
Kompasnasional.com l Tapanuli Tengah (Sibabangun) – Anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah, Madayansyah Tambunan MPd angkat bicara terkait kecelakaan yang di sebabkan galian Preservasi yang menelan korban pada Senin (01/08/22).
Dari insiden tersebut Ia menjelaskan, pada lubang urukan yang belum ditutup harus dipasang stiker spotlight. Hal ini untuk menghindari kecelakaan bagi pengedara yang melintas.
“Dampak pengupasan jalan itu telah menyebabkan pengendara menderita Luka-luka. Kejadian serupa terjadi beberapa bulan lalu di Sibabangun. Ini tidak bisa dibiarkan,” Ungkap Mahdayansyah Selasa (02/08/22).
Sebagai Anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah jebolan dari Partai Gerindra itu menyebut, hal ini akan segera melayangkan somasi kepihak penyelenggara jalan. Selain itu, sosok yang pernah di godok di lembah gunung Sorik Marapi, Mandailung Natal ini menyatakan kesiapannya mendampingi korban melakukan gugatan ke Kementerian Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Selanjutnya ia juga menegaskan, penyelenggara jalan harusnya melindungi keselamatan pengguna jalan, seharusnya segera memperbaiki jalan atau memberikan tanda terhadap jalan rusak yang masih dalam proses perbaikan. Jika tidak melakukan peraturan sesuai dengan regulasi standar proyek sesuai dengan Undang-undang, berarti penyelenggara telah melalukan perbuatan melawan hukum.
“Ini amanat Undang-undang. Perbuatan melanggar hukum yang membawa kerugian kepada orang lain mewajibkan mengganti kerugian atas insiden yang terjadi. Itu harus mengganti kerugian,” Papar politikus Partai Gerindra ini, mengutip Pasal 1365 KUHPer.
Lanjutnya lagi, penyelenggara jalan yang tidak memberi tanda atau rambu pada jalan yang rusak dan belum diperbaiki, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 bulan atau denda paling banyak satu juta lima ratus ribu rupiah.
“Terkesan ada pembiaran galian lubang pengupasan aspal. Jika dibutuhkan, kita siap mendampingi korban melakukan gugatan,” pungkasnya.
Setelah memakan korban di Kelurahan Sibabangun, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), beberapa bulan lalu, preservasi jalan nasional di Kabupaten Tapanuli Tengah, kembali memakan korban di Lingkungan v, Kecamatan Pinangsori.
Ironinya pengendara sepeda motor sampai terjungkal setelah menabrak lubang patching, Senin (1/08/2022) sekira pukul 22.40 WIB, di KM 30 Jalinsum Sibolga-Padang Sidempuan.
“Senin kemaren 3 orang yang menjadi korban dari Preservasi tersebut, hal inikan bukan masalah sepele, kita akan dampingi korban untuk melaporkan kejadian tersebut ke Instansi terkait ” Tutupnya.
(Remember)







