Viewer: 717
0 0

Home / Opini

Jumat, 24 Juli 2020 - 16:12 WIB

Cuma Bisa Bikin Polemik, Nadiem Makarim Patut Dicopot, Gak Sulit Cari Penggantinya

Viewer: 718
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 10 Detik

Kompasnasional | Anggota DPR Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay mendesak Presiden Joko Widodo mencopot Menteri Pendidikan dan Kebuyaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

Menurutnya, selama menjabat sebagai menteri, Nadiem belum menunjukkan adanya torehan prestasi.

Alih-alih mencatatkan prestasi selama memimpin kementerian pendidikan dan kebudayaan, justru Nadiem sering menimbulkan kontroversi, polemik dan perdebatan.

Kontroversi terbaru yang dibuat bos Gojek itu adalah masuknya Tanoto Foundation dan Sampoerna Foundation dalam POP Kemendikbud.

Keputusan itu pula yang diduga menjadi penyebab Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah keluar dari POP Kemendikbud.

Baca Juga  Beberapa Terpidana Mati Kasus Narkoba Akan Berakhir Hidupnya Pekan Ini

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menilai, kebijakan Nadiem itu telah membuat banyak pihak tersinggung, seperti NU dan Muhammadiyah.

“Wajar saja jika kemudian Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah dan LP Ma’arif PBNU mengundurkan diri dari kepesertaan POP,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan itu pasti tidak sesuai dengan arahan dan keinginan Presiden Jokowi.

“Kenapa? karena Presiden sangat dekat dengan Muhammadiyah, NU, dan ormas-ormas keagamaan lain di Indonesia,” bebernya.Ketua Plh Fraksi PAN DPR RI ini menilai Nadiem tak memiliki kapasitas dalam dunia pendidikan.

Baca Juga  Potensi Buni Yani Tersangka Hingga Kambing Hitam Kasus Nista Agama

Hal itu dilihat dari latar belakang pendidikannya dan pekerjaan yang dia geluti sebelum didapuk menjadi Mendikbud.

“Nadiem harus dicopot dari jabatannya sebagai Mendikbud,” tegasnya.

Saleh meyakini, Presiden pun tak akan kesulitan menemukan pengganti Nadiem yang benar-benar paham dan menguasai persoalan pendidikan dan kebudayaan.

“Insya Allah, tidak sulit mencari pengganti Nadiem ini. Ada banyak sosok dan tokoh yang jauh lebih menguasai persoalan pendidikan,” tutur Saleh.(PS/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Opini

Derita Orang Tua karena PPDB Pakai Usia, Anak Ranking 1 Tak Bisa Sekolah

Berita

Dilema Dibalik Eksistensi Lulusan SMKN/S Sebagai Penyumbang TPT

Berita

Sejarah Wabah Besar yang Melanda Dunia Setiap 100 Tahun (1720, 1820, 1920, 2020)

Berita

Bluesky Social, Medsos Baru Mantan CEO Twitter Tarik Ribuan Pendaftar

Opini

Opini

Pakar Minta Aturan Wajib Tes Corona Dihapus Dari Protokol Perjalanan Dalam Negeri, Kenapa?

Opini

Ahli Psikologi Ungkap Penyebab Rizieq Shihab Walk Out

Opini

Muhammadiyah: Kitab Kuning Tak Jamin Polri Paham soal Islam