Viewer: 716
0 0

Home / Berita

Rabu, 8 Juli 2020 - 21:29 WIB

Bantuan Pemerintah Rp2.6 Triliun Mengalir ke Ponpes

Viewer: 717
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 7 Detik

Kompasnasional | Sukabumi – Pemerintah telah menganggarkan Rp2.6 triliun untuk membantu operasional pondok pesantren, khususnya di tengah pandemi COVID-19.

Besaran bantuan yang disalurkan melalui Kementerian Agama itu bervariasi, mulai dari Rp25 juta sampai Rp150 juta.

Rabu (8/7/2020), penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin kepada pengurus Pondok Pesantren Assobariyyah di Kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat yang memperoleh bantuan sebesar Rp150 juta.

Wapres Ma’ruf Amin menyatakan, pemberian bantuan oleh pemerintah salah satunya dimaksudkan untuk menyediakan fasilitas yang syarat akan nilai kesehatan agar Pondok Pesantren tidak menjadi klaster baru penularan COVID-19.

“Agar pesantren jangan jadi pusat penularan COVID yang baru. Ini yang harus dicegah, jangan jadi klaster baru. Untuk membantu pesantren dan pendidikan islam termasuk pendidikan alquran, pemerintah menyediakan dana Rp2.6 triliun. Pesantren ini diberi dana untuk cuci tangan, masker, kesehatan. Itu (bantuan) ada yang Rp50 juta, Rp40 juta dan ada yang Rp25 juta satu pesantren,” ujar Wapres Ma’ruf Amin ketika menyerahkan bantuan secara simbolis kepada pengurus Pondok Pesantren Assobariyyah, di Kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, Rabu (8/7/2020).

Baca Juga  Tipu Daya Dibalik Pembelian Saham Freeport

Menurut Wapres, total bantuan yang mencapai Rp2.6 triliun itu turut melibatkan Kementerian terkait, dalam menyalurkan bantuan.

“Selain itu ada pesantren di beberapa provinsi itu diberikan dibangunkan tempat wudhu, tempat cuci tangan, MCK, oleh kementerian PUPR. Insha Allah nanti juga ada yang sifatnya insentif untuk tenaga pengajar, ustad melalui Kemensos dan Kemendes,” terang Wapres lagi.

Dikatakan Wapres, anggaran bantuan Rp2.6 triliun juga turut meliputi bantuan kepada sekolah berasrama non muslim.

“Di asrama-asrama sekolah asrama yang bukan pesantren, itu juga dibantu di sekolah-sekolah Katolik, Kristen, Budha, ya sekolah agama berasrama,” imbuhnya.

Wapres mengimbau agar pengurus Pondok Pesantren secara ketat melarang adanya aktivitas di luar, guna menjaga kesehatan para santri tetap terjaga baik.

Baca Juga  Asisten II wakili Bupati Sintang Lepas 22 Peserta Jamnas Ke Cibubur Jakarta Timur

“Karena, kita yakin jika pesantren itu dipersiapkan dengan baik dan diatur dengan baik, dia (Pondok Pesantren) mungkin lebih aman dari pendidikan luar pesantren. Kalau di pesantren itu kan dikarantina tapi santrinya jangan keluar-keluar. Jangan ditengok-tengok sekarang puasa dulu supaya menghindari penularan-penularan. Kalau itu dilakukan dengan baik insha Allah aman. Agar tidak jadi penularan dan klaster baru penularan (COVID-19),” tutur Wapres lagi.

Menteri Agama, Fachrul Razi, menyatakan, bantuan dana yang diberikan kepada Pondok Pesantren khususnya kepada Pondok Pesantren Assobariyyah di Kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, kiranya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

“Bantuan untuk pembangunan asrama pesantren, tapi uangnya dari Presiden dan Wapres. Ini Rp150 juta semoga bisa membantu pembangunan pesantren dan mudah-mudahan berkah,” imbuh Menag.

Sementara, jumlah Pondok Pesantren di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 2800 pesantren. (RR/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Sekretaris Daerah (Sekda) Parulian Nasution menghadiri Lepas Sambut Danrem 023/Kawal Samudera (KS)

Berita

Debat Terbuka, Suratman Sudjud Optimis Menang Dalam Pemilihan Rektor Unkhair

Berita

Polsek Seberuang Lakukan Pengamanan Ibadah Menyambut Tahun Baru 2022

Berita

Pemkab Tapanuli Utara Dukung Gerakan Pembagian 10 juta Bendera Merah Putih

Berita

Bupati Kapuas Hulu Tutup Turnamen Sepakbola Rajawali Cup 2022 Di Desa Nanga Yen

Berita

Menurut Jokowi, Ekonomi RI Sehat Meski Pernah Masuk Angin

Berita

Personel Intelijen Kodam XII/Tpr Ikuti Bimtek Produk Min Intel, Guna Wujudkan Tertib Administrasi

Berita

Diprotes, DPMD Tunda Copot Kades Lata-Lata