Viewer: 715
0 0

Home / Teknologi

Kamis, 1 Oktober 2020 - 20:01 WIB

Alat rapid test murah Rp 75.000 dari WHO, hasilnya bisa diketahui dalam 15 menit

Viewer: 716
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 18 Detik

Kompasnasional | Sekitar 120 juta alat tes diagnostik cepat untuk virus corona akan tersedia untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Tidak hanya itu, harga alat ini pun dibanderol dengan sangat murah, yakni US$ 5 atau setara Rp 75.000 (kurs Rp 14.900).

Melansir Reuters, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ketersediaan yang lebih luas dari alat pengujian cepat, andal dan murah akan membantu 133 negara untuk melacak infeksi dan menahan penyebaran, dan menutup kesenjangan dengan negara kaya.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, pabrikan Abbott ABT.N dan SD Biosensor telah sepakat bekerja sama dengan Bill & Melinda Gates Foundation untuk memproduksi 120 juta alat tes diagnostik Covid-19 cepat yang baru, sangat portabel dan mudah digunakan ini. Bahkan alat ini dijanjikan akan tersedia dalam jangka waktu enam bulan.

Baca Juga  Proyek Tol Manado-Bitung Ambruk, 3 Pekerja Tertimbun

Reuters memberitakan, Tedros mengatakan pada konferensi pers di Jenewa bahwa alat tes tersebut saat ini dihargai maksimal US$ 5. Namun, diharapkan harganya bisa lebih murah.

Baca Juga: Jumlah kematian Covid-19 capai 1 juta, Sekjen PBB: Ini pencapaian yang buruk

“Ini akan memungkinkan perluasan pengujian, terutama di daerah yang sulit dijangkau yang tidak memiliki fasilitas laboratorium atau petugas kesehatan yang cukup terlatih untuk melakukan pengujian. Ini adalah tambahan penting untuk kapasitas pengujian dan terutama penting di area transmisi tinggi,” kata Tedros seperti yang dikutip Reuters.

Baca Juga  Heboh Modal Beli Pulsa 100ribu, Pulang Bawa Smartphone!

Catharina Boehme, kepala eksekutif dari Foundation for Innovative New Diagnostics (FIND), sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Jenewa dalam proyek tersebut, mengatakan kesepakatan itu adalah “tonggak utama” karena saat ini merupakan hal yang mendesak untuk meningkatkan pengujian di negara-negara miskin.(KCI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Lihat Wanita Histeris Ketakutan Mainkan Game Horor di VR

Teknologi

AS Sebut Indonesia Belum Layak Miliki Jet Tempur F-35

Arsip

Google Pixel Resmi Diluncurkan, Simak 5 Keunggulan dan Harganya

Teknologi

Tukang Tambal Bisa Bangkrut Gara-gara Ban Ini

Arsip

Huawei Honor Note 8 Meluncur Dengan Ukuran Layar 6,6 Inci Awal Agustus

Berita

Jeep Segera Produksi SUV Kecil Seukuran Suzuki Jimny

Arsip

Cara Unik Apple dan Google Sembunyikan Informasi Lowongan Kerja

Arsip

Apple Perkenalkan Fitur Untuk Bantu Anda Keluar Dari Situs Bahaya