Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Kriminal / Reviews

Rabu, 22 Juni 2016 - 14:51 WIB

Anak Sanggup Menggali Kuburan Ibu Kandungnya Karena Mimpi

Viewer: 990
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 28 Detik

Supriyanto (47) membongkar makam ibunya Parimah (70) di Pemakaman Umum Desa Bojonegoro, Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Dia melakukan hal aneh ini dibantu oleh Iswanto (65) dan Prayit (60).

Parimah meninggal dunia secara mendadak pada 14 April 2016, setelah 40 hari kematiannya, tepatnya pada 25 Mei makamnya dibongkar. Demikian dilansir dari Antara, Selasa (21/6).

Supriyanto mengajak enam rekannya membongkar makam ibunya pada malam hari atau pukul 00.00 hingga 03.00 WIB, kemudian dibawa pulang ke rumahnya di Dusun Ngrancang, Desa Bojonegoro, Kecamatan Kedu.

Dia mengaku melakukan hal itu setelah mendapat firasat dari mimpi. Pembongkaran mayat dilakukan menggunakan cangkul, lalu mayat dipanggul menggunakan bambu setelah dikaitkan dengan tali tambang diusung dari makam desa menuju rumahnya.

Baca Juga  Bupati Sergai Studi Tiru ke Taput tentang Data Desa Presisi

“Saya melakukan hal itu setelah mendapat firasat dan ibu saya itu mau saya sembuhkan, saya rawat di rumah, karena kasihan sama orangtua. Niatnya supaya bisa sembuh seperti semula dan hendak meyakinkan ibu benar meninggal atau hanya pingsan,” katanya.

Kapolres Temanggung AKBP Wahyu Wim Hardjanto mengatakan, penangkapan tiga pelaku setelah mendapat informasi masyarakat tentang pembongkaran makam Parimah. Oleh pelaku mayat itu dibawa ke rumah lalu disimpan.

“Semula kami dapat informasi dari masyarakat adanya dugaan tindak pidana pembongkaran mayat oleh anak kandung almarhumah sendiri,” ujar Wahyu.

Baca Juga  Tim Supervisi Sops Polri Tinjau Pelaksanaan Serbuan Vaksinasi Alumni Akabri 1998

Pembongkaran diotaki oleh Supriyanto yang merupakan anak kandung almarhumah dengan mengajak enam temannya. “Kejadian pembongkaran ternyata sudah dilakukan sejak bulan Mei 2016, dengan tujuan sesuai keyakinannya mampu menghidupkan kembali berdasar wangsit atau mimpi,” ungkapnya.

Saat ini polisi baru mengamankan tiga pelaku, yakni Supriyanto, Iswanto, dan Prayit, sedangkan empat orang lainnya menyusul akan dimintai keterangan.

Akibat perbuatan aneh dan melanggar hukum itu, Supriyanto dan kawan-kawannya dijerat dengan Pasal 180 KUHP, yaitu barang siapa melakukan penggalian atau memindah jenazah atau mayat yang sudah dikubur diancam pidana penjara selama satu tahun empat bulan (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Kalimantan Barat Siap Jalin Kerja Sama Dengan Negara Rusia Di Sektor Perdagangan

Berita

Mengenal Sosok Eks Danjen Kopassus Soenarko yang Demo di KPU, Pernah Dituduh Makar pada Masa Pilpres 2019

Berita

ANTISIPASI, BULOG SINTANG SIAPKAN 100 TON BERAS KHUSUS UNTUK PENANGANAN BENCANA

Berita

Wakapolres Sintang Pimpin Apel Pagi Sekaligus Lakukan Pengecekan Senpi dan HT

Berita

Lakukan Ambush, Satgas Pamtas Yonif 642, Kembali Amankan PMI di Jalur Tidak Resmi*

Berita

Bupati Tapsel : Karang Taruna Banyak Berkontribusi Kembangkan Ekonomi Kreatif

Berita

Persiapan Kunjungan Kerja Presiden RI, Pangdam Pimpin Rakorwil Dan Rakorpam Tingkat VVIP Di Makorem 121/ABW Sintang.

Berita

Rutin Patroli, Satgas Pamtas Yonif 642 Kembali Amankan Barang Ilegal*