Kompasnasional | Anggota DPR Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay mendesak Presiden Joko Widodo mencopot Menteri Pendidikan dan Kebuyaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.
Menurutnya, selama menjabat sebagai menteri, Nadiem belum menunjukkan adanya torehan prestasi.
Alih-alih mencatatkan prestasi selama memimpin kementerian pendidikan dan kebudayaan, justru Nadiem sering menimbulkan kontroversi, polemik dan perdebatan.
Kontroversi terbaru yang dibuat bos Gojek itu adalah masuknya Tanoto Foundation dan Sampoerna Foundation dalam POP Kemendikbud.
Keputusan itu pula yang diduga menjadi penyebab Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah keluar dari POP Kemendikbud.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menilai, kebijakan Nadiem itu telah membuat banyak pihak tersinggung, seperti NU dan Muhammadiyah.
“Wajar saja jika kemudian Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah dan LP Ma’arif PBNU mengundurkan diri dari kepesertaan POP,” ujarnya.
Menurutnya, kebijakan itu pasti tidak sesuai dengan arahan dan keinginan Presiden Jokowi.
“Kenapa? karena Presiden sangat dekat dengan Muhammadiyah, NU, dan ormas-ormas keagamaan lain di Indonesia,” bebernya.Ketua Plh Fraksi PAN DPR RI ini menilai Nadiem tak memiliki kapasitas dalam dunia pendidikan.
Hal itu dilihat dari latar belakang pendidikannya dan pekerjaan yang dia geluti sebelum didapuk menjadi Mendikbud.
“Nadiem harus dicopot dari jabatannya sebagai Mendikbud,” tegasnya.
Saleh meyakini, Presiden pun tak akan kesulitan menemukan pengganti Nadiem yang benar-benar paham dan menguasai persoalan pendidikan dan kebudayaan.
“Insya Allah, tidak sulit mencari pengganti Nadiem ini. Ada banyak sosok dan tokoh yang jauh lebih menguasai persoalan pendidikan,” tutur Saleh.(PS/Red)








