Viewer: 1407
3 0

Home / Asahan / Berita / Daerah

Rabu, 12 Agustus 2020 - 18:18 WIB

Dituduh Mencuri HP Anak Dibawah Umur Dianaya Pakai Besi Panas

Viewer: 1408
3 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 35 Detik

Kompas Nasional I Asahan

Korban bernama Nurdin Panjaitan (14) warga Dusun 5 Desa Serdang Kecamatan Meranti, Asahan ini, mendapat penganiayaan tak lazim oleh sekelompok warga yang menuduhnya mencuri HP. Korban tinggal sendiri karena tidak memiliki ibu, dan bapak yang sedang merantau ke luar kota. Kini pihak keluarga sudah membawa permasalahan tersebut ke Mapolres Asahan.

Informasi didapat, kejadian berawal pada Selasa 4 Agustus 2020 sekira pukul 23.45 Wib. Saat itu WM kehilangan HP saat bermain di warnet milik Nakko yang berada di Desa Serdang Dusun 6, berketepatan saat itu Nurdin Panjaitan sedang bermain di tempat yang sama.

Lantas WM langsung menuduh NP, tetapi setelah ditanyai ternyata NP mengaku tidak ada mengambil Hand Phone milik WM. Setelah terjadi perdebatan, NP pulang ke rumahnya dan langsung disusul oleh WM dan teman-temannya, yang langsung masuk dan menggeledah isi rumah NP.

Baca Juga  Bupati Taput Resmikan Gedung Olahraga Maverick Futsal di Desa Hapoltahan

“Dituduh mencuri HPnya aku bang, dipukuli dan ditempel besi panas tengkukku, abis itu dimasukkan ke goni dan diseret dari rumah sampe Simpang Kampung Tempel itu lah,” tutur NP saat ditanyai wartawan di rumahnya, Rabu (12/8) sekira pukul 15.00 WIB.

Ditempat terpisah, Guntur Gunawan Kepala Desa Serdang didampingi Kapos Meranti Aiptu S Rizal dan Sekretaris Kecamatan Meranti Suwage ditemui saat berada di kantor Camat Meranti membenarkan kejadian tersebut.

“Sudah kita coba fasilitasi perdamaian kedua belah pihak, pada tanggal 5 Agustus kita panggil ke kantor desa, dan karena bapaknya si NP (Aron Panjaitan) lagi merantau di Samosir, jadi kita bicara melalui HP, dan sudah terjadi kesepakatan, untuk biaya perobatan 1 juta,” jelas Guntur Gunawan.

Baca Juga  Ide Prabowo Bentuk 'Presidential Club' Dijawab Demokrat dan PDIP

Ia nya menambahkan, setelah itu bapak nya (Aron Panjaitan) dan abang dari si korban NP yang baru mengetahui kondisi NP pasca kejadian merasa tidak setuju, dan memulangkan dana yang sudah diberikan untuk perobatan ke pihak keluarga WM, serta melanjutkan perkaranya dengan melapor ke PPA Polres Asahan.

“Jadi pihak keluarga NP sudah melapor ke PPA, dan informasinya besok mulai dipanggil mereka,” pungkas Guntur Gunawan. (Gus)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Asahan

Ketua KONI Asahan saksikan ESI Asahan kalahkan tim pelatda ESI Sumut 

Berita

Ditemukan Mayat Seorang Perempuan Di Hutan Putih Desa Purbatua Tapsel

Berita

Wawako Psp Lakukan Vaksinasi Covid-19 Di Puskesmas Padangmatinggi

Berita

Pengunjung Dan Pedagang Kota Singkawang Wajib Pakai Masker Dan Jaga Jarak Dari Kerumunan Sesuai Perwako No.49 Tahun 2020

Berita

Jalan Dalam Kota Bagaikan Bubur, Warga Nanga Serawai Pertanyakan Kemana Pemerintah.

Berita

Serap Aspirasi, ASSED Berikan Wawasan dan Strategi Merintis Dalam Mengembangkan Pengusaha Pengelolaan Ikan Asin di Kota Sibolga

Berita

Pengamanan Objek Vital Oleh Unit Pam Obvit Polres Kapuas Hulu

Berita

Gara-gara Diminta Uang Rp4000, Isteri Sekarat Ditikami Suami