Viewer: 772
0 0

Home / Berita

Selasa, 20 Oktober 2020 - 21:40 WIB

Antisipasi Masuknya Faham Radikal Anti Pancasila, Dirbinmas Polda Kalteng Gelar FGD Dengan Komunitas dan Organisasi di Palangka Raya.

Viewer: 773
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 46 Detik

Kompas nasional. com. Palangka Raya .
Upaya penegakan hukum dan penanggulangan masuknya paham radikal dan faham anti Pancasila, yang terus dilakukan oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, Direktur Bimbingan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Kalteng , menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang bertempat di sebuah Hotel, yang ada di Kota Palangka Raya, Selasa (20/10/2020).

Dalam pelaksanaanya, Direktorat Binmas Polda Kalteng , mengajak Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, serta para Influencer se Kalimantan Tengah ,dan komponen lainnya serta Para Kasatbinmas seluruh Polres , untuk memahami bahaya masuknya faham radikal di Bumi Tambun Bungai, Kalimantan Tengah.

Pada kesempatan kegiatan tersebut, para peserta diberikan pemahaman tentang kasus radikalisme dan terorisme yang kerap terjadi, dengan menjadi pionir (agent of change) dalam upaya memberantasnya.

Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Dr. Dedi Prasetyo melalui Dirbinmas Kombes Pol Ebet Gunandar menyampaikan dalam sambutannya, bahwa kegiatan Focus Group Discussion ini merupakan sarana untuk saling bertukar informasi, tentang radikalisme dan terorisme, sekaligus menumbuhkan nilai-nilai sesuai dengan keyakinan atau kepercayaan yang dianut dalam kerangka kebhinekaan, agar terjalin hubungan yang harmonis.

Baca Juga  PARGAULAN HUTAGAOL (55), DIDUGA HANYUT DI SUNGAI ASAHAN

“Beberapa tahun belakangan ini, kita dihebohkan dengan adanya penyerangan terhadap Aparat dan Kantor Kepolisian, kelompok-kelompok dan tokoh masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia, Peristiwa ini menambah daftar panjang rangkaian peristiwa radikalisme di negara kita, namun sangat disayangkan, sebagian sikap masyarakat indonesia menanggapi paham terorisme ini dengan pasif” ujar Kombes Pol Ebet Gunandar.

Menyikapi hal tersebut, dirinya menjelaskan untuk menghadapi kasus-kasus seperti ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama.

Baca Juga  Dolar Tembus Rp16.300, Ini Sebenarnya yang Terjadi Pada Rupiah!

“Ada berbagaimacam strategi yang bisa silakukan, seperti mengoptimalkan peran komunitas Influencer dalam mencegah radikalisme dan anti Pancasila di lingkungan maayarakat serta dilingkungan pendidikan” jelasnya.

Selain itu juga dikatakan, peran komunitas ini juga diharapkan ikut aktif dalam pengawasan , sehingga jika didalam lingkungannya terdapat hal-hal yang mencurigakan, terkait penyebaran virus radikalisme segera melaporkannya ke pihak yang memiliki wewenang seperti tokoh masyarkat dan tokoh agama agar bisa diantisipasi.

“Mari kita semua memahami paham radikal yang sudah menjadi ancaman bagi negara kita. saya berharap agar focus group discussion ini dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin, untuk saling bertukar informasi dan berdiskusi secara serius sehingga tujuan focus group discussion ini dapat tercapai” tutup Dirbinmas Polda Kalteng.

Penulis: Rahman.

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Seorang Anak Perempuan di Ternate Nyaris Jadi Korban Penculikan

Berita

Jembatan Sungai Dangkuk dijalan Provinsi Lintas Ketungau Nyaris Putus,Butuh Perbaikan Segera

Berita

DANREM 121/ABW PIMPIN UPACARA BENDERA

Berita

Gubernur dan Wagub Kalbar Sambut Kedatangan Menhub di Bandara Supadio

Berita

Jaksa Tepis HRS soal Ahok hingga Diaz Hendropriyono: Nggak Nyambung!

Berita

DIREKTUR I KORSUP KPK INGATKAN PENGGUNA ANGGARAN AGAR BERSIH DAN TRANSPARAN

Berita

Kalbar Penghasil Sawit Terbesar, Wako Heran Harga Minyak Goreng Melonjak Melambung Tinggi

Berita

Dorong Warga Gunakan Listrik Secara Produktif, Ini yang Dilakukan PLN UP3 Sanggau