Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara melalui cabang dinas (Cabdis) di Pematangsiantar menggelar sosialiasi tentang bahaya narkoba kepada seluruh peserta didiknya. Pihak cabdis bekerja sama dengan BNN (Badan Narkotika Nasional) Kota Pematangsiantar.
“Ini sudah program yang tetap dilakukan tiap tahunnya. Hadirnya BNN tersebut bisa memberikan pencerahan kepada siswa tentang narkotika, psikotropika atau zat adiktif lainnya,” ucap Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan Provinsi Sumatera Utara di Pematangsiantar – Simalungun, James Andohar Siahaan, Jumat (22/10/21).
Dia menjelaskan, kegiatan sosialisasi yang dilakukan BNN dengan pihak sekolah ini untuk mendeteksi sejak dini, agar indikasi narkoba di lingkungan sekolah bisa segera diantisipasi. Kegiatan ini sudah dilakukan pada satuan pendidikan di Siantar – Simalungun.
Maka dari itu, sambung James, pihaknya dari satuan pendidikan selalu membuka diri sebagai tuan rumah untuk sosial memberikan penjelasan kepada para siswa tentang dampak penyalahgunaan narkoba.
“Narkoba sangat merugikan bagi generasi muda dan bisa merusak masa depan bangsa. Untuk itu, pencegahan narkoba harus dilakukan sejak dini agar para generasi muda terhindar dari hal-hal buruk yang diakibatkan oleh narkoba,” tutur James.
Saat disinggung apakah selama ini ada ditemukan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar di Kota Pematangsiantar?
“Sampai saat ini kami belum menemukan adanya laporan tersebut. Mudah – mudahan seluruh peserta didik kami bisa memahami dan mengenal bahaya penyalahgunaan narkoba. Dan tidak terjerumus kepada peredaran narkoba,” ungkap James.
Dengan adanya kerjasama dengan BNN ini, James berharap, mudah-mudahan bisa mengedukasi siswa dan siswi perihal bahaya narkoba dalam kehidupan sehari-hari, bisa terwujudnya para pelajar di Kota Pematangsiantar ataupun Kabupaten Simalungun menjadi bersih akan narkoba.
Toni Tambunan.







