Kompas Nasional I Siantar
Dengan langkah PASTI, menerapkan ilmu Filosofi Menanam Padi, “Mundur untuk Maju.” Calon Walikota Ir Asner Silalahi MT Mundur dari jabatan strategis di Kementerian PUPR untuk Maju jadi Wali Kota Siantar.
Untuk diketahui, Ilmu atau filosofi menanam padi adalah langka Mundur bukan maju. Kalau secara maju, tentu padi yang sudah ditanam akan terinjak-injak dan rusak.
Walaupun mundur, sebenarnya Ir Asner Silalahi sudah maju, dalam arti nantinya petani akan memperoleh kemajuan. Yaitu akan memanen padi, akan bisa makan nasi, atau padinya dijual untuk kebutuhan lainnya.
Demikian halnya dalam hidup, adakalanya kita harus mundur (mengalah). Mengalah untuk menang, mengalah untuk kebaikan bersama.
Hal itulah yang dilakukan Ir Asner Silalahi di Kampung Matio Kelurahan Naga Huta Timur Kecamatan Siantar Marimbun. Ia beserta keluarganya, datang menyapa masyarakat disaat melintasi areal persawahan.
Calon Walikota Ir Asner Silalahi MT bersama istri Juliati boru Sihombing dan anak-anaknya berhenti dan turun langsung ke sawah bersama-sama masyarakat ikut menanam padi, Selasa (17/11/2020).
Terlihat Asner merunduk menanam padi. Jika dilakukan dengan berdiri, tentu bibit padinya tidak bisa tertanam. Sudah merunduk, mundur, dan juga capek tentunya.
Hikmah yang dapat kita petik adalah bahwa untuk meraih segala sesuatu haruslah kerja keras. Tidak ada kamus hidup yang instan.
Kehadiran Asner dan keluarga membuat para petani yang sedang menanam padi bangga dan terharu. Masyarakat tidak menyangka kalau Asner beserta Istrinya, mau turun ke sawah berbaur dengan masyarakat ikut menanam padi
Asner Silalahi beserta Istri sebelumnya berjalan kaki yang berjarak sekitar 70 Meter dari Jalan Bah Kora sembari menyapa masyarakat. Kemudian saat melintas di kawasan pertanian Matio, Asner melihat adanya aktivitas petani yang sedang bercocok tanam. Lalu Asner mengajak istri dan anak-anaknya turun ke sawah
dan meminta kepada petani yang berjumlah hampir empat puluh orang.
Permintaan untuk ikut menanam padi di sanggupi masyarakat dan mempersilahkan Asner turun ke sawah untuk menanam padi.
Petani menyerahkan bibit padi untuk ditanam Asner juga Istri nya Juliati br Sihombing. Pemandangan itu pun mengundang perhatian warga dan mereka sangat antusias dan mengaku bangga dan sangat senang apabila nantinya Walikotanya mau langsung turun kehadapan masyarakat.
Kata Asner, para petani padi merupakan pahlawan ketahanan pangan untuk Negara Indonesia. “Kalau tidak ada petani, kita makan apa. Jadi patut kita hormati para petani kita,” kata Asner kembali .
Harap Asner, padi yang ditanam para petani berbuah lebih banyak lagi dan dapat menghasilkan untuk semakin meningkat nya perekonomian masyarakat terkhusus
untuk ketahanan pangan.
Setelah menanam padi, Asner berserta keluarga pamit kepada para petani untuk melanjutkan perjalanan dan menyapa para masyarakat.
Sementara itu, di kampung Matio Asner Silalahi juga melakukan pertemuan dengan masyarakat tepatnya di halaman depan rumah salah satu warga dengan tenda apa adanya.
Kepada Asner warga menyampaikan aspirasi dan keluhan. Harapan warga, Jika duduk nantinya sebagai Walikota Pematangsiantar agar memperhatikan masyarakat Matio yang umumnya berprofesi sebagai petani.
Seperti perbaikan irigasi dan ketersediaan pupuk bersubsidi semoga nantinya tidak luput dari perhatian Asner Silalahi. Sebagaimana diketahui, kawasan lahan persawahan di Kecamatan Simarimbun, lebih dari 200 hektar sehingga ketersediaan pupuk dan sarana irigasi sangat penting untuk kelangsungan pertanian. mereka
Setelah mendengar keluhan masyarakat, Asner Silalahi yang merupakan kelahiran dan besar di Kota Siantar ini mengatakan bahwa perhatian untuk masyaraka petani sudah merupakan tugas dan tanggungjawab pemerintah.
“Kebetulan saya dulunya bekerja di Kementerian PUPR yang menangani pembangunan jalan, jembatan, irigasi dan lain-lain, maka dari pengalaman juga ilmu yang saya dapat selama itu akan saya terapkan di Kota Pematang Siantar,” ini terangnya
Begitu juga dengan soal ketersediaan Pupuk Bersubsidi, maka dinas terkait seperti Dinas Pertanian nantinya harus benar-benar melakukan pengawasan distribusi pupuk bersubsidi dan pendataan yang valid terkait kebutuhan masyarakat petani, jelasnya.
“Jadi saya bersama Ibu dokter Susanti menyiapkan program jangka pendek menengah dalam jangka panjang supaya Siantar Bangkit dan Maju dimulai dari sektor Kesehatan Kesejateraan Masyarakat dengan melalui berkwalitas nya pembangunan dan pelayanan pemerintah, kata Aner.
“Tadi saya sengaja untuk menanam padi bersama petani. Saya sangat senang dekat dengan bersama masyarakat dan bila mana nanti saya terpilih saya akan terus turun ke lapangan untuk memantau bagaimana kondisi infrastruktur dan hasil dari Pertanian,” ujar Asner
Apa yang dilakukan Asner adalah ugas manusia yang sekedar menyemai, menanam, dan menyiangi.
Setelah bibit padi ditanam dan disiangi, maka tugas selanjutnya diambil-alih oleh Tuhan. Tuhanlah yang akan menumbuhkan padi menjadi lebat dan tinggi, menumbuhkan biji-bijinya. Setelah bekerja keras, manusia memasrahkan segalanya kepada Tuhan.
Ini bermakna spiritual, inti dari keimanan seseorang.
Jika sudah bertawakkal, apapun hasilnya, bagus atau tidak panennya, akan ia terima dengan lapang dada dan senang hati. Ia tidak akan kecewa atau sedih. Karena ia sadar sepenuhnya bahwa manusia tiadalah punya kuasa, hanya bisa berikhtiar. Juga sebaliknya, jika panennya bagus, pun manusia tidak boleh sombong dan membanggakan diri serta melupakan peran dan kerja Tuhan.
Diakhir acara Asner Silalahi mengajak para masyarakat untuk datang ke TPS Pada 9 Desember 2020 yang akan datang.
Pesan Pasangan Calon Asner-Susanti (PASTI), di Pilkada nantinya. “Coblos Asner-Susanti” yang ada gambarnya. (COBLOS NOMOR SATU) .Ya Pak/Bu,” harap Asner kepada masyarakat,
Sembari disambut masyarakat dengan slogan….Asner-Susanti Menang..Asner Susanti.. Menang..Menang..Pasti Menang….Pasti..menang..ujar warga dengan bersemangat.(Son)
Editor: Nilson Pakpahan







