Viewer: 679
0 0

Home / Teknologi

Kamis, 1 Oktober 2020 - 20:01 WIB

Alat rapid test murah Rp 75.000 dari WHO, hasilnya bisa diketahui dalam 15 menit

Viewer: 680
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 18 Detik

Kompasnasional | Sekitar 120 juta alat tes diagnostik cepat untuk virus corona akan tersedia untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Tidak hanya itu, harga alat ini pun dibanderol dengan sangat murah, yakni US$ 5 atau setara Rp 75.000 (kurs Rp 14.900).

Melansir Reuters, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ketersediaan yang lebih luas dari alat pengujian cepat, andal dan murah akan membantu 133 negara untuk melacak infeksi dan menahan penyebaran, dan menutup kesenjangan dengan negara kaya.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, pabrikan Abbott ABT.N dan SD Biosensor telah sepakat bekerja sama dengan Bill & Melinda Gates Foundation untuk memproduksi 120 juta alat tes diagnostik Covid-19 cepat yang baru, sangat portabel dan mudah digunakan ini. Bahkan alat ini dijanjikan akan tersedia dalam jangka waktu enam bulan.

Baca Juga  Bukan AS, kapal selam terbesar di dunia ada di tangan Rusia

Reuters memberitakan, Tedros mengatakan pada konferensi pers di Jenewa bahwa alat tes tersebut saat ini dihargai maksimal US$ 5. Namun, diharapkan harganya bisa lebih murah.

Baca Juga: Jumlah kematian Covid-19 capai 1 juta, Sekjen PBB: Ini pencapaian yang buruk

“Ini akan memungkinkan perluasan pengujian, terutama di daerah yang sulit dijangkau yang tidak memiliki fasilitas laboratorium atau petugas kesehatan yang cukup terlatih untuk melakukan pengujian. Ini adalah tambahan penting untuk kapasitas pengujian dan terutama penting di area transmisi tinggi,” kata Tedros seperti yang dikutip Reuters.

Baca Juga  Cara Beli Maung Versi Sipil Rp600 Juta yang Dijajal Prabowo

Catharina Boehme, kepala eksekutif dari Foundation for Innovative New Diagnostics (FIND), sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Jenewa dalam proyek tersebut, mengatakan kesepakatan itu adalah “tonggak utama” karena saat ini merupakan hal yang mendesak untuk meningkatkan pengujian di negara-negara miskin.(KCI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Teknologi

Hindari Sampah Luar Angkasa, Jepang Kembangkan Satelit dari Kayu

Arsip

Iran Negara Pertama Larang Main Pokemon Go

Teknologi

Menguak Sejarah Pembuatan Handphone Pertama Di Dunia

Berita

Pemprov Sumut dan DJP Sediakan Pelayanan Lapor Pajak Melalui e-Filing

Berita

Kesepakatan dengan AS Gagal, Iran Kembali Buka Instalasi Nuklir

Teknologi

Mineral Baru Ditemukan pada Batu yang Ditambang 2 Abad Silam

Arsip

Aplikasi Besar Mulai Tinggalkan Windows Phone, Ada Apa?

Teknologi

Gunung Es Terbesar di Dunia Pecah di Antartika