Kompasnasional l Sebanyak 12 tersangka jaringan Jamaah Islamiyah (JI) Jawa Timur punya kemampuan merakit bom dan senjata api. Mereka mendapatkan dana dari iuran anggota yang rutin menyumbang untuk organisasi setiap bulannya.
“Mereka ini selalu melihat peluang dan ketika peluang untuk mendapatkan senjata pabrikan itu sulit, mereka mengembangkan kemampuan yang ada dalam kelompok ini. Kemampuan mereka membuat senjata, merakit bom.
Kemampuan inilah yang ditularkan dari satu kelompok ke kelompok lain. Sehingga banyak aktivitas mereka semua menggunakan senjata api rakitan,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Senin (1/3/2021).
Densus masih mendalami sumber amunisi yang mereka dapatkan. Sedangkan soal aktivitas mereka didukung karena adanya iuran dari masing-masing anggota yang besarnya lima persen dari pendapatan per bulan.
“Ini salah satu sumber dana yang digunakan oleh JI untuk tetap menjaga eksistensi organisasi. Selain kasus kotak amal kemarin yang bermasalah. Ini semua menjadi bagian JI untuk mendapatkan dana untuk tetap menjalankan roda organisasi,” tambahnya.
Mereka yang ditangkap adalah UBS alias F, TS, AS, AIH alias AP, BR, RBM, Y, F, ME, AYF, RAS dan MI. Dari mereka disita 50 butir peluru 9 mm, satu pistol rakitan jenis FN, kemudian juga bendera daulah ISIS, baik berwarna hitam maupun berwarna putih sebanyak empat bendara, delapan pisau, dua samurai, tiga golok, dan senjata tajam lainnya berbentuk busur lebih kurang 23 dijadikan barang bukti.
Seperti diberitakan mereka adalah kelompok Usman bin Sef alias Fahim. Usman pernah jadi mantan Ketua Jamaah Islamiyah (JI) wilayah Jawa Timur dan sempat ditangkap karena membantu melindungi Noordin M Top setelah pengeboman JW Marriott tahun 2003. Kini Usman alias UBS ditangkap lagi. (BS/Red)






