Home / Berita

Selasa, 21 April 2026 - 11:47 WIB

DPR Sahkan RUU Perlindungan Saksi dan Korban Jadi Undang-Undang

Viewer: 55
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 27 Detik

Jakarta, JejakNasional – DPR resmi mengesahkan revisi Undang-Undang (RUU) tentang Perlindungan Saksi dan Korban (PSDK) menjadi undang-undang. Keputusan ini diambil rapat paripurna ke-17 masa persidangan IV tahun sidang 2025-2026.

Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPR Puan Maharani di ruang paripurna kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026). Turut mendampingi Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, dan Cucun Ahmad Syamsurijal.

Mulanya Puan mempersilakan pimpinan Komisi XIII DPR untuk menyampaikan laporan pembahasan tingkat pertama revisi UU Perlindungan Saksi dan Korban. Wakil Ketua Komisi XIII DPR Andreas Hugo Pareira lantas membacakan laporan komisinya.

Puan kemudian menanyakan kepada anggota Dewan yang hadir untuk keputusan tingkat kedua revisi UU Perlindungan Saksi dan Korban. Seluruh fraksi menyetujui revisi UU PSDK menjadi undang-undang.

Baca Juga  PERESMIAN TUGU SALIB METHODIST ALDERSGATE GMI MORIA KISARAN

“Tibalah saatnya kami meminta persetujuan fraksi-fraksi terhadap Rancangan Undang-Undang tentang Perlindungan Saksi dan Korban apakah dapat disetujui untuk disahkan menjadi undang-undang?” tanya Puan.

“Setuju,” jawab anggota Dewan, disertai ketukan palu oleh Puan.

Komisi XIII DPR dan pemerintah sebelumnya menyepakati revisi UU PSDK dibawa ke paripurna untuk disahkan. Pada Senin (13/4), rapat persetujuan itu dilakukan oleh Komisi XIII dan pemerintah.

“Pada hari yang berbahagia ini pembahasan RUU tentang Perlindungan Saksi dan Korban dapat kita selesaikan dalam forum pembicaraan tingkat satu dan sebagaimana kita sudah dengarkan bersama bahwa setiap fraksi telah berikan pendapatnya dan telah menyepakati RUU Perlindungan Saksi dan Korban untuk diteruskan pada pembicaraan tingkat dua guna pengambilan keputusan dalam rapat paripurna DPR RI, pada akhirnya kami mewakili presiden menyetujui dan menyambut baik serta menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas diselesaikannya RUU Perlindungan Saksi dan Korban pada pembicaraan tingkat satu untuk diteruskan pada pembicaraan tingkat dua guna pengambilan keputusan dalam rapat paripurna DPR RI,” ujar Wamenkum Edward Omar Sharif Hiariej saat rapat.

Baca Juga  Wali Kota Pontianak : Smart City Butuh Dukungan SDM Yang Smart

(YA/JJN)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

7 Nama Yang Lolos Leleksi Administrasi Calon Sekda Provinsi Kalbar

Berita

Jalan Medan-Berastagi Ditutup 21 April

Berita

Satgas Ops Aman Nusa II Polda Kalbar Melaksanakan Patroli Hunting Mobilisasi Kendaraan Yang Membawa Hewan Ternak

Berita

Mulai Terkuak Praperadilan Pegi Setiawan Ternyata untuk Buktikan Hal Ini, Pengacara Singgung Keanehan DPO Polda Jabar di Kasus Vina

Berita

Bupati Tapsel Serahkan Tali Asih Kepada Ahli Waris Laka Maut di Batang Toru

Berita

Komisi III DPR Bakal Buat Panja Reformasi, Kejagung Terbuka Terima Kritik

Berita

Wabup Halsel Terima Penghargaan Tokoh Inspirator Muda

Berita

Kodim 1205/Sintang Terjunkan Personel Bantu Warga Terdampak Banjir