(Foto : Ivan/Media LiputanMalut.com)
HALSEL – KOMPAS NASIONAL | Salah satu keluarga di kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) terpaksa menyewa Pick Up untuk mengantar pasien ke RSUD Labuha.
Keluhan ini di sampaikan warga babang beberapa waktu lalu saat melihat ada pasien sakit dirawat di puskemas Babang yang di rujuk ke RSUD Labuha. Namun, saat di rujuk tidak ada Ambulance sehingga keluarga pasien terpaksa menyewa pick up untuk diantar ke RSUD Labuha.
“Ada warga masuk Puskemas terus tidak bisa diatasi sehingga pasien harus dirujuk ke RSUD Labuha, tetapi staf puskesmas bilang ambulance sudah dipakai pribadi maka pasien harus sewa mobil pick up L300 menuju RSUD Labuha,” Kata salah satu warga Babang yang menyapa keluarga pasien
Sementara informasi yang di lansir dari salah satu media online, mobil Ambulance milik Puskesmas Babang disinyalir sering dipakai Kepala Puskesmas, Husen, sebagai mobil pribadi.
Menanggapi hal tersebut, Direktur LSM Institut Demokrasi Halsel, Ade Hud mengatakan, soal pelayanan ambulance itu sangat prinsip karena untuk melayani masyarakat bukan gunakan untuk kepentingan pribadi.
“Kenapa masyarakat tidak dilayani sehingga mereka harus keluarkan uang pribadi untuk sewa mobil pick up atau L300, Kepala Puskesmas ini pelayan masyarakat atau melayani diri sendiri, sampai-sampai pasien saja tidak bisa terlayani dengan baik,” tandasnya
Untuk itu, Kata Ade, ini menjadi catatan bagi Pemerintahan yang baru untuk mengevaluasi para kepala puskesmas yang buruk dalam pelayanan.
“Saya sarankan kepada Bupati dan Wakil Bupati Halsel terpilih agar jangan biarkan ada raja kecil dalam pemerintahan mendatang karena itu akan menjadi citra buruk dan hanya merusak pelayanan kesehatan terhadap masyarakat,” pungkas Ade
Terpisah, Kepala Puskesmas Babang, Husen, saat di hubungi via Whatsaap, Rabu (14/4/2021) dirinya membantah terkait informasi tersebut, dan mengungkapkan bahwa semua tuduhan terhadap dirinya dan Puskesmas Babang itu tidak benar. “Itu tidak benar oke,” singkat Husen
(Fik)







