Home / Berita

Selasa, 17 September 2024 - 11:28 WIB

Freeport Sebut RI Bisa Jadi Produsen Katoda Tembaga Terbesar Dunia

VP Government Relations Freeport Indonesia, Harry Pancasakti

VP Government Relations Freeport Indonesia, Harry Pancasakti

Viewer: 493
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 31 Detik

Jakarta – PT Freeport Indonesia akan menggenjot peleburan dan pemurnian konsentrat tembaga menjadi katoda tembaga melalui Smelter di Gresik, Jawa Timur. Tahun depan Indonesia dapat memproduksi katoda tembaga hingga 1,5 juta ton.

VP Government Relation Freeport, Harry Pancasakti mengatakan dengan begitu Indonesia dapat menjadi produsen katoda tembaga di dunia.

Produksi itu merupakan gabungan dari produksi Freeport dengan Amman Mineral. Freeport sendiri produksi katoda tembaganya ditargetkan mencapai 1 juta ton ditambah dengan Amman Mineral akan mencapai 500 ribu ton.

“Secara dimensi mungkin Indonesia akan menjadi 1,5 juta ton katoda tembaga per tahun yang dapat diproduksi atau dihasilkan Indonesia. Ini akan menempatkan Indonesia dalam big five produsen katoda di dunia,” kata dia dalam acara Leaders Forum ‘Menuju Indonesia Hijau: Inovasi Energi dan Sumber Daya Manusia,’ di Hotel St. Regis, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2024).

Baca Juga  KPK Kembali Panggil Rasamala Jadi Saksi Kasus TPPU Eks Mentan SYL

Freeport sendiri telah berinvestasi membangun smelter di Gresik Jawa Timur mencapai Rp 61 triliun. Dia menyebut ada nilai tambah dari hilirisasi tembaga ini, namun menurutnya akan cukup kecil.

“Memproses dan memurnikan produk dari hasil penambangan dan pengolahan dari konsentrat tembaga menjadi tembaga murni nilai tambahnya hanya 3,5% sampai 5%. Sementara investasi yang diperlukan seperti smelter di Gresik itu hampir Rp 60 triliun. Jadi margin sangat kecil apabila dibandingkan nilai tambah yang akan didapatkan,” ungkapnya.

Baca Juga  Viral Harga Pertamax Tembus Rp 17 Ribu, Pertamina Bilang Begini

Nilai tambah itu yang diakui menjadi tantangan Indonesia. Karena katoda tembaga juga harus diproduksi menjadi produk yang nilai tambahnya lebih besar lagi, sehingga jangan sampai hasilnya malah lebih banyak diekspor.

“Dari produk smelter baru sejauh ini komitmen dari salah satu industri di kawasan khusus Gresik 100 ribu ton per tahun, sisa 500 ribu ton, kalau memang tidak ada konsumen dalam negeri, otomatis terpaksa kita ekspor dan ekspornya nggak jauh-jauh Asia Tenggara, Vietnam, Thailand, Malaysia. Justru negara tetangga yang akan menikmati nilai tambah yang lebih besar dari produksi katoda,” pungkasnya.

(YA/JJN)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Kakek Ini Simpan Uang dalam Karung Sejak Lama, Ketika Dihitung Mencapai Rp 81 Juta

Berita

Kakanwil Kumham Sumut Imam Suyudi Sidak Pastikan “Isu Negatif Di Lapas Pematang Siantar Tidak Benar”

Berita

Ratusan Orang Terjebak dalam Mall, Hotel yang Ambruk di Kota Palu

Berita

PELANTIKAN BUPATI/WAKIL BUPATI HUMBAHAS DITUNDA

Berita

Wagub Kalbar Ria Norsan Buka Musawarah Bersama BAZNAS se-Kalbar

Berita

Kejaksaan Negeri Pematangsiantar Hentikan Perkara Kasus Penistaan Agama.

Berita

Berikan Rasa Aman, Danramil 07/Kota Sintang Bersama Babinsa Laksanakan Pengamanan Pemakaman

Berita

Polisi Ungkap Seorang Petani Ganja di Dosroha Simanindo