fraksinya masih mikir-mikir untuk menyetujui pemotongan anggaran. Tapi, kalau kenyataannya negara tidak punya uang, mau tidak mau pihaknya juga setuju dengan pemotongan itu.

“Persoalan ini terjadi lantaran kegagalan pemerintah mencapai target penerimaan negara. Ini upaya rasionalisasi terhadap uang yang ada, bukan prestasi. Pemerintah jangan sok jagoan, mengesankan diri sedang melakukan penghematan,” demikian Desmon (pjkst|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Basarnas Temukan Puing dan Jasad Korban KM Sinar Bangun di Kedalaman 450 M

Arsip

Tahanan Tewas, Paranormal Dipanggil Usir Roh Jahat di Polsek Siantar Barat

Arsip

Harga Emas Antam Naik Rp 1000 per Gram

Arsip

Pemkot Bandung Dihujat Kasus Beruang Di Bonbin, Ini Pembelaan Emil

Arsip

Wartawan Aceh Kecam Penganiayaan Yang Dilakukan Anggota TNI AU di Medan

Berita

Pasca Penggeledahan Rumah Dinas Zola,Pemerintahan Berjalan Normal

Berita

Menyambut Imlek, Lions CLub Golden Estate dari Pintu ke Pintu

Berita

Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Ditangkap, Apa Penyebabnya?