Pontianak Kalbar,KOMPAS NASIONAL – Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H.,M.Hum., menjadi narasumber di TV One, dalam program “Apa Kabar Indonesia Pagi” secara daring bertempat di Hotel Mahkota Pontianak, Senin (8/11/2021).
Dalam siaran langsung tersebut, Gubernur Kalbar menjelaskan kondisi banjir di Kalbar semakin meluas dan menerjang 6 kabupaten, yakni Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Melawi, Kabupaten Sintang, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Sanggau, dan Kabupaten Ketapang.
“Sebenarnya, banjir terparah berada di Kabupaten Melawi, tetapi airnya cepat surut. Namun, surut airnya mengalir ke Kabupaten Sintang,” ujar H. Sutarmidji.
Bencana banjir yang menimpa beberapa kabupaten di Kalbar sudah berlangsung selama 12 hari. Bahkan, ada 12 kecamatan di Kabupaten Sintang yang jalannya sudah tidak dapat diakses karena banjir.
“Ada 12 kecamatan di Sintang yang jalannya tidak dapat diakses lagi. Tetapi, rata-rata masyarakat tidak mau mengungsi. Dari total 86.000 orang yang terdampak, yang mengungsi tidak sampai 2.000 orang,” ungkap Gubernur.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sudah mengambil langkah dengan menyediakan tempat pengungsian hingga memberikan bantuan sembako untuk warga yang terdampak banjir.
“Pemprov Kalbar sudah menyediakan tempat pengungsian dan menyediakan 150-200 ton beras lengkap dengan lauk pauknya di masing-masing kabupaten,” jelas Gubernur.
Banjir tahun ini merupakan sebuah kelaziman di Kalbar mengingat waktu surutnya air banjir cukup lama.
“Salah satu penyebab meluapnya air banjir pada beberapa kabupaten adalah kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas yang sudah 70% rusak,” tutup Gubernur.
Hasnan Sutanto.





