Home / Berita

Rabu, 4 Agustus 2021 - 16:52 WIB

Dewan Kab Kapuas Hulu Minta Penjelasan Bupati Tentang Deviden dari Bank Kalbar

Viewer: 513
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 56 Detik

KAPUAS HULU KALBAR,KOMPAS NASIONAL.COM-Fraksi-Fraksi DPRD Kapuas Hulu menyampaikan pandangan umum terhadap 3 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diusulkan Pemkab Kapuas Hulu.

Pandangan umum tersebut disampaikan dalam Sidang Paripurna di gedung DPRD Kapuas Hulu, Selasa (3/8/2021).

Tiga raperda yang dibahas adalah tentang RPJMD 2021-2025, Penyertaan Modal pada bank Kalbar serta perubahan nomenklatur organisasi perangkat daerah.

Dari ketiga raperda itu Fraksi-Fraksi DPRD Kapuas Hulu dominan menyoroti tentang deviden atau keuntungan dari penyertaan modal kepada Bank Kalbar, kemudian tentang perubahan nomenklatur OPD.

Fraksi Golkar lewat juru bicaranya, Munawar mengatakan apakah perubahan nomenklatur OPD pada raperda tidak bertentangan dengan nomenklatur ditingkat Pemerintah Pusat.

Khususnya perumahan permukiman, yang semestinya di Dinas Pekerjaan Umum malah digabung ke Dinas Lingkungan Hidup.

“Kita lihat fi pusat adalah Kementerian PUPR, apakah tidak bertentangan.

Lalu apakah tidak menambah beban daerah,” ujarnya sembari minta penjelasan bupati, untuk dijawab pada sidang paripurna berikutnya.

Baca Juga  Pangdam XII/Tpr Pimpin Upacara Parade, Berangkatkan Bansos dan Acara Syukuran HUT TNI Ke-77

Munawar meminta kejelasan terkait penyertaan modal pada bank Kalbar, pasalnya selama ini sudah ada Rp 104 miliar lebih yang digelontorkan, kemudian yang dilaporkan Rp 13 Miliar devidennya.

“Deviden Rp 13Miliar ini apa tahunan atau bulanan Pemda dapatnya,” pungkas Munawar.

Sorotan terhadap deviden penyertaan modal juga dikemukakan Fraksi Demokrat lewat juru bicaranya Hendri Suwarta.

Ia meminta penjelasan apakah deviden masih bisa di negosiasikan untuk bertambah diatas Rp 13 Miliar, dari penyertaan modal Rp 45 Miliar yang akan diberikan Pemda Kapuas Hulu selama lima tahun kedepan.

“Apakah bisa diminta deviden ini lebih besar dari bank Kalbar, mengingat modal yang diberikan cukup besar,” ungkap Hendri.

Sementara itu Fraksi Persatuan Bangsa melalui juru bicaranya Stefanus, menyoroti tentang raperda nomenklatur OPD.

Baca Juga  Tahap Awal TMMD Ke-112 Kodim 1208/Sambas, Laksanakan Pemasanagn Papan Plang Peringatan.

Stefanus menegaskan fraksinya menilai Dinas Kesehatan tidak boleh ditambah bidang kerja lain, agar tetap fokus dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami menilai Dinas Kesehatan harus berdiri sendiri.

Kami mohon penjelasan karena pada raperda ini Dinas Kesehatan dicampur dengan tugasnya pengendalian penduduk yang seharusnya diurus Disdukcapil,” pungkasnya.

Sidang paripurna pemandangan Fraksi-Fraksi DPRD Kapuas Hulu ini dipimpin Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu, Razali yang didampingi Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu, Hairudin serta anggota DPRD lainnya.

Sidang juga dihadiri Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan dan Wabup Kapuas Hulu, Wahyudi Hidayat, Sekda Kapuas Hulu, H. Mohd Zaini serta beberapa OPD teknis.

Sementara pihak-pihak lainnya mengikuti sidang paripurna secara online via zoom meeting.

Protokol kesehatan secara ketat diterapkan selama pelaksanaan kegiatan.

M.Isnaini

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Dandim 1203/Ktp Terima Kunjungan Silaturahmi LAN Cabang Ketapang

Berita

Reaksi Kubu Prabowo Usai Ganjar Deklarasi Jadi Oposisi

Berita

Satgas Pamtas RI-MLY Yonif 645/Gty Bantu Menjadi Gadik Pramuka di Perbatasan

Berita

Peringati Hardiknas, Kadisdik Pematangsiantar Ajak Seluruh Guru Sebagai Penggiat Merdeka Belajar

Berita

Seorang Pria Ditangkap Karena Kepemilikan Sabu di Samosir

Berita

4 Fakta Pipa Gas Meledak di Medan yang Lukai 1 Warga

Berita

Kapolda Kalbar Pers Masuk Dalam 4 Pilar Demokrasi

Berita

Patroli Rutin Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643 Amankan Puluhan Botol Miras*