Viewer: 1425
3 0

Home / Asahan / Berita / Daerah

Rabu, 12 Agustus 2020 - 18:18 WIB

Dituduh Mencuri HP Anak Dibawah Umur Dianaya Pakai Besi Panas

Viewer: 1426
3 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 35 Detik

Kompas Nasional I Asahan

Korban bernama Nurdin Panjaitan (14) warga Dusun 5 Desa Serdang Kecamatan Meranti, Asahan ini, mendapat penganiayaan tak lazim oleh sekelompok warga yang menuduhnya mencuri HP. Korban tinggal sendiri karena tidak memiliki ibu, dan bapak yang sedang merantau ke luar kota. Kini pihak keluarga sudah membawa permasalahan tersebut ke Mapolres Asahan.

Informasi didapat, kejadian berawal pada Selasa 4 Agustus 2020 sekira pukul 23.45 Wib. Saat itu WM kehilangan HP saat bermain di warnet milik Nakko yang berada di Desa Serdang Dusun 6, berketepatan saat itu Nurdin Panjaitan sedang bermain di tempat yang sama.

Lantas WM langsung menuduh NP, tetapi setelah ditanyai ternyata NP mengaku tidak ada mengambil Hand Phone milik WM. Setelah terjadi perdebatan, NP pulang ke rumahnya dan langsung disusul oleh WM dan teman-temannya, yang langsung masuk dan menggeledah isi rumah NP.

Baca Juga  Bamsoet: Segera Terbitkan PP Untuk Akhiri Polemik UU Ciptaker

“Dituduh mencuri HPnya aku bang, dipukuli dan ditempel besi panas tengkukku, abis itu dimasukkan ke goni dan diseret dari rumah sampe Simpang Kampung Tempel itu lah,” tutur NP saat ditanyai wartawan di rumahnya, Rabu (12/8) sekira pukul 15.00 WIB.

Ditempat terpisah, Guntur Gunawan Kepala Desa Serdang didampingi Kapos Meranti Aiptu S Rizal dan Sekretaris Kecamatan Meranti Suwage ditemui saat berada di kantor Camat Meranti membenarkan kejadian tersebut.

“Sudah kita coba fasilitasi perdamaian kedua belah pihak, pada tanggal 5 Agustus kita panggil ke kantor desa, dan karena bapaknya si NP (Aron Panjaitan) lagi merantau di Samosir, jadi kita bicara melalui HP, dan sudah terjadi kesepakatan, untuk biaya perobatan 1 juta,” jelas Guntur Gunawan.

Baca Juga  Keluarga yang Rampas Jenazah Pasien Covid-19 Minta Maaf, Imbau Warga Lain Tak Meniru

Ia nya menambahkan, setelah itu bapak nya (Aron Panjaitan) dan abang dari si korban NP yang baru mengetahui kondisi NP pasca kejadian merasa tidak setuju, dan memulangkan dana yang sudah diberikan untuk perobatan ke pihak keluarga WM, serta melanjutkan perkaranya dengan melapor ke PPA Polres Asahan.

“Jadi pihak keluarga NP sudah melapor ke PPA, dan informasinya besok mulai dipanggil mereka,” pungkas Guntur Gunawan. (Gus)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Akselerasi Pendidikan Vokasi, SMK Swasta Teladan Pematangsiantar Hadir di Gebyar Menara Vokasi 2021

Berita

Pemkab Bersama Polres Tapsel Operasi Yustisi Rangka Penerapan Dan Penegakan Hukum Prokes

Berita

Kodam XII/Tpr Ikuti Rapat Rakornis TMMD ke-112

Berita

Hangatnya Pertemuan Trump-Kim, Tepukan di Punggung dan Sentuhan

Berita

Antisipasi Kepunahan, Bupati Tapsel Lepas Ratusan Anak Penyu
polisi merazia ratusan liter tuak dan miras di sejumlah lapak warga Mukomuko

Berita

Polisi Sita Ratusan Liter Tuak dari Warung Warga Mukomuko

Berita

POTENSI CUACA EKSTRIM DALAM SEMINGGU KE DEPAN BMKG BERI WARING KEPADA MASYARKAT. 

Berita

Seleksi Pembentukan Calon Komcad Dibuka, Dandim 1203/Ktp Jelaskan Ini.