Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memutuskan untuk menunda pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk yang kedua kalinya.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Prof Drs Syaifuddin MA, PHD melalui Drs. Hamonangan Aruan, Kepala seksi SMA Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Siantar-Simalungun diruang kerjanya, Selasa (3/8/21).
Dia mengatakan, langkah tersebut diambil setelah adanya kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten, dan Pemerintah Kota se-Sumut. Maka dari itu, seluruh kabupaten dan kota yang ada di Sumatera Utara telah sepakat menunda pelaksanaan PTM terbatas tersebut.
“Prof Syaifuddin memaparkan kemarin dalam pertemuan itu, pembelajaran tatap muka terbatas masih ditunda dari jadwal yang telah ditentukan oleh Pemerintah Pusat yakni bulan Agustus ini. Selain itu belum adanya Instruksi dari Gubernur Sumatera Utara sampai kapan,”ungkap Hamonangan.
Ia menuturkan, keputusan tersebut diambil setelah melihat kondisi angka kasus Covid-19 di Sumut terus meningkat. Sambil menunggu keadaan membaik, Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Utara akan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19 Sumut.
Walaupun pembelajaran tatap muka ditunda, bukan berarti proses belajar mengajar berhenti. Pihak sekolah tetap menjalankan operasional, mulai dari penerimaan siswa baru hingga belajar mengajar secara daring. Ujarnya.
Terpisah, Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan Provinsi Sumatera Utara di Pematangsiantar – Simalungun, James Andohar Siahaan menyebutkan bahwa pembukaan sekolah tatap muka akan diawali dengan simulasi.
“Pada tanggal 9 Agustus 2021 mendatang, Dinas Pendidikan Sumatera Utara akan melakukan sosialisasi PTM pada seluruh satuan Pendidikan ditingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) / Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mengecek persiapan itu,”ucap James.
Ia pun memastikan bahwa pemberian vaksinasi Covid-19 kepada guru dan tenaga pendidik sudah mencapai hampir 100%. Baik itu di Kota Pematangsiantar maupun Kabupaten Simalungun.
James menjelaskan, secara umum para guru dan tenaga kependidikan antusias mengikuti vaksinasi Covid-19. Pada intinya, semua guru-guru di bawah naungan cabdis Siantar-Simalungun sudah terdata untuk divaksin. Vaksinasi diharapkan bisa jadi salah satu upaya agar tatap muka jadi lebih siap.
“Memang masih ada beberapa tenaga pendidik yang belum di vaksin, hal ini dikarenakan tidak memenuhi syarat, seperti ada oknum tenaga pendidik yang memiliki riwayat penyakit tertentu, atau ketika hendak divaksin sedang sakit,” terang James.
James juga berharap proses vaksinasi bisa lebih dipercepat untuk para siswa. Maka semakin cepat pula belajar tatap muka terjadi di sekolah – sekolah. Sebab, para guru juga ingin menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka dengan aman.
Toni Tambunan.







